Inovasi dan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipib id-ID Sat, 30 May 2026 18:14:56 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KAJIAN PENGUNAAN MATERIAL LOKAL BERUPA AGREGAT DARI DESA RUNTU KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT SEBAGAI CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipib/article/view/21647 <p>Pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mobilitas, dan konektivitas antar wilayah. Kualitas perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh pemilihan material, khususnya pada lapisan aus (Asphalt Concrete-Wearing Course/AC-WC) yang berfungsi sebagai pelindung lapisan di bawahnya serta menerima langsung beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan. Salah satu komponen utama dalam campuran aspal beton adalah agregat, yang menentukan kinerja perkerasan dalam hal stabilitas, ketahanan aus, dan daya dukung. Namun, keterbatasan akses terhadap sumber agregat standar di beberapa daerah menyebabkan tingginya biaya transportasi material.Pemanfaatan agregat lokal menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan efisiensi biaya konstruksi sekaligus mendukung pembangunan berbasis potensi daerah. Desa Runtu, Kabupaten Kotawaringin Barat, memiliki sumber agregat lokal yang berpotensi digunakan dalam campuran AC-WC. Oleh karena itu, diperlukan kajian teknis untuk mengevaluasi karakteristik fisik agregat tersebut agar dapat diketahui kesesuaiannya dengan standar yang berlaku, seperti Spesifikasi Umum Bina Marga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan agregat lokal Desa Runtu sebagai bahan campuran lapis aus AC-WC. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan alternatif material lokal yang memenuhi persyaratan teknis serta berkontribusi dalam efisiensi pembangunan infrastruktur jalan.</p> Indri Kartini, Desriantomy, Devia, Salonten Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipib/article/view/21647 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMAKAIAN AGREGAT HALUS BERUPA PASIR LIMBAH TAMBANG EMAS DARI DESA TALANGKAH DAN PASIR SUNGAI DARI DESA TEWANG RANGAS KABUPATEN KATINGAN TERHADAP CAMPURAN LATASTON LAPIS PONDASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipib/article/view/21956 <p>Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Katingan menyebabkan kebutuhan material konstruksi semakin meningkat, sehingga diperlukan pemanfaatan material lokal sebagai alternatif agregat. Pasir limbah tambang emas dari Desa Talangkah memiliki potensi untuk dimanfaatkan, sementara pasir sungai dari Desa Tewang Rangas telah umum digunakan dalam konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kedua jenis pasir tersebut sebagai agregat halus dalam campuran beton aspal panas jenis Hot Rolled Sheet-Base (HRS-Base). Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium dengan dua variasi campuran, yaitu Komposisi &nbsp;I menggunakan pasir limbah tambang emas dan Komposisi II menggunakan pasir sungai. Perencanaan campuran dilakukan dengan metode diagonal dan trial and error menggunakan agregat kasar dan filler yang sama. Pengujian Marshall dilakukan untuk menentukan karakteristik campuran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pasir memenuhi persyaratan sebagai agregat halus. Komposisi I menghasilkan KAO sebesar 7,03% dengan stabilitas 910,00 kg, VMA 19,50%, VIM 3,95%, VFA 79,50%, dan MQ 280,00 kg/mm, sedangkan Komposisi II menghasilkan KAO sebesar 6,89% dengan stabilitas 890,00 kg, VMA 19,40%, VIM 4,20%, VFA 78,00%, dan MQ 270,00 kg/mm. Kedua campuran memenuhi spesifikasi.</p> <p><em>The increasing development of road infrastructure in Katingan Regency has led to a growing demand for construction materials, making it necessary to utilize local materials as alternative aggregates. Gold mine waste sand from Talangkah Village has potential for use, while river sand from Tewang Rangas Village is commonly used in construction. This study aims to analyze the performance of both types of sand as fine aggregates in Hot Rolled Sheet-Base (HRS-Base) asphalt mixtures. The research was conducted through laboratory testing using two mixture variations: Composition I using gold mine waste sand and Composition II using river sand. The mix design was carried out using the diagonal method and trial-and-error approach with the same coarse aggregate and filler. Marshall testing was performed to determine the characteristics of the mixtures. The results show that both types of sand meet the requirements as fine aggregates. Composition I produced an Optimum Asphalt Content (OAC) of 7.03% with stability of 910.00 kg, VMA of 19.50%, VIM of 3.95%, VFA of 79.50%, and MQ of 280.00 kg/mm. Meanwhile, Composition II produced an OAC of 6.89% with stability of 890.00 kg, VMA of 19.40%, VIM of 4.20%, VFA of 78.00%, and MQ of 270.00 kg/mm. Both mixtures satisfy the required specifications.</em></p> Sindy Efriliani, Desriantomy, Salonten Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipib/article/view/21956 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000