Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike id-ID Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi ANALISIS ETIKA BISNIS ISLAM DALAM PRAKTIK PREDATORY PRICING DI TIKTOK SHOP https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/22326 <p>Perkembangan social commerce melalui platform TikTok Shop telah menciptakan dinamika persaingan usaha yang semakin kompetitif, khususnya melalui strategi penetapan harga ekstrem yang mengarah pada praktik predatory pricing. Praktik ini menimbulkan persoalan etika dan persaingan usaha karena berpotensi merugikan pelaku usaha lain serta menciptakan ketimpangan pasar digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik predatory pricing yang dilakukan oleh perusahaan BESM di TikTok Shop, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong munculnya strategi harga predator, serta menganalisis praktik tersebut berdasarkan perspektif etika bisnis Islam.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik predatory pricing pada perusahaan BESM dilakukan melalui pemberian diskon ekstrem, flash sale, dan strategi promosi intensif melalui live streaming TikTok Shop. Faktor utama yang mendorong praktik tersebut meliputi persaingan pasar digital yang ketat, penggunaan algoritma platform, strategi peningkatan penjualan, serta upaya memperluas dominasi pasar. Ditinjau dari perspektif etika bisnis Islam, praktik tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan, kejujuran, tanggung jawab, serta larangan merugikan pihak lain karena berpotensi menciptakan persaingan usaha tidak sehat dan melemahkan pelaku UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian etika bisnis Islam dalam konteks ekonomi digital, khususnya terkait praktik persaingan usaha pada platform social commerce.</p> <p><em>The rapid development of social commerce through TikTok Shop has created increasingly competitive business dynamics, particularly through extreme pricing strategies that indicate predatory pricing practices. This phenomenon raises ethical and business competition concerns because it has the potential to harm other business actors and create inequality within the digital market. This study aims to describe the predatory pricing practices carried out by BESM on TikTok Shop, identify the factors driving the emergence of predator pricing strategies, and analyze these practices from the perspective of Islamic business ethics. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques.The findings reveal that BESM implemented predatory pricing practices through extreme discounts, flash sales, and intensive promotional strategies via TikTok Shop live streaming. The main factors encouraging these practices include intense competition in the digital market, the influence of platform algorithms, strategies to increase sales, and efforts to expand market dominance. From the perspective of Islamic business ethics, these practices are considered inconsistent with the principles of justice, honesty, responsibility, and the prohibition of harming others, as they potentially create unfair business competition and weaken MSMEs. This study contributes to the development of Islamic business ethics studies within the context of the digital economy, particularly regarding business competition practices on social commerce platforms.</em></p> Rizka Wulandari Nurida Isnaeni Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 PENGARUH COORPORATE GOVERNANCE, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJAMEN LABA PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/21617 <p>Praktik manajemen laba merupakan fenomena yang sering terjadi di industri perbankan sebagai upaya manajemen untuk menjaga stabilitas kinerja di mata para pemangku kepentingan. Ketidakpastian perekonomian selama periode 2020–2024 memberikan tantangan bagi sektor perbankan untuk mempertahankan profitabilitas sekaligus menjaga kualitas laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>Good Corporate Governance</em> (Komisaris Independen, Komite Audit, dan Kepemilikan Manajerial), Profitabilitas (ROA), dan <em>Leverage</em> (DAR) terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian terdiri atas 18 perusahaan perbankan yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, menghasilkan total 90 observasi selama periode lima tahun pengamatan. Analisis data dilakukan dengan pengujian asumsi klasik, uji hipotesis (uji t dan uji F), serta koefisien determinasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, <em>Good Corporate Governance</em>, Profitabilitas, dan <em>Leverage</em> berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba dengan nilai <em>Adjusted R Square</em> sebesar 29,9%. Secara parsial, Komisaris Independen dan Kepemilikan Manajerial berpengaruh signifikan dan negatif terhadap manajemen laba, yang menunjukkan efektivitas pengawasan dan penyelarasan kepentingan dalam menekan tindakan oportunistik. Sementara itu, Komite Audit, Profitabilitas, dan <em>Leverage</em> berpengaruh signifikan dan positif terhadap manajemen laba. Temuan ini mengindikasikan adanya motivasi perataan laba saat kinerja keuangan meningkat serta adanya tekanan dari perjanjian utang (<em>debt covenant</em>) yang mendorong manajer melakukan intervensi akuntansi di sektor perbankan selama periode penelitian.</p> <p><em>Earnings management is a phenomenon that frequently occurs in the banking industry as a managerial effort to maintain performance stability in the eyes of stakeholders. Economic uncertainty during the 2020–2024 period posed challenges for the banking sector in maintaining profitability while simultaneously preserving the quality of financial reports. This study aims to analyze the influence of Good Corporate Governance (Independent Commissioners, Audit Committee, and Managerial Ownership), Profitability (ROA), and Leverage (DAR) on earnings management practices in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2024 period. This research employs a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The research sample consists of 18 banking companies selected using a purposive sampling technique, resulting in a total of 90 observations over a five-year observation period. Data analysis was conducted using classical assumption tests, hypothesis testing (t-test and F-test), and the coefficient of determination. The results show that simultaneously, Good Corporate Governance, Profitability, and Leverage have a significant effect on earnings management, with an Adjusted R Square value of 29.9%. Partially, Independent Commissioners and Managerial Ownership have a significant and negative effect on earnings management, indicating the effectiveness of oversight and alignment of interests in suppressing opportunistic behavior. Meanwhile, the Audit Committee, Profitability, and Leverage have a significant and positive effect on earnings management. These findings indicate a motivation for income smoothing when financial performance increases, as well as pressure from debt covenants that encourage managers to perform accounting interventions in the banking sector during the research period</em></p> Muhammad Fikri Muthi Usep Syaipudin Ade Widiyanti Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 PENGARUH INFLASI DAN PENDAPATAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DI SUMATERA UTARA TAHUN 2001–2021 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/22249 <p>Perilaku konsumen merupakan cerminan dari kondisi ekonomi suatu daerah, khususnya yang berkaitan dengan dinamika inflasi dan tingkat pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan (UMR) terhadap pengeluaran konsumen sebagai proksi perilaku konsumen di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series selama 21 tahun, mulai dari tahun 2001 hingga 2021, yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Adapun hasil penelitian ini adalah: a) inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumen di Provinsi Sumatera Utara, b) pendapatan (UMR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumen di Provinsi Sumatera Utara, dan c) secara simultan inflasi dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumen di Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kontribusi variabel inflasi dan pendapatan terhadap pengeluaran konsumen sebesar 97,12 persen. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan (UMR) merupakan variabel yang paling dominan dalam menentukan perilaku konsumen di Provinsi Sumatera Utara.</p> <p><em>Consumer behavior reflects the economic conditions of a region, particularly those related to inflation dynamics and the income level of society. This study aims to determine and analyze the effect of inflation and income (minimum wage/UMR) on consumer expenditure as a proxy for consumer behavior in North Sumatra Province. This research uses secondary data in the form of time series data for 21 years, from 2001 to 2021, obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of North Sumatra Province. The results of this study are: a) inflation does not have a significant effect on consumer expenditure in North Sumatra Province, b) income (UMR) has a positive and significant effect on consumer expenditure in North Sumatra Province, and c) simultaneously, inflation and income significantly affect consumer expenditure in North Sumatra Province. The results of this study also indicate that the contribution of inflation and income variables to consumer expenditure is 97.12 percent. In addition, the findings show that income (UMR) is the most dominant variable in determining consumer behavior in North Sumatra Province.</em></p> Ariani Situngkir Evi Aiswara Rai Olivia Nauli Stevani Purba Teresia Situmeang Putri Sari M.J. Silaban Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 DAMPAK PENGUMUMAN TARIF DONALD TRUMP TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI PADA SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR BAHAN BAKU) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/22215 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap kebijakan tarif yang diumumkan oleh Donald Trump pada tahun 2025 pada sektor pertanian dan sektor bahan baku di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian menggunakan metode event study dengan membandingkan harga saham pada tiga periode, yaitu sebelum pengumuman, setelah pengumuman, dan setelah penerapan kebijakan tarif. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling pada perusahaan sektor pertanian dan sektor bahan baku yang terdaftar di BEI. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan harga saham antarperiode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat reaksi pasar yang signifikan pada kedua sektor terhadap kebijakan tarif Donald Trump. Pada periode setelah pengumuman kebijakan, harga saham sektor pertanian dan sektor bahan baku mengalami penurunan yang menunjukkan adanya sentimen negatif dan meningkatnya ketidakpastian pasar. Namun, setelah kebijakan mulai diterapkan, harga saham pada kedua sektor mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya proses pemulihan pasar setelah investor memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai dampak kebijakan. Selain itu, sektor bahan baku menunjukkan reaksi yang lebih kuat dibandingkan sektor pertanian karena memiliki ketergantungan yang lebih tinggi terhadap perdagangan internasional dan harga komoditas global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi investor, perusahaan, dan pemerintah dalam memahami dampak kebijakan perdagangan internasional terhadap pasar modal Indonesia.</p> <p><em>This study aims to analyze the reaction of the Indonesian capital market to the tariff policy announced by Donald Trump in 2025 in the agriculture sector and the basic materials sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The study uses an event study method by comparing stock prices across three periods: before the announcement, after the announcement, and after the implementation of the tariff policy. The research sample was selected using the purposive sampling method from companies in the agriculture and basic materials sectors listed on the IDX. Data were analyzed using the paired sample t-test to determine differences in stock prices between observation periods.The results show that there was a significant market reaction in both sectors to Donald Trump’s tariff policy. In the period after the policy announcement, stock prices in the agriculture and basic materials sectors declined, indicating negative market sentiment and increased uncertainty. However, after the policy was implemented, stock prices in both sectors increased compared to the previous periods. This increase indicates a market recovery process after investors obtained clearer information regarding the policy’s impact. In addition, the basic materials sector showed a stronger reaction than the agriculture sector because it is more dependent on international trade and global commodity prices. This study is expected to provide insights for investors, companies, and policymakers in understanding the impact of international trade policies on the Indonesian capital market.</em></p> Bulan Fadillah Tri Joko Prasetyo Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 PERAN AKUNTANSI FORENSIK DALAM PENANGANAN DAN DETEKSI KECURANGAN INTERNAL PADA PT BANK MAYBANK INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/21753 <p>Digitalisasi telah mentransformasi operasional bisnis namun juga meningkatkan kompleksitas risiko kecurangan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran mitigasi akuntansi forensik dan integrasi teknologi big data terhadap mekanisme deteksi kecurangan internal, khususnya dalam konteks industri perbankan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan tinjauan teoritis yang mengkaji fenomena berdasarkan penelitian terdahulu. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa akuntansi forensik memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi pola kecurangan yang tidak terdeteksi oleh audit konvensional melalui pendekatan investigatif. Integrasi teknologi big data dan artificial intelligence (AI) ditemukan memperkaya efektivitas deteksi dengan memungkinkan pemahaman pola data yang lebih komprehensif secara real-time. Selain itu, sistem pengendalian internal dipahami sebagai fondasi tekstual yang meminimalisir ruang gerak terjadinya fraud. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya organisasi mengadopsi narasi teknologi analitik modern dan keahlian investigatif untuk membangun sistem deteksi kecurangan yang adaptif di era digital.</p> <p><em>Digitalization has transformed business operations but also increased the complexity of internal fraud risks. This research aims to analyze the influence of forensic accounting mitigation and big data technology integration on internal fraud detection, specifically within the banking industry context. The research method employs a theoretical and literature approach, examining the relationships between variables based on previous studies. The review results indicate that forensic accounting plays a significant role in identifying fraud patterns undetected by conventional audits. The integration of big data technology and artificial intelligence (AI) is proven to enhance detection effectiveness by enabling faster and more accurate real-time data analysis. Furthermore, a strong internal control system is found to be a crucial moderating factor that minimizes the opportunity for fraud. The implications of this research emphasize the importance of organizations adopting modern analytical technologies and investigative expertise to build adaptive fraud detection systems in the digital era.</em></p> Adeanto Putra Satyatama Rachmad Ibrahim Moch Zulfikar Ramadhan Tries Ellia Sandari Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 ANALISIS PENGAWASAN DAN MONITORING KEUANGAN PUBLIK TERHADAP KINERJA DAN AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH KOTA SURABAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/21646 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan dan monitoring keuangan publik terhadap kinerja dan akuntabilitas Pemerintah Daerah Kota Surabaya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan, efektif, dan akuntabel sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan data yang riil dengan dukungan data berupa postur APBD Kota Surabaya tahun 2022–2026, regulasi pengelolaan dan pemeriksaan keuangan negara/daerah, opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta laporan kinerja pemerintah daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengawasan dan monitoring keuangan publik berperan penting dalam menilai efektivitas realisasi pendapatan, belanja daerah, serta pembiayaan daerah. Komponen seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal, serta pembiayaan daerah menjadi indikator penting dalam melihat kualitas pengelolaan keuangan publik. Selain itu, pemeriksaan BPK dan laporan kinerja pemerintah daerah berfungsi sebagai instrumen akuntabilitas yang menunjukkan sejauh mana penggunaan anggaran daerah mendukung pencapaian target kinerja. Dengan demikian, pengawasan dan monitoring keuangan publik tidak hanya berperan dalam mencegah penyimpangan</p> <p><em>This study aims to analyze public financial oversight and monitoring of the performance and accountability of the Surabaya City Regional Government. This study is motivated by the importance of transparent, effective, and accountable Regional Budget (APBD) management as a form of local government accountability to the public. This study uses real data supported by the 2022–2026 Surabaya City Regional Budget (APBD) structure, regulations for state/regional financial management and audits, opinions from the Supreme Audit Agency (BPK), and local government performance reports. The study results indicate that public financial oversight and monitoring play a crucial role in assessing the effectiveness of revenue realization, regional spending, and regional financing. Components such as Regional Original Revenue (PAD), personnel expenditures, goods and services expenditures, capital expenditures, and regional financing are important indicators of the quality of public financial management. Furthermore, BPK audits and local government performance reports serve as accountability instruments, demonstrating the extent to which regional budget utilization supports the achievement of performance targets. Thus, public financial oversight and monitoring not only play a role in preventing budget irregularities but also serve as a basis for improving transparency, performance effectiveness, and accountability in the Surabaya City Regional Government. </em></p> Vanesa Ribka Puspasari Vina Sinta Abellia Revienda Anita Fitrie Eva Hany Fanida Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 TRANSFORMASI DIGITAL RANTAI PASOK: OPTIMALISASI KEUNGGULAN OPERASIONAL MELALUI SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/22299 <p>Peralihan dari sistem rantai pasok manual ke basis digital merupakan langkah yang sangat penting demi meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan. Penelitian ini mengkaji bagaimana pergantian dari sistem manual hingga ke digital dengan penekanan pada fungsi sistem informasi. Studi menunjukan bahwa sistem informasi dapat mengitegrasikan proses bisnis, mengurangi kesalahan operasional, dan menyajikan data secara langsung untuk mengambil keputusan. Studi kasus pada CV. Sarana Medika dan CV Indonesia Nature Miracle mengindikasikan efektivitas implementasi ini. Teknologi seperti AI, IoT, Blockchain, dan komputasi berbasis awan (cloud)&nbsp; semakin memperkuat sistem. Walaupun ada tantangan seperti kesiapan sumber daya manusia dan investasi awal masih ada, digitalisasi terbukti memberikan dampak yang positif untuk jangka panjang.&nbsp;</p> <p><em>The transition from a manual supply chain system to a digital-based one is a crucial step to enhance the efficiency and competitiveness of the company. This study examines the transition from a manual system to a digital one, with an emphasis on the functions of information systems. The study shows that information systems can integrate business processes, reduce operational errors, and provide real-time data for decision-making. Case studies at CV. Sarana Medika and CV. Indonesia Nature Miracle indicates the effectiveness of this implementation. Technologies such as AI, IoT, blockchain, and cloud-based computing increasingly strengthen the system. Although challenges such as human resource readiness and initial investment still exist, digitalization has proven to have a positive long-term impact. </em></p> Rifky Tri Putra Hidayat Muhamad Irza Wahyu Ridhain Muhammad Noer A'dli Dharma Ramadhan Radithya Rizki Tanaya Muhammad Ariq Amrullah Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 ANALISIS PENGARUH BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/22246 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya operasional terhadap pendapatan pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk periode 2018–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan metode Ordinary Least Square (OLS) berbantuan perangkat lunak EViews. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model memenuhi asumsi normalitas, tidak terjadi autokorelasi, tidak terdapat heteroskedastisitas, serta model bersifat linear sehingga layak untuk diinterpretasikan. Hasil regresi menunjukkan bahwa biaya operasional tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,2896 (&gt; 0,05). Koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,2335, yang mengindikasikan bahwa secara numerik peningkatan biaya operasional sebesar satu miliar rupiah diikuti kenaikan pendapatan sebesar 0,2335 miliar rupiah, namun secara statistik pengaruh tersebut tidak signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,219 menunjukkan bahwa 21,9% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh biaya operasional, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan biaya operasional tidak secara otomatis meningkatkan pendapatan secara signifikan pada perusahaan digital. Oleh karena itu, diperlukan efisiensi pengelolaan biaya operasional dan evaluasi strategi bisnis berbasis data guna meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of operational costs on the revenue of PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk during the 2018–2024 period. The research employed a quantitative approach using secondary time-series data obtained from the company’s annual financial reports. Data analysis was conducted using simple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) method assisted by EViews software. The classical assumption tests indicate that the regression model satisfies the assumptions of normality, no autocorrelation, no heteroscedasticity, and linearity, indicating that the model is appropriate for interpretation. The regression results show that operational costs have no significant effect on revenue, with a probability value of 0.2896 (&gt; 0.05). The regression coefficient is positive at 0.2335, indicating that numerically, an increase of one billion rupiah in operational costs is followed by an increase of 0.2335 billion rupiah in revenue; however, the statistical evidence is insufficient to confirm a significant effect. The coefficient of determination (R²) is 0.219, implying that 21.9% of revenue variation can be explained by operational costs, while the remaining 78.1% is influenced by other factors outside the model. This study concludes that increasing operational costs does not automatically lead to a significant increase in revenue for digital companies. Therefore, greater efficiency in operational cost management and data-driven business strategy evaluation are necessary to improve corporate performance.</em></p> Dewi Anisa Dora Claudia Br. Meliala Jerny Sinaga Yessy Yurun Tobing Putri Sari M.J. Silaban Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/21849 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan green accounting pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah mulai menerapkan praktik yang berkaitan dengan akuntansi lingkungan melalui pengungkapan kebijakan dan aktivitas lingkungan, namun tingkat penerapannya masih bervariasi dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem pencatatan akuntansi. Perbedaan tingkat penerapan dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, kesiapan sistem pelaporan, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai praktik green accounting pada sektor energi serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of green accounting in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2024. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. The data used are secondary data obtained from annual reports, sustainability reports, and financial statements. The results indicate that companies have begun to implement environmental accounting practices through the disclosure of environmental policies and activities; however, the level of implementation varies and has not been fully integrated into accounting recording systems. Differences in implementation are influenced by company policies, reporting system readiness, and commitment to sustainability. This study is expected to provide an overview of green accounting practices in the energy sector and serve as a reference for future research.</em></p> Rendinova Cahyadi Nasution Randa Yosua Sinaga Kevin Jeremi Doniartha Saragih Nasirwan Nabila Tijani Tharifah Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5 PENDAMPINGAN PENYUSUNAN CATATAN BIAYA PRODUKSI PELAKU UMKM DIMSUM MENTAI BITY BITE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ike/article/view/21727 <p>UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, khususnya dalam pencatatan produksi harian. UMKM Dimsum Mentai Bity Bite yang didirikan pada tahun 2024 merupakan usaha kuliner yang belum menerapkan pencatatan produksi secara konsisten. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pencatatan produksi harian sederhana serta dampaknya terhadap pengelolaan usaha. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, penyusunan format pencatatan, penerapan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, pelaku usaha belum memiliki pencatatan yang terstruktur dan hanya mengandalkan perkiraan dalam produksi. Setelah dilakukan pendampingan, pelaku usaha mulai menerapkan pencatatan sederhana yang meliputi jumlah produksi, penjualan, dan sisa produk. Penerapan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kontrol produksi, pengurangan pemborosan, serta kemudahan dalam evaluasi usaha. Dengan demikian, pencatatan produksi harian sederhana dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha pada UMKM.</p> <p style="margin: 0in; text-align: justify; tab-stops: 201.25pt;"><em><span lang="IN" style="font-size: 11.0pt;">Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the economy; however, many still face challenges in business management, particularly in maintaining daily production records. Dimsum Mentai Bity Bite, a culinary MSME established in 2024, had not consistently implemented production record-keeping. This activity aimed to analyze the implementation of simple daily production recording and its impact on business management. The method used was direct assistance through several stages, namely observation, problem identification, preparation of recording formats, implementation, and evaluation. The results showed that before the assistance program, the business owner did not have structured records and relied only on estimates in production activities. After the assistance was conducted, the business owner began implementing simple records covering production quantity, sales, and remaining products. This implementation had positive impacts, including improved production control, reduced waste, and easier business evaluation. Therefore, simple daily production recording can help improve the effectiveness of business management in MSMEs.</span></em></p> Annisa Salsabila Lili Astriani Nurhaliza Rafika Dwi Elfina Okto Posmaida Damanik Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi 2026-05-30 2026-05-30 9 5