https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/issue/feed Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran 2026-06-29T17:44:40+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23648 ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENELITIAN KUALITATIF 2026-06-28T05:05:55+00:00 Ikhsan Wicaksono ikhsanwicaksono01@guru.smp.belajar.id Suparni lalasuparni@gmail.com Yamaaluddiin yamaaluddiin1012@guru.sd.belajar.id Feri Kurniawan ferikurniawan2602@gmail.com Endah Hartini endahyumna10@gmail.com Puji Winaryu winayudhewe10@gmail.com Ainuna Via Argi Putri nunaputri234@gmail.com Farida Nugrahani farida.nugrahani1@gmail.com <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis teks narasi siswa sekolah dasar, baik dalam mengonstruksi struktur teks yang runtut maupun dalam menerapkan kaidah ejaan yang baku. Keterbatasan ini diperkuat oleh kuatnya pengaruh bahasa lisan sehari-hari dan minimnya otomatisasi aturan kebahasaan dalam tulisan formal siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam karakteristik kemampuan struktur teks narasi serta memetakan tingkat kesesuaian dan jenis kesalahan ejaan berdasarkan PUEBI/EYD pada dokumen karangan siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan analisis dokumen portofolio karangan pengalaman pribadi siswa. Guna memberikan solusi teoretis atas hambatan literasi yang ditemukan, hasil analisis diagnostik ini disintesis sebagai landasan bagi perencanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui model pembelajaran berbasis genre yang eksplisit. Hasil temuan menunjukkan adanya polarisasi kemampuan yang tajam berdasarkan strata akademik siswa. Struktur pembuka (orientasi) dan penutup (resolusi) telah dikuasai dengan baik oleh mayoritas siswa (di atas 66%), namun hambatan besar terjadi pada penyusunan plot isi (komplikasi) yang cenderung datar, monoton, bahkan mengalami lompatan alur (jumping plot). Sementara itu, pada aspek kebahasaan, penguasaan ejaan siswa tergolong masih sangat rendah. Peneliti mengidentifikasi tiga galat mekanis utama yang mendominasi, yaitu kesalahan pemakaian huruf kapital (42%), kekeliruan penempatan serta absensi tanda baca titik dan koma (34%), serta interferensi kosakata dan afiksasi bahasa daerah (Jawa) sebesar 24%. Pembahasan menyimpulkan bahwa kompetensi mekanis kebahasaan anak berkembang lebih lambat daripada kemampuan menuangkan ide, sehingga memerlukan intervensi pembelajaran yang inovatif, terprogram, dan korektif.</p> <p><em>This research is initiated by the low narrative text writing skills of elementary school students, specifically in constructing a coherent text structure and applying standardized spelling rules. This limitation is further intensified by the strong influence of daily spoken language and the lack of spelling automation in students' formal writing. The purpose of this study is to describe in depth the characteristics of narrative text structural competence and to map the level of compliance along with the types of spelling errors based on PUEBI/EYD in the written works of fifth-grade elementary school students. The research method employed is descriptive qualitative through a portfolio document analysis approach of students' personal experience essays. To provide a theoretical solution to the identified literacy barriers, the results of this diagnostic analysis are synthesized as a foundational basis for planning Classroom Action Research (CAR) utilizing an explicit genre-based learning model. The findings indicate a sharp polarization of ability based on the students' academic strata. While the introductory structure (orientation) and concluding structure (resolution) have been well-mastered by the majority of students (above 66%), significant obstacles occur in organizing the plot of the body (complication), which tends to be flat, monotonous, or even experience jumping plots. Meanwhile, in the linguistic aspect, students' mastery of spelling is still relatively low. The researcher identified three dominating mechanical errors: misuses of capital letters (42%), misplacements and absences of periods and commas (34%), and interferences of regional language (Javanese) vocabulary and affixation (24%). The discussion concludes that children's mechanical language competence develops at a slower pace than their ability to express narrative ideas, thereby requiring innovative, structured, and corrective instructional interventions.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/22412 IMPLEMENTASI KEDISIPLINAN SEKOLAH DALAM MEMBENTUK PERILAKU SISWA DI MA AL-FALAH GUNUNG SINDUR BOGOR 2026-06-01T02:53:02+00:00 Safia Marliani marlianisafia6@gmail.com Seftiyani seftiyani2023@gmail.com Ava Minata Sabila avafminatasabila@gmail.com Angelia Febrifani aangeliafebrifani@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji implementasi kedisiplinan sekolah dalam membentuk perilaku siswa di Madrasah Aliyah Al-Falah Gunung Sindur Bogor. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum (Wakasek Kurikulum), serta analisis dokumen selama pelaksanaan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan sekolah diterapkan melalui sistem tata tertib, pemantauan kehadiran, serta mekanisme sanksi dan penghargaan. Penerapan tersebut terbukti berkontribusi dalam membentuk perilaku siswa yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Namun demikian, inkonsistensi penegakan aturan dan rendahnya kesadaran disiplin pada sebagian siswa masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedisiplinan sekolah merupakan elemen fundamental dalam pembentukan karakter positif peserta didik di lingkungan madrasah.</p> <h2>This study examines the implementation of school discipline in shaping student behavior at Madrasah Aliyah Al-Falah Gunung Sindur Bogor. Employing a qualitative descriptive approach, data were gathered through participatory observation, semi-structured interviews with the school principal (Kepala Sekolah) and the vice principal for curriculum affairs (Wakasek Kurikulum), and document analysis during the School Field Practice Program (PLP). The findings reveal that school discipline is implemented through a system of conduct regulations, attendance monitoring, and reward-and-sanction mechanisms. These measures have demonstrably contributed to forming more orderly, responsible, and respectful student behavior. Nevertheless, inconsistencies in rule enforcement and a low level of self-discipline awareness among certain students remain as persistent challenges. This study concludes that effective school discipline is a foundational element in building positive student character within the context of Islamic educational institutions.</h2> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23372 PENGARUH MOTIVASI KERJA, GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KANTOR KOPERASI PERKASA NALO TANTAN 2026-06-22T11:27:39+00:00 Sarinah sarinahrina584@gmail.com Alfiatun alviatun654@gmail.com Fhaiqa Bintari fhaiqabintari@gmail.com Aulia Rahmayanti aramayanti47@gmail.com Anisa Rahmawati anisaermawati09@gmail.com Dwi Astuti dwiastuti7512@gmail.com Ahmad Gigin ginlumat701@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja Kantor Koperasi Perkasa Nalo Tantan. Kajian ini disusun dalam konteks mata kuliah Perilaku Organisasi pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Merangin. Metode yang digunakan adalah rancangan penelitian kuantitatif asosiatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup berskala Likert. Data yang dirancang dalam penelitian terdiri atas data primer berupa jawaban responden terhadap indikator motivasi kerja, gaya kepemimpinan, dan kinerja pegawai, serta data sekunder berupa literatur ilmiah dan dokumen pendukung organisasi. Instrumen penelitian disusun ke dalam 24 butir pernyataan yang mencakup tiga variabel utama. Analisis data yang direncanakan meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa motivasi kerja berperan dalam mendorong semangat, tanggung jawab, dan ketekunan pegawai, sedangkan gaya kepemimpinan berperan dalam membentuk arahan kerja, komunikasi, dan dukungan organisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kinerja kantor koperasi dapat ditingkatkan melalui penguatan motivasi pegawai dan penerapan gaya kepemimpinan yang komunikatif, adil, serta berorientasi pada pembinaan.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of work motivation and leadership style on the performance of Koperasi Perkasa Nalo Tantan office. The article was developed in the context of Organizational Behavior in the Economic Education Study Program of Universitas Merangin. The method used is an associative quantitative research design with data collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire. The research data consist of primary data in the form of respondents’ answers to indicators of work motivation, leadership style, and employee performance, as well as secondary data from scientific literature and organizational documents. The research instrument consists of 24 statement items covering three main variables. The planned data analysis includes validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The literature review indicates that work motivation encourages enthusiasm, responsibility, and persistence, while leadership style shapes work direction, communication, and organizational support. This study emphasizes that cooperative office performance can be improved through stronger employee motivation and a communicative, fair, and development-oriented leadership style.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23287 PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS SMP: DAMPAK PEMBELAJARAN SAINS TERINTEGRASI ETHNO-SSI MELALUI PROSES PEREBUSAN KUPANG SIDOARJO 2026-06-20T11:25:21+00:00 Putri Sucianti Sucianti 25030795051@mhs.unesa.ac.id Zainul Arifin Imam Supardi guest@jurnalhst.com Laily Rosdiana guest@jurnalhst.com Beni Setiawan guest@jurnalhst.com Utama Alan Deta guest@jurnalhst.com <p>Purpose – Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan perangkat pembelajaran, peningkatan keterampilan berpikir kritis, dan respon murid terhadap pembelajaran dengan menerapkan perangkat pembelajaran terintegrasi Ethno-SSI dalam proses perebusan kupang Sidoarjo pada materi suhu dan kalor. Methodology – Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate).&nbsp; Result – Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal proses perebusan kupang Sidoarjo relevan untuk digunakan sebagai sumber belajar kontekstual. Berdasarkan hasil validasi para ahli, perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat valid dan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat praktis digunakan dengan persentase 88%. Pengujian efektivitas menggunakan uji T berpasangan menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis murid kategori sedang dengan skor N-Gain 0,69. Contribution – Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan kearifan lokal Sidoarjo perebusan kupang melalui perangkat pembelajaran guided inquiry terintegrasi ethno-SSI dapat direkomendasikan menjadi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23004 ANALISIS UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM RITUAL VAU DI DESA TAYANDO YAMTEL KECAMATAN TAYANDO TAM (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) 2026-06-14T03:13:40+00:00 Ahmat Renhoat renhoat2403@gmail.com Nanik H nanikhandayani@uinambon.ac.id Susi Hardila L susi.hardila@uinambon.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendenskripsikan bentuk serta makna simbol yang terdapat dalam analisis ungkapan tradisional dalam ritual vau berdasarkan kajian enolinguistik. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa ungkapan tradisional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui&nbsp; wawancara, obserfasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan terbagi menjadi beberapa tahap utama: wasar (peminangan), hurak (menanyakan hari pernikahan), iyak sit yahau lilan (pemasangan cincin), serta tahapan penyerahan mahar benda pusaka (lela, mariyam, gong) dan ritus distribusi logistik (bawiyar ai). Secara semiotis, penggunaan metafora seperti kembang rumah (bung funn) merepresentasikan atas marwah kesucian perempuan, sementara retorika defensif pada negosiasi mahar yang berat berhasil mendekonstruksi nilai material menjadi kompromi humanis berbasis kekeluargaan. Puncak dari prosesi ini yakni, nyanyian (wiran sowo lar naba wo / im wo am wo) yang berfungsi menghapus diferensiasi suku dan melebur sekat sosial ke dalam satu garis keturunan sejarah leluhur yang sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh rumusan tutur tradisional tersebut beroperasi sebagai "arsip lisan" kolektif yang kokoh, mengutamakan nilai kemanusiaan.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0in .95pt .0001pt 0in;"><span style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">This research aims to identify and describe the forms and meanings of symbols embedded in the traditional expressions of the Vau ritual from an ethnolinguistic perspective. A descriptive qualitative method was employed in this study. The research data consist of traditional expressions, which were collected through interviews, observation, and documentation techniques.The results demonstrate that these traditional expressions are structured across several main stages: Wasar (the proposal), Hurak (determining the wedding day), Iyak sit yahau lilan (the exchange of rings), as well as the stages of handing over heirloom dowries (Lela, Mariyam, Gong) and the logistics distribution rite (bawiyar ai). Semiotically, the use of metaphors such as "house flower" (bung funn) represents the purity and dignity of womenMeanwhile, the defensive rhetoric employed during intense dowry negotiations successfully deconstructs material values into a humanist compromise rooted in kinship.The climax of this procession features the chanting of ritual songs (Wiran sowo lar naba wo / Im wo am wo), which functions to dissolve clan differentiation and dismantle social barriers, merging them into a single historical lineage of shared ancestry. This study concludes that the entire formulation of these traditional speeches operates as a robust collective "oral archive" that prioritizes human values.</span></h2> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23656 DINAMIKA PERALIHAN OTORITAS WALI NASAB KE WALI HAKIM DI KABUPATEN DHARMASRAYA: ANALISIS YURIDIS-EMPIRIS PERSPEKTIF FIQIH SYAFI‘IYAH DAN PMA NOMOR 30 TAHUN 2024 2026-06-28T08:42:06+00:00 Muhammad Syarif Akmal syarifakmal1976@gmail.com Busyro busyro.pro18@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis peralihan otoritas perwalian dari wali nasab ke wali hakim di Kabupaten Dharmasraya perspektif Fiqih Syafi‘iyah dan PMA Nomor 30 Tahun 2024. Menggunakan metode yuridis-empiris pendekatan multi-situs pada lima KUA di Dharmasraya, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama Kepala KUA selaku pemangku Wali Hakim. Temuan lapangan menunjukkan mayoritas kasus peralihan wali disebabkan oleh status anak luar nikah (ṭiflun gairu syar'ī) dan wali ghaib. Penelitian mengonfirmasi garis batas kewenangan yang tegas: KUA dapat mengeksekusi peran wali hakim secara langsung pada kasus użur syar'ī normatif (anak luar nikah dan wali ghaib), namun untuk kasus wali adhal, KUA secara mutlak mewajibkan Surat Penetapan Pengadilan Agama. Berdasarkan perspektif Fiqih Syafi‘iyah dan prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah, ketertiban administratif melalui aplikasi SIMKAH dinilai sebagai implementasi hifẓ al-nasl (perlindungan keturunan) yang wajib diprioritaskan guna meminimalisasi dampak destruktif nikah sirri bagi perempuan dan anak.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/22507 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG HURUF ANAK USIA 4–5 TAHUN MELALUI EKSPERIMEN SAINS “HURUF MUNCUL DI PERMUKAAN AIR” 2026-06-03T09:56:53+00:00 Gusti Rika Murliani gustirika13@gmail.com Ahmad Suriansyah a.suriansyah@ulm.id Rizky Amelia rizkyamelia@ulm.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang huruf anak usia 4–5 tahun melalui eksperimen sains “Huruf Muncul di Permukaan Air” di TK Annisa Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan anekdot. Kemampuan anak diamati berdasarkan lima indikator, yaitu menyebutkan lambang huruf, membedakan bentuk huruf, mengurutkan huruf sederhana, menghubungkan lambang huruf dengan bunyi awal, serta meniru atau menulis bentuk huruf. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal lambang huruf pada setiap tahap. Pada pra-siklus, anak yang mencapai ketuntasan berjumlah 4 anak atau 26,67%. Pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 9 anak atau 60,00%. Pada siklus II, ketuntasan kembali meningkat menjadi 13 anak atau 86,67%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa eksperimen sains “Huruf Muncul di Permukaan Air” dapat membantu anak mengenal lambang huruf melalui kegiatan yang konkret, visual, eksploratif, dan menyenangkan. Secara teoretis, temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kegiatan sains sederhana dan literasi awal dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini. Secara praktis, kegiatan ini dapat menjadi pilihan media pembelajaran bagi guru PAUD karena mudah diterapkan, menggunakan alat sederhana, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.</p> <p>This study aims to improve the ability of children aged 4–5 years to recognize letter symbols through the science experiment “Letters Appearing on the Water Surface” at TK Annisa Banjarbaru. This study used Classroom Action Research (CAR), which was conducted in three stages: pre-cycle, cycle I, and cycle II. The research subjects consisted of 15 children aged 4–5 years. Data were collected through observation, documentation, and anecdotal notes. Children’s ability was observed based on five indicators: mentioning letter symbols, distinguishing letter shapes, arranging simple letters, connecting letter symbols with initial sounds, and imitating or writing letter shapes. The results showed an increase in children’s ability to recognize letter symbols at each stage. In the pre-cycle, 4 children, or 26.67%, achieved mastery. In cycle I, mastery increased to 9 children, or 60.00%. In cycle II, mastery increased again to 13 children, or 86.67%. This improvement shows that the science experiment “Letters Appearing on the Water Surface” can help children recognize letter symbols through concrete, visual, exploratory, and enjoyable activities. Theoretically, this finding shows that integrating simple science activities and early literacy can be an effective learning alternative for early childhood education. Practically, this activity can serve as a learning medium for PAUD teachers because it is easy to apply, uses simple materials, and suits children’s developmental characteristics.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23584 EVALUASI PROGRAM KETERAMPILAN DI MADRASAH ALIYAH KOTA PAYAKUMBUH MODEL CIPP 2026-06-26T10:36:19+00:00 Agus Darman agus.darman1976@gmail.com Iswantir M iswantir@uinbukittinggi.ac.id <p>Program keterampilan merupakan salahsatu inovasi pendidikan madrasah yang bertujuan meningkatkan mutu lulusan madrasah yang berdaya saing tidak hanya dalam penguasaan ilmu agama dan ilmu umum namun juga siap terjun ke lapangan kerja. Kota Payakumbuh memiliki dua madrasah yang menyelenggarakan program tersebut yaitu MAN 1 Kota Payakumbuh dan MAN 3 Kota Payakumbuh. Program keterampilan yang dilaksanakan adalah teknik pengelasan, tata busana, agribisnis tanaman pangan dan holtikultura (ATPH), tata rias/kecantikan, dan teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap program keterampilan yang diselenggarakan tersebut melaui pendekatan Contex, Input, Process, Product (CIPP). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi, data diperoleh melalui wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi konteks terhadap program keterampilan di MAN Kota Payakumbuh sudah memenuhi unsur manfaat, kebutuhan, sumber daya, mengatasi masalah, memiliki latar belakang dan didukung oleh lingkungan internal dan eksternal madrasah.&nbsp; Evaluasi input terhadap program keterampilan sudah memenuhi unsur pemanfaatan sumber daya, startegi, biaya, ruang lingkup dan perencanaan program. Secara umum sudah memadai namun diperlukan pembenahan dan pemenuhan sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru dan pengembangan program yang lebih kekinian terutama untuk MAN 3 Kota Payakumbuh.&nbsp; Evaluasi proses sudah memenuhi unsur pelaksanaan, pengembangan, pengawasan dan umpan balik program. Tampak sudah berlangsung dengan baik berkat dukungan dari berbagai aspek walaupun ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti pembenahan partisipasi dan motivasi belajar siswa terutama di MAN 3 Kota Payakumbuh.&nbsp; Evaluasi produk sudah memenuhi unsur dampak, efektifitas, pemodelan, keberlanjutan, dan perbaikan program.</p> <p><em>The vocational program is an educational innovation in madrasahs aimed at improving the quality of graduates to be competitive, not only in mastering religious and general sciences but also in being ready to enter the workforce. Payakumbuh City has two madrasahs implementing this program, namely MAN 1 Kota Payakumbuh and MAN 3 Kota Payakumbuh. The vocational programs carried out include welding engineering, fashion design, food crops and horticulture agribusiness (ATPH), cosmetology/beauty care, and motorcycle engineering and business (TBSM). The purpose of this study is to evaluate the implemented vocational programs through the Context, Input, Process, and Product (CIPP) approach. The research method used is evaluation research, with data obtained through interviews, questionnaires, observations, and documentation. The results show that the context evaluation of the vocational programs at MAN Kota Payakumbuh has fulfilled the elements of benefits, needs, resources, problem-solving, background, and support from both the internal and external environments of the madrasah. The input evaluation of the vocational programs has met the elements of resource utilization, strategy, budgeting, scope, and program planning. In general, it is adequate, but improvements and fulfillment of infrastructure, enhancement of teacher competence, and the development of more modern programs are required, particularly for MAN 3 Kota Payakumbuh. The process evaluation has fulfilled the elements of program implementation, development, supervision, and feedback. It appears to have progressed well due to support from various aspects, although several areas need refinement, such as improving student participation and learning motivation, especially at MAN 3 Kota Payakumbuh. The product evaluation has satisfied the elements of impact, effectiveness, modeling, sustainability, and program improvement.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23362 PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI ANAK DALAM KEGIATAN SEKAMI DI STASI SANTA THERESIA LOANG 2026-06-22T09:06:53+00:00 Anggela Marice Ema Duan eladuan31@gamil.com Hendrikus Febrianto Fernandez hendrikusfdz@stprenya-lrt.sch.id Krisantus Minggu Kwen krisantus@stprenya-lrt.sch.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya partisipasi anak dalam kegiatan SEKAMI di Stasi Santa Theresia Loang. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan anak yang kurang aktif, mudah bosan, dan kurang fokus ketika kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, penggunaan media audiovisual dipilih sebagai salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan minat dan keterlibatan anak selama kegiatan SEKAMI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media audiovisual dalam kegiatan SEKAMI serta kontribusinya terhadap partisipasi anak di Stasi Santa Theresia Loang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pendamping SEKAMI, anak-anak SEKAMI, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual membantu menciptakan suasana kegiatan yang lebih menarik dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih antusias, aktif menjawab pertanyaan, terlibat dalam diskusi, serta lebih semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Media audiovisual juga membantu anak lebih mudah memahami materi karena disajikan melalui gambar, suara, dan video yang sesuai dengan usia mereka. Selain itu, pendamping merasa terbantu dalam menyampaikan materi sehingga proses pendampingan menjadi lebih efektif. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa media audiovisual memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan partisipasi anak pada kegiatan SEKAMI di Stasi Santa Theresia Loang. Peran media audiovisual tampak pada meningkatnya perhatian, keaktifan, keterlibatan, dan antusiasme anak selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, media audiovisual dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung kegiatan pendampingan iman anak agar lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami.</p> <p><em>This research was motivated by the low participation of children in SEKAMI activities at Santa Theresia Loang Station. In its implementation, some children were still found to be less active, easily bored, and less focused during the activities. Therefore, audiovisual media were chosen as an alternative to help increase children's interest and involvement in SEKAMI activities. This study aimed to describe the implementation of audiovisual media in SEKAMI activities and its contribution to children's participation at Santa Theresia Loang Station.This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The informants consisted of SEKAMI facilitators, SEKAMI children, and parents. The findings revealed that the use of audiovisual media helped create a more interesting and enjoyable learning atmosphere. The children appeared more enthusiastic, actively answered questions, participated in discussions, and showed greater motivation throughout the activities. Audiovisual media also helped children understand the material more easily because it was presented through images, sounds, and videos appropriate to their age level. In addition, the facilitators felt supported in delivering the material, making the mentoring process more effective. Based on the findings, it can be concluded that audiovisual media made a positive contribution to improving children's participation in SEKAMI activities at Santa Theresia Loang Station. The role of audiovisual media was reflected in the increased attention, activeness, involvement, and enthusiasm of children during the activities. Therefore, audiovisual media can serve as an effective tool to support children's faith formation activities by making them more engaging, interactive, and easier to understand.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23249 SURVEI MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBEJALARAN PJOK DIKELAS VIII SMP SWASTA SANTO XAVERIUS 1 KABANJAHE TAHUN AJARAN 2025/2026 2026-06-19T13:09:27+00:00 Yoga Sugama Barus yogabarus123@gmail.com Aser Paul Nainggolan aser.paul0432@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat dan motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas VIII SMP Swasta Santo Xaverius 1 Kabanjahe Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 109 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 36 siswa kelas VIII A yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis accidental sampling. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat dan motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran PJOK berada pada kategori tinggi dengan persentase indeks sebesar 80,5%. Berdasarkan jenis kelamin, persentase minat belajar siswa laki-laki sebesar 83,1% dan siswa perempuan sebesar 76,7%, sedangkan persentase motivasi belajar siswa laki-laki sebesar 86,3% dan siswa perempuan sebesar 80,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP Swasta Santo Xaverius 1 Kabanjahe memiliki minat dan motivasi yang baik dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah diharapkan dapat mempertahankan serta meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK melalui metode pembelajaran yang inovatif dan penyediaan fasilitas olahraga yang memadai.</p> <p>This study aimed to determine the level of students' interest and learning motivation toward Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning among eighth-grade students at Santo Xaverius 1 Private Junior High School Kabanjahe in the 2025/2026 academic year. This research employed a quantitative descriptive method with a survey design. The population consisted of 109 eighth-grade students, while the sample comprised 36 students from class VIII A selected using a non-probability sampling technique, namely accidental sampling. The research instrument was a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using descriptive percentage analysis. The results showed that the level of students' interest and learning motivation toward PJOK learning was categorized as high, with an index percentage of 80.5%. Based on gender, the percentage of learning interest among male students was 83.1% and female students was 76.7%, while the percentage of learning motivation among male students was 86.3% and female students was 80.2%. These findings indicate that eighth-grade students at Santo Xaverius 1 Private Junior High School Kabanjahe have good interest and motivation in participating in PJOK learning. Therefore, teachers and schools are expected to maintain and improve the quality of PJOK learning through innovative teaching methods and adequate sports facilities.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23678 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR GULING DEPAN SMP N 03 MUKOMUKO 2026-06-29T06:59:35+00:00 Zhafran Yafi Aprilianto zhafranyafiaprilianto@gmail.com Sri Gusti Handayani srigusti@fik.unp.ac.id Zulbahri zulbahri@fik.unp.ac.id Dessi Novita Sari dessinovita10@fik.unp.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan rendahnya capaian hasil pembelajaran guling depan di kalangan siswa kelas VIII A SMPN 03 Mukomuko. Dari 32 siswa, hanya 14 atau 43,75% berhasil memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. 18 siswa lainnya, atau 56,25%, tetap berada di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana penggunaan video sebagai media pembelajaran berdampak pada peningkatan hasil belajar guling depan siswa kelas VIII sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Ini dilakukan dengan membuat desain satu grup pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas VIII A secara keseluruhan, dan sampel diambil dengan teknik total sampling. Alat pengumpul data berupa tes unjuk kerja keterampilan guling depan, yang dilaksanakan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian perlakuan berupa pemutaran video pembelajaran. Teknik analisis data menerapkan uji paired sample t-test guna mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar antara kedua tahap tersebut. Temuan penelitian mengindikasikan adanya pengaruh yang berarti dari penggunaan video pembelajaran terhadap kemampuan guling depan siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 16,44 pada pretest menjadi 22,03 pada posttest, dengan tingkat signifikansi (p &lt; 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video membantu siswa kelas VIII A SMPN 03 Mukomuko memperbaiki keterampilan gerak guling depan mereka. Oleh karena itu, media ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode kreatif untuk mengajar olahraga di sekolah.</p> <p><em>This study was motivated by the issue of low learning outcomes regarding the forward roll skill among Grade VIII A students at SMPN 03 Mukomuko. Out of 32 students, only 14 (43.75%) successfully met the Minimum Mastery Criterion (KKM) of 75, while the remaining 18 students (56.25%) scored below this threshold. The study aimed to examine the impact of using video as an instructional medium on improving the students' forward roll performance. A quantitative experimental approach was employed, specifically utilizing a one-group pretest-posttest design. The study involved the entire class of 32 Grade VIII A students, selected via total sampling. Data collection relied on a performance test assessing forward roll skills, administered both before (pretest) and after (posttest) the intervention—which consisted of showing an instructional video. Data analysis utilized a paired-sample t-test to determine the difference in mean learning outcomes between the two stages. The findings indicate a significant influence of the instructional video on the students' forward roll ability; the mean score rose from 16.44 in the pretest to 22.03 in the posttest, with a significance level of p &lt; 0.05. Thus, it can be concluded that the use of video media helped Grade VIII A students at SMPN 03 Mukomuko improve their forward roll technique. Consequently, this medium serves as a viable creative alternative for teaching physical education in schools</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/22659 MANAJEMEN KEPALA PAUD ANNISA BANJARBARU DALAM MEMBANGUN KEDISIPLINAN GURU 2026-06-07T08:29:23+00:00 Gusti Rika Murliani rikagusti13@gmail.com Aslamiah aslamiah@ulm.ac.id <p>Kedisiplinan guru dalam pendidikan anak usia dini merupakan aspek penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang tertib, terarah, dan berkualitas. Guru PAUD tidak hanya bertanggung jawab mengajar, tetapi juga mendampingi anak, menyiapkan kegiatan pembelajaran, melengkapi administrasi, dan menjadi teladan dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen Kepala PAUD Annisa Banjarbaru dalam membangun kedisiplinan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di PAUD Annisa Banjarbaru pada Juni 2026. Informan penelitian terdiri atas satu kepala PAUD dan empat guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepala PAUD dilakukan melalui perencanaan aturan kedisiplinan, pembagian tugas, pembinaan rutin, keteladanan, motivasi, teguran yang mendidik, serta pengawasan terhadap kehadiran, ketepatan waktu, pelaksanaan pembelajaran, dan pekerjaan administrasi. Hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa kehadiran guru dipantau secara rutin, guru hadir sebelum pembelajaran dimulai, dan menyiapkan media pembelajaran di kelas. Kedisiplinan guru tercermin dalam disiplin waktu, disiplin tugas, disiplin administrasi, dan kepatuhan terhadap aturan lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kepala PAUD yang terarah, konsisten, dan komunikatif dapat membangun kedisiplinan guru serta mendukung mutu layanan pendidikan anak usia dini.</p> <h2>Teacher discipline in early childhood education is an important aspect of creating orderly, well-directed, and quality educational services. PAUD teachers are not only responsible for teaching, but also for assisting children, preparing learning activities, completing administrative tasks, and serving as role models in daily behavior. This study aims to describe the management of the Head of PAUD Annisa Banjarbaru in building teacher discipline. This study used a descriptive qualitative approach and was conducted at PAUD Annisa Banjarbaru in June 2026. The research informants consisted of one PAUD head and four teachers selected purposively. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the management of the PAUD head in building teacher discipline was carried out through the planning of disciplinary rules, task distribution, routine guidance, role modeling, motivation, educative reprimands, and supervision of attendance, punctuality, learning implementation, and administrative work. The results of observation and documentation show that teacher attendance was regularly monitored, teachers arrived before learning activities began, and teachers prepared learning media in the classroom. Teacher discipline was reflected in time discipline, task discipline, administrative discipline, and compliance with institutional rules. This study concludes that well-directed, consistent, and communicative management by the PAUD head can build teacher discipline and support the quality of early childhood education services.</h2> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran