ANALISIS PENGAWASAN DAN MONITORING KEUANGAN PUBLIK TERHADAP KINERJA DAN AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH KOTA SURABAYA
Kata Kunci:
Pengawasan Keuangan Publik, Pemantauan APBD, Akuntabilitas, Kinerja Pemerintah Daerah, Kota SurabayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan dan monitoring keuangan publik terhadap kinerja dan akuntabilitas Pemerintah Daerah Kota Surabaya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan, efektif, dan akuntabel sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan data yang riil dengan dukungan data berupa postur APBD Kota Surabaya tahun 2022–2026, regulasi pengelolaan dan pemeriksaan keuangan negara/daerah, opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta laporan kinerja pemerintah daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengawasan dan monitoring keuangan publik berperan penting dalam menilai efektivitas realisasi pendapatan, belanja daerah, serta pembiayaan daerah. Komponen seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal, serta pembiayaan daerah menjadi indikator penting dalam melihat kualitas pengelolaan keuangan publik. Selain itu, pemeriksaan BPK dan laporan kinerja pemerintah daerah berfungsi sebagai instrumen akuntabilitas yang menunjukkan sejauh mana penggunaan anggaran daerah mendukung pencapaian target kinerja. Dengan demikian, pengawasan dan monitoring keuangan publik tidak hanya berperan dalam mencegah penyimpangan
This study aims to analyze public financial oversight and monitoring of the performance and accountability of the Surabaya City Regional Government. This study is motivated by the importance of transparent, effective, and accountable Regional Budget (APBD) management as a form of local government accountability to the public. This study uses real data supported by the 2022–2026 Surabaya City Regional Budget (APBD) structure, regulations for state/regional financial management and audits, opinions from the Supreme Audit Agency (BPK), and local government performance reports. The study results indicate that public financial oversight and monitoring play a crucial role in assessing the effectiveness of revenue realization, regional spending, and regional financing. Components such as Regional Original Revenue (PAD), personnel expenditures, goods and services expenditures, capital expenditures, and regional financing are important indicators of the quality of public financial management. Furthermore, BPK audits and local government performance reports serve as accountability instruments, demonstrating the extent to which regional budget utilization supports the achievement of performance targets. Thus, public financial oversight and monitoring not only play a role in preventing budget irregularities but also serve as a basis for improving transparency, performance effectiveness, and accountability in the Surabaya City Regional Government.




