IMPLEMENTASI MBKM MAGANG MANDIRI BALAI BAHASA SUMSEL 2025
Kata Kunci:
Literasi Kebahasaan, Bahasa Daerah, Penerjemahan, MBKM, Layanan KebahasaanAbstrak
Program Magang Mandiri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dibuat untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung di dunia kerja profesional. Salah satu isu yang ditemukan dalam bahasa dan sastra adalah rendahnya minat baca anak terhadap bahan bacaan yang berbasis budaya lokal dan kurangnya pemanfaatan produk bahasa dan sastra oleh mahasiswa serta masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bahasa, memperkuat penggunaan bahasa daerah, serta mengoptimalkan layanan bahasa dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Pelaksanaannya menggunakan metodologi partisipatif dengan dukungan teknik deskriptif kualitatif. Mahasiswa berperan dalam empat aspek utama, yaitu literasi, revitalisasi bahasa daerah, penerjemahan, dan layanan bahasa yang berbasis digital. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan minat baca anak terhadap buku cerita rakyat lokal, peningkatan pengetahuan bahasa di kalangan mahasiswa, perbaikan kualitas naskah cerita anak dwibahasa, serta optimalisasi penyebaran konten bahasa melalui media digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berbasis pengalaman melalui Program MBKM efektif dalam mendukung peningkatan literasi, pelestarian bahasa lokal, dan pengembangan kompetensi bahasa mahasiswa dengan cara yang kontekstual dan berkelanjutan.
The Independent Internship Program under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative is designed to provide students with relevant learning experiences through direct involvement in the professional work environment. One of the issues identified in language and literature is the low interest of children in reading materials based on local culture and the limited use of language and literature products by students and the community. This initiative aims to enhance language knowledge, strengthen the use of regional languages, and optimize language services by involving students in various activities related to language and literature. Its implementation uses a participatory methodology supported by qualitative descriptive techniques. Students play a role in four main aspects: literacy, revitalization of regional languages, translation, and digital-based language services. The results of the activities showed an increased interest of children in reading local folklore stories, improved language knowledge among students, enhancement of the quality of bilingual children's story manuscripts, and optimization of language content dissemination through digital media. These findings indicate that experiential learning through the MBKM Program is effective in supporting the improvement of literacy, the preservation of local languages, and the development of students' language competencies in a contextual and sustainable manner.



