PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI ANAK DALAM KEGIATAN SEKAMI DI STASI SANTA THERESIA LOANG

Penulis

  • Anggela Marice Ema Duan Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka
  • Hendrikus Febrianto Fernandez Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka
  • Krisantus Minggu Kwen Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka

Kata Kunci:

Media Audio Visual, Partisipasi Anak, SEKAMI

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya partisipasi anak dalam kegiatan SEKAMI di Stasi Santa Theresia Loang. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan anak yang kurang aktif, mudah bosan, dan kurang fokus ketika kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, penggunaan media audiovisual dipilih sebagai salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan minat dan keterlibatan anak selama kegiatan SEKAMI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media audiovisual dalam kegiatan SEKAMI serta kontribusinya terhadap partisipasi anak di Stasi Santa Theresia Loang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pendamping SEKAMI, anak-anak SEKAMI, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual membantu menciptakan suasana kegiatan yang lebih menarik dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih antusias, aktif menjawab pertanyaan, terlibat dalam diskusi, serta lebih semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Media audiovisual juga membantu anak lebih mudah memahami materi karena disajikan melalui gambar, suara, dan video yang sesuai dengan usia mereka. Selain itu, pendamping merasa terbantu dalam menyampaikan materi sehingga proses pendampingan menjadi lebih efektif. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa media audiovisual memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan partisipasi anak pada kegiatan SEKAMI di Stasi Santa Theresia Loang. Peran media audiovisual tampak pada meningkatnya perhatian, keaktifan, keterlibatan, dan antusiasme anak selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, media audiovisual dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung kegiatan pendampingan iman anak agar lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami.

This research was motivated by the low participation of children in SEKAMI activities at Santa Theresia Loang Station. In its implementation, some children were still found to be less active, easily bored, and less focused during the activities. Therefore, audiovisual media were chosen as an alternative to help increase children's interest and involvement in SEKAMI activities. This study aimed to describe the implementation of audiovisual media in SEKAMI activities and its contribution to children's participation at Santa Theresia Loang Station.This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The informants consisted of SEKAMI facilitators, SEKAMI children, and parents. The findings revealed that the use of audiovisual media helped create a more interesting and enjoyable learning atmosphere. The children appeared more enthusiastic, actively answered questions, participated in discussions, and showed greater motivation throughout the activities. Audiovisual media also helped children understand the material more easily because it was presented through images, sounds, and videos appropriate to their age level. In addition, the facilitators felt supported in delivering the material, making the mentoring process more effective. Based on the findings, it can be concluded that audiovisual media made a positive contribution to improving children's participation in SEKAMI activities at Santa Theresia Loang Station. The role of audiovisual media was reflected in the increased attention, activeness, involvement, and enthusiasm of children during the activities. Therefore, audiovisual media can serve as an effective tool to support children's faith formation activities by making them more engaging, interactive, and easier to understand.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29