https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/issue/feedInovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran2026-03-31T00:00:00+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/20419PERENCANAAN STRATEGIS SEKOLAH BERBASIS RAPOR PENDIDIKAN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW2026-03-04T04:50:58+00:00Vita Ari Wijayav.ariwijaya@gmail.comMansurudinmansurudin2636@gmail.comIndri Wardaniindriwardani86@gmail.comAtik Ismawantiatiksahrozy@gmail.comNgurah Ayu Nyomanngurahayunyoman@upgris.ac.id<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11.0pt;">Perencanaan strategis sekolah berbasis data menjadi pendekatan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Kehadiran Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi nasional memberikan peluang bagi satuan pendidikan untuk merancang perencanaan yang lebih reflektif, terarah, dan berbasis bukti. Namun demikian, kajian yang secara sistematis mensintesis hubungan antara Rapor Pendidikan dan perencanaan strategis sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis temuan penelitian mengenai perencanaan strategis sekolah berbasis Rapor Pendidikan melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Proses kajian mengikuti alur PRISMA dengan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, ERIC, Scopus, dan Garuda dengan rentang tahun 2015–2025. Dari 312 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 18 artikel yang memenuhi kriteria kualitas untuk dianalisis secara mendalam menggunakan pendekatan <em>thematic synthesis</em>. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perencanaan strategis berbasis Rapor Pendidikan mencakup empat tema utama, yaitu: (1) integrasi hasil evaluasi mutu dalam dokumen perencanaan sekolah (RKS, RKJM, dan RKT), (2) penguatan kepemimpinan strategis dalam interpretasi dan pemanfaatan data, (3) pengembangan budaya penggunaan data di lingkungan sekolah, dan (4) peningkatan mutu pembelajaran sebagai dampak implementasi perencanaan berbasis data. Temuan ini menegaskan bahwa Rapor Pendidikan berfungsi tidak hanya sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong perbaikan berkelanjutan. Kajian ini berkontribusi pada penguatan kerangka konseptual manajemen pendidikan berbasis data serta memberikan implikasi praktis bagi sekolah dalam menyusun perencanaan strategis yang sistematis, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.</span></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaranhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/20622IMPLEMENTASI MBKM MAGANG MANDIRI BALAI BAHASA SUMSEL 20252026-03-17T06:07:59+00:00Anisaanisaa12p@gmail.comLabibah Aulialabibaaulia66@gmail.comIntan Muhpina Damayatiintanmuhpina345@gmail.comChandra Wardanachandrawardana08@gmail.comPutri Oktarina oktarinap72@gmail.com Mutiara Dewi Mavinkamutiaramapinka@gmail.comZaskya Salbila zaskyabilla@gmail.comAnisa Sahid anisasahid39@gmail.comHusni Nurazizahnurazizahusni@gmail.comVivi Suci Meilindravivisuci54@gmail.comDwi Siti Aisyahaisahdika1@gmail.comSeptian Rizki Ananda seprianrizkiananda56@gmail.comIrni Yunianairniyuniana2005@gmail.comIzza Vella Qhonitaizavelaqhonita@gmail.comVica Andinie vicaandinie3@gmail.comDesi Irlianidesiirliani20@gmail.comAchmad Wahidy achmadwahidy@gmail.com<p style="margin: 0in; text-align: justify;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">Program Magang Mandiri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dibuat untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung di dunia kerja profesional. Salah satu isu yang ditemukan dalam bahasa dan sastra adalah rendahnya minat baca anak terhadap bahan bacaan yang berbasis budaya lokal dan kurangnya pemanfaatan produk bahasa dan sastra oleh mahasiswa serta masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bahasa, memperkuat penggunaan bahasa daerah, serta mengoptimalkan layanan bahasa dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Pelaksanaannya menggunakan metodologi partisipatif dengan dukungan teknik deskriptif kualitatif. Mahasiswa berperan dalam empat aspek utama, yaitu literasi, revitalisasi bahasa daerah, penerjemahan, dan layanan bahasa yang berbasis digital. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan minat baca anak terhadap buku cerita rakyat lokal, peningkatan pengetahuan bahasa di kalangan mahasiswa, perbaikan kualitas naskah cerita anak dwibahasa, serta optimalisasi penyebaran konten bahasa melalui media digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berbasis pengalaman melalui Program MBKM efektif dalam mendukung peningkatan literasi, pelestarian bahasa lokal, dan pengembangan kompetensi bahasa mahasiswa dengan cara yang kontekstual dan berkelanjutan.</span></p> <p><em>The Independent Internship Program under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative is designed to provide students with relevant learning experiences through direct involvement in the professional work environment. One of the issues identified in language and literature is the low interest of children in reading materials based on local culture and the limited use of language and literature products by students and the community. This initiative aims to enhance language knowledge, strengthen the use of regional languages, and optimize language services by involving students in various activities related to language and literature. Its implementation uses a participatory methodology supported by qualitative descriptive techniques. Students play a role in four main aspects: literacy, revitalization of regional languages, translation, and digital-based language services. The results of the activities showed an increased interest of children in reading local folklore stories, improved language knowledge among students, enhancement of the quality of bilingual children's story manuscripts, and optimization of language content dissemination through digital media. These findings indicate that experiential learning through the MBKM Program is effective in supporting the improvement of literacy, the preservation of local languages, and the development of students' language competencies in a contextual and sustainable manner.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaranhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/20663INTERNALISASI BUDAYA ORGANISASI PMII DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN KARISMATIK2026-03-23T11:51:42+00:00Ahmad Nurkholissantrimbeling1704@gmail.comDuwi Habsari Mutamimahduwihabsari@gmail.comAsis Sustiawanaziz.susti@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji proses internalisasi budaya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAINU Pacitan dalam dalam upaya membangun karakter kepemimpinan karismatik pada para kadernya. PMII sebagai organisasi kemahasiswaan berbasis nilai-nilai Islam dan kebangsaan memiliki sistem kaderisasi yang terstruktur dengan budaya organisasi yang khas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam kepada 9 informan yang mencakup pengurus PMII tingkat komisariat, rayon dan mantan ketua komisariat yang telah menjadi alumni. Selain itu, dilakukan observasi partisipatif pada kegiatan organisasi dan kajian dokumen terkait budaya organisasi PMII. Adapun analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan bahwa internalisasi budaya organisasi PMII berlangsung melalui tiga mekanisme utama: (1) proses kaderisasi berjenjang yang meliputi MAPABA, PKD dan PKL. (2) pembiasaan nilai-nilai organisasi melalui kegiatan rutin seperti pengajian, diskusi, dan aksi sosial; serta (3) keteladanan dari senior dan tokoh PMII. Budaya organisasi PMII yang dibangun di atas landasan nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah, demokrasi, telah mampu membentuk karakter kepemimpinan karismatik yang ditandai dengan: kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, integritas, visi yang jelas, empati, dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Penelitian ini memberikan sumbangsih nyata bagi pengayaan teori kepemimpinan karismatik, khusunya di konteks organisasi kemahasiswaan Islam di Indonesia dan menghadirkan rekomendasi bagi pengembangan sistem kaderisasi organisasi kemahasiswaan.</p> <p><em>This study aims to analyze and examine the process of internalization of the organizational culture of the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) Commissariat of STAINU Pacitan in an effort to develop charismatic leadership character in its cadres. As a student organization based on Islamic and national values, PMII has a structured cadre development system with a distinctive organizational culture. This study used a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews with nine informants, including PMII administrators at the commissariat and rayon levels, and former commissariat heads who are now alumni. In addition, participant observation was conducted on organizational activities and document review related to PMII's organizational culture. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. These findings reveal that the internalization of PMII's organizational culture occurs through three main mechanisms: (1) a tiered cadre development process encompassing MAPABA, PKD, and PKL; (2) familiarization with organizational values through routine activities such as religious study groups, discussions, and social activities; and (3) the exemplary behavior of seniors and PMII figures. PMII's organizational culture, built on the values of Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah and democracy, has been able to shape charismatic leadership characterized by self-confidence, communication skills, integrity, a clear vision, empathy, and the ability to influence others. This research provides a tangible contribution to enriching the theory of charismatic leadership, particularly in the context of Islamic student organizations in Indonesia, and provides recommendations for developing a cadre system for student organizations.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran