PENDAMPINGAN PENYUSUNAN CATATAN BIAYA PRODUKSI PELAKU UMKM DIMSUM MENTAI BITY BITE

Penulis

  • Annisa Salsabila Universitas Simalungun
  • Lili Astriani Universitas Simalungun
  • Nurhaliza Universitas Simalungun
  • Rafika Dwi Universitas Simalungun
  • Elfina Okto Posmaida Damanik Universitas Simalungun

Kata Kunci:

Pelaku UMKM, Biaya Produksi, Pendampingan

Abstrak

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, khususnya dalam pencatatan produksi harian. UMKM Dimsum Mentai Bity Bite yang didirikan pada tahun 2024 merupakan usaha kuliner yang belum menerapkan pencatatan produksi secara konsisten. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pencatatan produksi harian sederhana serta dampaknya terhadap pengelolaan usaha. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, penyusunan format pencatatan, penerapan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, pelaku usaha belum memiliki pencatatan yang terstruktur dan hanya mengandalkan perkiraan dalam produksi. Setelah dilakukan pendampingan, pelaku usaha mulai menerapkan pencatatan sederhana yang meliputi jumlah produksi, penjualan, dan sisa produk. Penerapan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kontrol produksi, pengurangan pemborosan, serta kemudahan dalam evaluasi usaha. Dengan demikian, pencatatan produksi harian sederhana dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha pada UMKM.

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the economy; however, many still face challenges in business management, particularly in maintaining daily production records. Dimsum Mentai Bity Bite, a culinary MSME established in 2024, had not consistently implemented production record-keeping. This activity aimed to analyze the implementation of simple daily production recording and its impact on business management. The method used was direct assistance through several stages, namely observation, problem identification, preparation of recording formats, implementation, and evaluation. The results showed that before the assistance program, the business owner did not have structured records and relied only on estimates in production activities. After the assistance was conducted, the business owner began implementing simple records covering production quantity, sales, and remaining products. This implementation had positive impacts, including improved production control, reduced waste, and easier business evaluation. Therefore, simple daily production recording can help improve the effectiveness of business management in MSMEs.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30