https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/issue/feed Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran 2026-08-31T05:13:30+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25789 IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN RESITASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN AL-FAQIH SUMBER NYAMPLONG KOWEL PAMEKASAN 2026-08-26T06:23:07+00:00 Uswatul Baroroh uswalbaroroh04@gmail.com Abd Haris abd.haris@uim.ac.id Abdul Munib pon.ireng@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar sebagian siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diduga berkaitan dengan penerapan metode pembelajaran yang kurang variatif dan cenderung berpusat pada guru. Salah satu alternatif yang diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Faqih Sumber Nyamplong Kowel Pamekasan adalah metode resitasi (penugasan), yang menuntut siswa untuk aktif belajar secara mandiri baik di sekolah maupun di luar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran resitasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa. melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode resitasi dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pemberian tugas, pelaksanaan tugas, dan pertanggungjawaban tugas, yang secara umum mampu meningkatkan pemahaman, kemandirian belajar, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Faktor pendukung meliputi motivasi guru, dukungan sarana pembelajaran, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, dan minimnya pengawasan belajar di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru PAI dalam mengoptimalkan penerapan metode resitasi.</p> <p>This study is motivated by the still-low learning outcomes of some students in Islamic Religious Education (PAI) subject, which is presumed to be related to the application of less varied and teacher-centered learning methods. One alternative applied at SMK Al-Faqih Sumber Nyamplong Kowel Pamekasan is the recitation (assignment) method, which requires students to actively learn independently both at school and outside of school. This study aims to describe the implementation of the recitation learning method in improving student learning outcomes in the PAI subject, as well as to identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. This research employs a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with PAI teachers, the school principal, and students, as well as documentation study. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity examined through source and technique triangulation. The results show that the implementation of the recitation method was carried out in three stages, namely task assignment, task execution, and task accountability, which generally improved students' comprehension, learning independence, and learning outcomes in the PAl subject. Supporting factors include teacher motivation, availability of learning facilities, and a conducive school environment, while inhibiting factors include limited time, differences in students' abilities, and a lack of learning supervision at home. This study is expected to serve as evaluation material for PAI teachers in optimizing the implementation of the recitation method.</p> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24946 PENGARUH LATIHAN KEBUGARAN JASMANI TERHADAP KETERAMPILAN ASSEMBLING (PESERTA DIDIK KELAS REKOM DOJO DAIHATSU SMK AL-MUFTI SUBANG TAHUN 2025) 2026-08-03T04:45:31+00:00 Firman Maryanto firmanmaryanto@gmail.com R. Dadan Pra Rudian guest@jurnalhst.com Tini Martini guest@jurnalhst.com Deni Mudian guest@jurnalhst.com Sopyan Rizki Haryadi guest@jurnalhst.com Arif Pajar Prasetyo guest@jurnalhst.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Latihan Kebugaran Jasmani terhadap keterampilan assembling (peserta didik Kelas Rekom Dojo Daihatsu SMK Al-Mufti Subang Tahun 2025). Sampel penelitian seluruh peserta didik Kelas Rekom Dojo Daihatsu SMK Al-Mufti Subang Tahun 2025 dengan 61 siswa sebagai total sampling. Desain Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif kepada seluruh 61 siswa dengan tanpa membuat perbandingan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan Pre tes, Treatment, dan Post Test. Penelitian dilaksanakan 2 kali penilaian, berupa penilaian Pre Tes dan Penilaian Post test, yakni masing-masing pada aspek Kesegaran Jasmani serta aspek Keterampilan Teknik Assembling. Penelitian ini telah mendapatkan expert judgement. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Latihan Kebugaran Jasmani terhadap keterampilan assembling (peserta didik Kelas Rekom Dojo Daihatsu SMK Al-Mufti Subang Tahun 2025), diantaranya: adanya peningkatan skor rata-rata pada Tingkat Kebugaran Jasmani responden, dari 10,44 pada pre-test menjadi 14,15 pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan adanya perubahan positif pada skor total responden setelah perlakuan atau intervensi yang diberikan. Selain itu, rentang skor juga mengalami perluasan, dari 7–13 pada pre-test menjadi 10–18 pada post-test, yang mengindikasikan adanya variasi peningkatan kemampuan atau pengetahuan responden serta terdapat nya pengaruh peningkatan skor rata-rata pada Keterampilan Teknik Assembling responden. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 61 responden (N = 61) dengan data yang valid secara listwise. Pada pengukuran pre-test (PRE DOJO ASSY SKOR TOTAL), diperoleh nilai minimum sebesar 157, nilai maksimum 179, rata-rata (mean) 168,16, dan standar deviasi 4,673. Sementara itu, pada pengukuran post-test (POST DOJO ASSY SKOR TOTAL), nilai minimum meningkat menjadi 168, nilai maksimum 193, rata-rata 183,49, dan standar deviasi 5,561.</p> <h2>This study investigates the effect of physical fitness training on assembling skills among students of the Rekom Dojo Daihatsu SMK Al-Mufti Subang in 2025. The research involved all students in the Rekom Dojo class, with a total sample of 61 participants selected through total sampling. The study employed a quantitative experimental design, consisting of pre-test, treatment, and post-test assessments. Measurements were conducted twice, focusing on two aspects: physical fitness and assembling technique skills. The results revealed a significant improvement in students’ performance following the intervention. The average score of physical fitness increased from 10.44 in the pre-test to 14.15 in the post-test, indicating a positive change after training. The score range also expanded from 7–13 in the pre-test to 10–18 in the post-test, reflecting greater variation in students’ abilities. Similarly, assembling technique skills showed notable progress. This study has been validated through expert judgment. In the pre-test (PRE DOJO ASSY TOTAL SCORE), the minimum score was 157, the maximum was 179, with a mean of 168.16 and a standard deviation of 4.673. In the post-test (POST DOJO ASSY TOTAL SCORE), the minimum score rose to 168, the maximum to 193, with a mean of 183.49 and a standard deviation of 5.561. These findings demonstrate that physical fitness training has a positive impact on both physical fitness levels and assembling skills among students, supporting the importance of integrating fitness programs into vocational education.</h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25353 PENGARUH METODE LATIHAN PERMAINAN RONDO DAN SMALL SIDE GAMES TERHADAP KETERAMPILAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) MARTIM FA SUKAMANDI U-12 2026-08-11T13:55:05+00:00 Permana Agung permanaagung0306@gmail.com Eden Budi Rosman deden.rosman@gmail.com Deni Mudian denimudian@unsub.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan permainan Rondo dan Small Sided Games terhadap keterampilan passing siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Martim FA Sukamandi U-12. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh latihan permainan rondo terhadap keterampilan passing pemain sepak bola, (2) mengetahui pengaruh latihan small sided games terhadap keterampilan passing pemain sepak bola, (3) mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan permainan rondo dan small sided games pada keterampilan passing pemain sepak bola. &nbsp;Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan Design “Two Group Pretest Postest Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Martim FA Sukamandi U-12 yang berjumlah 20 orang. Sampel yang diambil dari hasil total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan adalah Test passing . Besarnya validitas dalam uji coba ini adalah 0,653 dan reliabilitas dalam uji coba penelitian ini adalah 0,879. Hasil penelitian tersebut dideskripsikan menggunakan analisis statistik deskriptif sebagai berikut, untuk hasil pretest nilai minimal = 3, nilai maksimal = 7, rata-rata (mean) = 5.15, dengan simpang baku (Std. Deviation) = 1,137 sedangkan untuk posttest nilai minimal = 6, nilai maksimal = 10, rata-rata (mean) = 8,35, dengan simpang baku (Std. Deviation) = 1,089, Ada perbedaan yang signifikan antara permainan rondo dan small sided games dengan hasil (mean pretest – mean posttest). Hasil analisis data menunjukan bahwa : Metode latihan small sided games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan passing siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Martim FA Sukamandi U-12, dengan nilai signifikansi p sebesar 0.000 &lt;0.05.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0in .95pt .0001pt 0in;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">The purpose of this study was to determine the effect of Rondo and Small-Sided Games training methods on the passing skills of U-12 players at the Martim FA Sukamandi Soccer School (SSB). The specific objectives of this study were to: (1) determine the effect of Rondo training on soccer players' passing skills; (2) determine the effect of Small-Sided Games training on soccer players' passing skills; and (3) identify the difference in impact between Rondo training and Small-Sided Games training on soccer players' passing skills. This study employed an experimental method using a "Two-Group Pretest-Posttest Design." The population consisted of 20 U-12 players from the Martim FA Sukamandi Soccer School (SSB), with the sample selected via total sampling. A passing test served as the instrument to measure skill levels. The validity coefficient for the test was 0.653, and the reliability coefficient was 0.879. Descriptive statistical analysis of the results showed the following: for the pretest, the minimum score was 3, the maximum was 7, the mean was 5.15, and the standard deviation was 1.137; for the posttest, the minimum score was 6, the maximum was 10, the mean was 8.35, and the standard deviation was 1.089. A significant difference was observed between the Rondo and Small-Sided Games methods based on the pretest and posttest mean scores. Data analysis results indicate that the Small-Sided Games training method had a significant effect on the passing skills of the U-12 players at Martim FA Sukamandi Soccer School (SSB), with a significance value (p) of 0.000 (p &lt; 0.05).</span></h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25089 PENGARUH LATIHAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS BOLA VOLI 2026-08-06T08:17:40+00:00 Agus Abdul Mutolib abdulagus601@gmail.com R Dadan Pra Rudiana Rudiana dadanprarudiana@gmail.com Tini Martini tinimartini@unsub.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan otot lengan terhadap ketepatan servis atas bola voli pada ekstrakulikuler SMK Yadika kalijati. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi ekstrakurikuler bola voli SMK Yadika Kalijati dengan jumlah populasi sebanyak 14 orang, dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 14 sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan yaitu siswi melakukan servis atas. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat pengaruh latihan push up yang signifikan terhadap peningkatan servis atas siswa pada ekstrakurikuler bola voli SMK Yadika Kalijati. Hal ini dibuktikan secara ilmiah melalui hasil analisis yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 &lt; 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan push up secara nyata memberikan pengaruh yang signifikan terhadap servis atas pada siswi.</p> <h2>The purpose of this study was to determine the effect of arm muscle training on the accuracy of volleyball overhand serves in the extracurricular activities of SMK Yadika Kalijati. The sample in this study was female students of SMK Yadika Kalijati volleyball extracurricular with a population of 14 people, and sampling used a total sampling technique to obtain 14 samples. The research method used was an experimental method with a One-Group Pretest-Posttest Design. The instrument used was female students performing overhand serves. Based on the research results obtained, there was a significant effect of push-up training on improving students' overhand serves in SMK Yadika Kalijati volleyball extracurricular activities. This was scientifically proven through the results of the analysis which showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 &lt;0.05, so it can be concluded that push-up training significantly influenced overhand serves in female students.</h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25007 KETERAMPILAN GURU BAHASA INDONESIA MENDIAGNOSIS KEBUTUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK DAN PEMANFAATANNYA DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING 2026-08-05T07:59:10+00:00 Rizki Pardini 220201029@student.hamzanwadi.ac.id Khirjan Nahdi khirjan.nw@hamzanwadi.ac.id Lalu Fakihuddin elfasanija@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan guru Bahasa Indonesia dalam mendiagnosis kebutuhan belajar peserta didik dan pemanfaatannya dalam penyusunan perencanaan pembelajaran berbasis Deep Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 13 guru Bahasa Indonesia dari lima SMP dan MTs di beberapa desa di Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. Kuesioner 20 butir digunakan sebagai teknik pengumpulan data utama, sedangkan wawancara dan analisis modul ajar digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterampilan Guru Bahasa Indonesia Mendiagnosis Kebutuhan Belajar Peserta Didik Dan Pemanfaatannya Dalam Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Berbasis Deep Learning berada pada kategori sangat terampil, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4,41. Data pendukung menunjukkan bahwa hasil diagnosis telah dimanfaatkan dalam menentukan tujuan, strategi, aktivitas, dan asesmen pembelajaran. Namun, pemanfaatannya masih perlu diperkuat, terutama dalam pemetaan kebutuhan individual, diagnosis nonkognitif, serta penerjemahan hasil diagnosis ke dalam aktivitas dan tugas yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.</p> <h2>This study aims to describe the skills of Indonesian language teachers in diagnosing students' learning needs and utilizing these findings to formulate lesson plans based on the Deep Learning approach. A descriptive quantitative approach using a survey method was employed. The study involved 13 Indonesian language teachers from five junior high schools (SMP and MTs) located in several villages within the Wanasaba District, East Lombok. A 20-item questionnaire served as the primary data collection tool, while interviews and an analysis of teaching modules provided supporting data. The results indicate that the teachers' skills in diagnosing students' learning needs and applying these insights to Deep Learning-based lesson planning fall into the "highly skilled" category, with an overall mean score of 4.41. Supporting data reveal that diagnostic results have been utilized to determine learning objectives, strategies, activities, and assessments. However, this application requires further strengthening, particularly regarding the mapping of individual needs, non-cognitive diagnosis, and the translation of diagnostic findings into activities and tasks that align with students' specific needs.</h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25952 IMPLEMENTASI NILAI AKIDAH AKHLAK SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN LITERASI DIGITAL BERETIKA DI KALANGAN PELAJAR 2026-08-29T02:51:19+00:00 Rodhiyah rodhiyahzu244@gmail.com Irma Nurfaddillah irmanurfaddillah09@gmail.com Mu'alimin mualimin1213@gmail.com Muhammad Bohori bohoribungo@gmail.com Norma Sayufita fitriyanti220405@gmail.com Aldi Saputra arpansa2004@gmail.com Muhammad Yasir yasircoegg99@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai kemudahan bagi pelajar dalam mengakses dan menyebarkan informasi, namun pada saat yang sama menimbulkan berbagai persoalan etika, seperti penyebaran informasi yang tidak benar, penggunaan bahasa yang tidak santun, serta kurangnya tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan nilai akidah akhlak sebagai landasan dalam membentuk literasi digital yang beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai akidah akhlak sebagai upaya membangun literasi digital beretika di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan dan analisis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, meliputi artikel jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik lainnya yang membahas akidah akhlak, literasi digital, etika digital, dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan menginterpretasikan informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kesantunan, tabayyun, dan penghormatan terhadap orang lain dapat menjadi landasan moral bagi pelajar dalam menggunakan teknologi digital. Implementasi nilai tersebut dapat mendorong pelajar untuk bersikap kritis terhadap informasi, bijak dalam berkomunikasi, bertanggung jawab terhadap konten yang disebarkan, serta menghindari perilaku digital yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0in .95pt .0001pt 0in;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">The rapid development of digital technology has provided students with greater access to and opportunities for sharing information, but it has also created various ethical challenges, including the spread of misinformation, inappropriate language use, and a lack of responsibility in digital interactions. These conditions highlight the importance of strengthening Islamic faith and moral values (aqidah and akhlaq) as a foundation for developing ethical digital literacy. This study aims to describe the implementation of aqidah and akhlaq values as an effort to develop ethical digital literacy among students. This study employs a descriptive qualitative method using a literature review approach. Data were obtained through the analysis of relevant literature, including scholarly journal articles, books, and other academic sources discussing aqidah and akhlaq, digital literacy, digital ethics, and character education. The data were analyzed descriptively by identifying, examining, interpreting, and synthesizing information relevant to the research focus. The findings indicate that values such as honesty, trustworthiness, responsibility, politeness, tabayyun (verification of information), and respect for others can serve as moral foundations for students in using digital technology. The implementation of these values encourages students to critically evaluate information, communicate responsibly, take accountability for the content they share, and avoid digital behaviors that may harm themselves or others. Therefore, integrating aqidah and akhlaq values into digital literacy education represents a strategic effort to develop students who are not only digitally competent but also possess strong character and ethical awareness in utilizing digital technology.</span></h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24950 IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA BAGI GURU DI SMAN HAMPARAN PERAK 2026-08-03T05:16:32+00:00 Helda Indriani heldaindriani108@gmail.com Hamidah darmahamidah@gmail.com Khairina Afni khairinaafni89@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi media pembelajaran berbasis canva oleh guru dalam proses pembelajaran di SMA Negeri Hamparan Perak Tahun Pelajaran 2025–2026 serta mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,967. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran berbasis canva oleh guru berada pada kategori kurang baik. Hal ini ditunjukkan oleh persentase indikator perencanaan sebesar 43,75%, pelaksanaan sebesar 42,22%, evaluasi sebesar 43,89%, respons dan keterlibatan siswa sebesar 45,14%, serta kendala penggunaan media sebesar 44,17%. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan jaringan internet, perangkat pembelajaran yang belum memadai, gangguan pada proyektor, keterampilan guru dalam menggunakan canva yang masih perlu ditingkatkan, waktu yang cukup lama dalam pembuatan media pembelajaran, dan rendahnya keaktifan dan keterlibatan sebagian siswa dalam pembelajaran.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0in .95pt .0001pt 0in;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">This study aimed to determine the implementation of canva-based learning media by teachers in the learning process at SMA Negeri Hamparan Perak in the 2025–2026 academic year and to identify the obstacles encountered in its implementation. This study employed a descriptive quantitative approach with a sample of 30 students. Data were collected through questionnaires and interviews. The research instrument was tested and obtained a Cronbach’s Alpha value of 0.967. Data were analyzed using descriptive percentage analysis. The findings revealed that the implementation of canva-based learning media was categorized as poor. The percentages obtained were 43.75% for planning, 42.22% for implementation, 43.89% for evaluation, 45.14% for student response and engagement, and 44.17% for obstacles. The obstacles included unstable internet access, limited learning devices, projector problems, teachers’ limited skills in using canva, the time required to prepare learning media, and low student participation in learning activities.</span></h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25354 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATERI AJAR SENAM LANTAI SISWA KELAS VI DI SD NEGERI MARGAMULYA KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN SUBANG 2026-08-12T02:07:07+00:00 Rizki Al Fauzi rizkialfauzi172@gmail.com Aris Risyanto arisrisyanto@unsub.ac.id Sopyan Rizki Haryadi sopyanrizki@unsub.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan siswa kelas VI dalam melakukan gerakan pembelajaran senam lantai serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi kemampuan tersebut di SD Negeri Margamulya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih beragamnya kemampuan siswa dalam melakukan gerakan guling depan, guling belakang, dan meroda, yang diduga dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri Margamulya yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa tes praktik senam lantai yang meliputi guling depan, guling belakang, dan meroda, serta angket berisi 25 butir pernyataan untuk mengukur faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan siswa dalam pembelajaran senam lantai. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk nilai rata-rata, persentase, dan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas VI dalam melakukan gerakan pembelajaran senam lantai berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata gabungan sebesar 73,17. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan siswa terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang meliputi aspek jasmani, kelelahan, dan psikologis memperoleh persentase sebesar 73,97%, sedangkan faktor eksternal yang meliputi faktor sekolah dan masyarakat memperoleh persentase sebesar 72,92%. Faktor yang paling dominan memengaruhi kemampuan siswa adalah faktor sekolah dengan persentase sebesar 75,21%, terutama pada indikator metode pembelajaran sebesar 77,08%. Pada faktor internal, indikator intelegensi memberikan kontribusi tertinggi dengan persentase sebesar 80,00%. Dengan demikian, kemampuan siswa dalam melakukan gerakan senam lantai dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, sehingga diperlukan pembelajaran yang inovatif, didukung fasilitas yang memadai, serta kondisi fisik dan psikologis siswa yang baik untuk meningkatkan hasil belajar.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0cm .95pt .0001pt 0cm;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">This study aims to find out the factors that affect sixth-grade students' ability to perform floor gymnastics movements and to identify which factor most dominantly affects this ability at SD Negeri Margamulya, Pabuaran District, Subang Regency. This research is motivated by the varying abilities of students in performing forward rolls, backward rolls, and cartwheels, which are suspected to be influenced by both internal and external factors. This study uses a quantitative descriptive method with a survey approach. The research population is all sixth-grade students at SD Negeri Margamulya, totaling 30 students. The sampling technique uses total sampling, so the entire population is used as the research sample. The research instruments include a floor gymnastics practice test covering forward rolls, backward rolls, and cartwheels, as well as a questionnaire containing 25 statements to measure the factors affecting students' abilities in learning floor gymnastics. The data is analyzed using descriptive statistics in the form of averages, percentages, and categories. The research results show that sixth-grade students' ability to perform floor exercise movements is in the fair category, with an overall average score of 73.17. The factors that affect students' abilities consist of internal and external factors. Internal factors, which include physical aspects, fatigue, and psychological aspects, account for 73.97%, while external factors, which include school and community factors, account for 72.92%. The most dominant factor affecting students' abilities is the school factor at 75.21%, especially in the learning methods indicator at 77.08%. In internal factors, the intelligence indicator contributes the most with a percentage of 80.00%. Thus, students' ability to perform floor gymnastics movements is influenced by a combination of internal and external factors, so innovative learning is needed, supported by adequate facilities, as well as good physical and psychological conditions of the students to improve learning outcomes.</span></h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25125 PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KELINCAHAN PADA ANAK EKSTRAKULIKULER BOLA FUTSAL DI SMAN 1 PABUARAN 2026-08-07T08:30:13+00:00 Dede Nazmudin Islami dhenyslami@gmail.com Deden Budi Rosman deden.rosman@gmail.com Aris Risyanto arisrisyanto@unsub.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan zig-zag run terhadap kelincahan siswa pada ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Pabuaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Pabuaran sebanyak 15 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelincahan siswa adalah Shuttle Run Test (10 meter). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan kelincahan yang signifikan, di mana rata-rata waktu tempuh membaik dari 15,91 detik (pretest) menjadi 13,66 detik (posttest). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (&lt; 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan zig-zag run memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Pabuaran.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0cm .95pt .0001pt 0cm;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">The purpose of this study was to determine the effect of zig-zag run training on the agility of students participating in the futsal extracurricular program at SMAN 1 Pabuaran. The study sample consisted of students from the SMAN 1 Pabuaran futsal extracurricular program; the total population was 15 individuals, and the total sampling technique was employed, resulting in a sample size of 15. An experimental method utilizing a One-Group Pretest-Posttest design was used. The Shuttle Run Test was the instrument used to measure student agility. The research results indicate a significant effect of zig-zag run training on improving the agility of students in the SMAN 1 Pabuaran futsal extracurricular program. This is scientifically evidenced by analysis results showing a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (&lt; 0.05); thus, it can be concluded that zig-zag run training has a significant impact on student agility.</span></h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/25012 PENGARUH DISIPLIN KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 TANJUNG PURA TAHUN PELAJARAN 2025/2026 2026-08-05T08:57:47+00:00 Anggi anggi17271@gmail.com Rabukit Damanik rabukitdamanik21@gmail.com <p>Penelitian ini berfokus pada pengkajian dampak disiplin kerja para pendidik terhadap performa pengajaran di SMK Negeri 1 Tanjung Pura untuk periode akademis 2025/2026. Studi ini mengadopsi metodologi kuantitatif melalui rancangan penelitian asosiatif. Total populasi penelitian terdiri dari 88 pendidik, dengan pengambilan sampel sebanyak 47 pendidik menggunakan formula Slovin. Metode pengumpulan informasi dilaksanakan dengan distribusi kuesioner, sementara peninjauan data memanfaatkan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, dan analisis regresi linear sederhana menggunakan dukungan SPSS versi 22. Studi yang dilakukan mengindikasikan bahwa kedisiplinan pengajar memiliki korelasi yang positif serta substansial terhadap performa pengajaran mereka. Temuan ini didukung oleh analisis regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga menguatkan penerimaan hipotesis yang diajukan. Koefisien korelasi (R) yang bernilai 0,841 mengindikasikan adanya keteratan hubungan yang signifikan antara tingkat disiplin kerja pendidik dengan performa mengajar mereka. Lebih lanjut, koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,707 merinci bahwa disiplin kerja pendidik menyumbang 70,7% terhadap variabilitas performa mengajar. Sisa 29,3% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang berada di luar cakupan penelitian ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peningkatan disiplin kerja pendidik berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas performa mengajar.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0cm .95pt .0001pt 0cm;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">This study aimed to determine the effect of teachers' work discipline on teaching performance at State Vocational High School (SMK) 1 Tanjung Pura in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach using an associative research method. The population consisted of 88 teachers, while 47 teachers were selected as the sample using the Slovin formula. Data were collected through questionnaires and analyzed using validity testing, reliability testing, descriptive statistics, normality testing, and simple linear regression analysis with SPSS version 22. The results showed that teachers' work discipline had a positive and significant effect on teaching performance. This was indicated by a significance value of 0.000 &lt; 0.05, meaning that the research hypothesis was accepted. The correlation coefficient (R) of 0.841 indicated a very strong relationship between teachers' work discipline and teaching performance, while the coefficient of determination (R Square) of 0.707 indicated that teachers' work discipline contributed 70.7% to teaching performance, whereas the remaining 29.3% was influenced by other factors not examined in this study. Therefore, higher teachers' work discipline leads to better teaching performance.</span></h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24995 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGUAT KARAKTER DI SMA AL- IHSAN KECAMATAN WAMPU 2026-08-04T06:39:37+00:00 Fauzia Oktaviana fauziaoktaviana204@gmail.com Hamidah Darma darmahamidah@gmail.com Lendra Faqrurrowzi lendra_f@stkipbudidaya.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan buat mengevaluasi dalam melaksanakan Program Penguatan Karakterdi SMA Al- Ihsan Kecamatan Wampu dengan meggunakan Program evaluasi CIPP yang meliputi aspek context, Input, Prosess dan Product. Penelitian ini disusun dengan motede Kualitatif agar memperoleh pemahaman secara luas tentang penyelenggaraan program penguat karakter dilingkungan sekolah. Pada proses pelaksanaan penelitian pelaksanaan, pengkaji bertidak sebagai istrumen utama yang terlibat secara langsung dalam tahapan pengumpulan data di lapangan. Evalusi dilakukan dengan mencermati kebutuhan dan tujuan program, temuan ini memperlihatkan bahwa guru memiliki peran aktif pada megintegrasikan penguatan karakter, baik pada kegiatan pembelajaran di kelas maupun melali aktivitas di luar kelas. Implementasi program juga terlihat dari pembiasaan yang diterapkan secara konsisten pada aktivitas disekolah. Berdasarkan perolehan pengamatan perserta didik terbiasa dengan peraturan yang dibuat oleh sekolah. Dengan demikian Program penguatan karakter di SMA Al- Ihsan Kecamatan Wampu telah berjalan dengan baik melalui keterlibatan Guru, pembiasaan positif, serta penerapan peraturan yang sekaligus membentuk karekter siswa.</p> <h2>This study aims to evaluate the implementation of the Character Strengthening Program at SMA Al-Ihsan, Wampu District, using the CIPP evaluation model, which includes the aspects of Context, Input, Process, and Product. This study employed a qualitative method to obtain a comprehensive understanding of the implementation of the character strengthening program within the school environment. During the research process, the researcher served as the primary instrument and was directly involved in the stages of field data collection. The evaluation was conducted by examining the needs and objectives of the program. The findings indicate that teachers play an active role in integrating character strengthening values, both in classroom learning activities and in various activities outside the classroom. The implementation of the program is also reflected in the consistent habits practiced throughout school activities. Based on the observation results, students have become accustomed to complying with the rules established by the school. Therefore, the Character Strengthening Program at SMA Al-Ihsan, Wampu District, has been implemented effectively through teachers’ active involvement, positive habituation, and the consistent enforcement of school regulations, which collectively contribute to the development of students’ character.</h2> 2026-08-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran