PERAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) SEBAGAI STRATEGI DIGITALISASI DALAM PENGUATAN TATA KELOLA ORGANISASI
Kata Kunci:
Sistem Informasi Manajemen, Digitalisasi, Efisiensi, Tata Kelola, Pendidikan, Digital GovernanceAbstrak
An analysis of eight recent studies highlights that digital-based Management Information Systems (MIS) play a crucial strategic role in enhancing efficiency, service quality, and governance transparency in both educational and public sectors. The findings indicate that implementing MIS can accelerate decision-making, reduce human error, improve data accuracy, and enable comprehensive integration of information. Successful implementation depends on infrastructure readiness, human resource competence, managerial support, and data security. In education, MIS primarily focuses on improving learning quality and school administration, whereas in the public sector, emphasis is placed on digital governance, transparency, and public trust. Future recommendations include enhancing digital literacy, developing integrated systems, prioritizing data security, conducting regular evaluations, fostering multi-stakeholder collaboration, and leveraging smart technologies such as AI and smart city initiatives. Thus, MIS functions not merely as an administrative tool but as a strategic instrument supporting sustainable improvements in quality, efficiency, transparency, and public engagement. Analisis terhadap delapan artikel terbaru menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan transparansi tata kelola, baik di sektor pendidikan maupun lembaga publik. Penelitian mengungkap bahwa penerapan SIM mampu mempercepat pengambilan keputusan, mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan akurasi pengelolaan data, serta memfasilitasi integrasi informasi secara menyeluruh. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dukungan manajemen, dan keamanan data. Di sektor pendidikan, fokus utama SIM adalah peningkatan mutu pembelajaran dan administrasi sekolah, sedangkan di sektor publik menitikberatkan pada digital governance, transparansi, dan kepercayaan masyarakat. Untuk pengembangan ke depan, disarankan peningkatan literasi digital, pengembangan sistem terintegrasi, perhatian pada keamanan data, evaluasi berkala, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta pemanfaatan teknologi cerdas seperti AI dan smart city. Dengan demikian, SIM tidak sekadar menjadi alat administratif, tetapi juga instrumen strategis yang mendukung mutu, efisiensi, transparansi, dan partisipasi publik secara berkelanjutan.Unduhan
Diterbitkan
2025-10-30
Terbitan
Bagian
Articles



