INTERNALISASI BUDAYA ORGANISASI PMII DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN KARISMATIK
Kata Kunci:
Internalisasi, Budaya Organisasi, PMII, Kepemimpinan KarismatikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji proses internalisasi budaya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAINU Pacitan dalam dalam upaya membangun karakter kepemimpinan karismatik pada para kadernya. PMII sebagai organisasi kemahasiswaan berbasis nilai-nilai Islam dan kebangsaan memiliki sistem kaderisasi yang terstruktur dengan budaya organisasi yang khas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam kepada 9 informan yang mencakup pengurus PMII tingkat komisariat, rayon dan mantan ketua komisariat yang telah menjadi alumni. Selain itu, dilakukan observasi partisipatif pada kegiatan organisasi dan kajian dokumen terkait budaya organisasi PMII. Adapun analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan bahwa internalisasi budaya organisasi PMII berlangsung melalui tiga mekanisme utama: (1) proses kaderisasi berjenjang yang meliputi MAPABA, PKD dan PKL. (2) pembiasaan nilai-nilai organisasi melalui kegiatan rutin seperti pengajian, diskusi, dan aksi sosial; serta (3) keteladanan dari senior dan tokoh PMII. Budaya organisasi PMII yang dibangun di atas landasan nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah, demokrasi, telah mampu membentuk karakter kepemimpinan karismatik yang ditandai dengan: kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, integritas, visi yang jelas, empati, dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Penelitian ini memberikan sumbangsih nyata bagi pengayaan teori kepemimpinan karismatik, khusunya di konteks organisasi kemahasiswaan Islam di Indonesia dan menghadirkan rekomendasi bagi pengembangan sistem kaderisasi organisasi kemahasiswaan.
This study aims to analyze and examine the process of internalization of the organizational culture of the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) Commissariat of STAINU Pacitan in an effort to develop charismatic leadership character in its cadres. As a student organization based on Islamic and national values, PMII has a structured cadre development system with a distinctive organizational culture. This study used a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews with nine informants, including PMII administrators at the commissariat and rayon levels, and former commissariat heads who are now alumni. In addition, participant observation was conducted on organizational activities and document review related to PMII's organizational culture. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. These findings reveal that the internalization of PMII's organizational culture occurs through three main mechanisms: (1) a tiered cadre development process encompassing MAPABA, PKD, and PKL; (2) familiarization with organizational values through routine activities such as religious study groups, discussions, and social activities; and (3) the exemplary behavior of seniors and PMII figures. PMII's organizational culture, built on the values of Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah and democracy, has been able to shape charismatic leadership characterized by self-confidence, communication skills, integrity, a clear vision, empathy, and the ability to influence others. This research provides a tangible contribution to enriching the theory of charismatic leadership, particularly in the context of Islamic student organizations in Indonesia, and provides recommendations for developing a cadre system for student organizations.



