Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp id-ID Thu, 30 Jul 2026 19:00:11 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH MANAJEMEN WAKTU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK SWASTA GKPS 3 PEMATANGSIANTAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24459 <p>Manajemen waktu merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kemampuan siswa dalam mengatur waktu secara efektif dapat membantu meningkatkan disiplin belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta memaksimalkan pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMK Swasta GKPS 3 Pematangsiantar Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi penelitian berjumlah 66 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Pengolahan data dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara manajemen waktu dengan hasil belajar siswa. Siswa yang mampu menyusun tujuan belajar, membuat jadwal, menghindari penundaan, serta memanfaatkan waktu secara efektif cenderung memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mampu mengelola waktunya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen waktu merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, kemampuan mengelola waktu perlu ditingkatkan melalui pembiasaan disiplin belajar, pendampingan guru, serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga guna meningkatkan kualitas pembelajaran.</p> <p><em>Time management is one of the important factors influencing students' learning outcomes. Students who are able to manage their time effectively tend to have better learning discipline, complete assignments on time, and achieve higher academic performance. This study aimed to determine the effect of time management on the learning outcomes of Grade XI students at GKPS 3 Vocational High School Pematangsiantar in the 2025/2026 academic year. This research employed a quantitative approach using a correlational survey method. The population consisted of 66 students, all of whom were selected as the research sample using the total sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the normality test followed by the Spearman Rank correlation test because the data were not normally distributed. The analysis was performed using IBM SPSS Statistics. The findings revealed a positive and significant relationship between time management and students' learning outcomes. Students who were able to set learning goals, organize study schedules, avoid procrastination, and utilize their time efficiently tended to achieve better academic performance than those with poor time management skills. These findings indicate that time management contributes to improving students' learning outcomes. Therefore, students' time management skills should be enhanced through learning discipline, teacher guidance, and support from both the school and family environments to improve the quality of learning.</em></p> Rosalina Sirait, Ulima Manurung, Susy Alestriani Sibagariang Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24459 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM ERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SIWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK MIFTAHUL HIDAYAH SUMBER NANGKA DUKO TIMUR LARANGAN LUAR PAMEKASAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23743 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Google Classroom terhadap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Miftahul Hidayah Sumber Nangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Miftahul Hidayah Sumber Nangka dengan jumlah sampel sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, serta uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Google Classroom memiliki pengaruh terhadap kemandirian belajar siswa. Penggunaan Google Classroom membantu siswa dalam mengakses materi, mengerjakan tugas, mengatur waktu belajar, serta meningkatkan tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, Google Classroom dapat menjadi media pembelajaran alternatif dalam mendukung kemandirian belajar siswa, khususnya ketika guru tidak dapat hadir secara langsung di kelas.</p> <h2 style="text-align: justify; margin: 0cm .95pt .0001pt 0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 11.0pt; font-weight: normal;">This study aims to determine the effect of using Google Classroom as a learning media on students’ learning independence in Islamic Religious Education subjects at SMK Miftahul Hidayah Sumber Nangka. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population of this study consisted of students at SMK Miftahul Hidayah Sumber Nangka, with a sample of 34 students. Data collection techniques were carried out through questionnaires, observations, interviews, and documentation. The data were analyzed using validity tests, reliability tests, normality tests, and simple linear regression analysis. The results of the study indicate that the use of Google Classroom as a learning media has an effect on students’ learning independence. The use of Google Classroom helps students access learning materials, complete assignments, manage study time, and improve their responsibility in the learning process. Therefore, Google Classroom can be used as an alternative learning media to support students’ independent learning, especially when teachers are unable to attend classroom learning activities directly</span></h2> Alfia Kamalia, H Atnawi Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23743 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X DI SMAN 1 TITEHENA TAHUN PELAJARAN 2025/2026 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24315 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 1 Titehena Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Titehena Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus dengan jumlah responden sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai tₕᵢₜᵤₙg sebesar 5,750 yang lebih besar daripada tₜₐᵦₑₗ sebesar 1,671 (5,750 &gt; 1,671) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05 (0,000 &lt; 0,05). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,731 + 0,410X dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,363, yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS)&nbsp; berkontribusi sebesar 36,3% terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMAN 1 Titehena Tahun Pelajaran 2025/2026.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of the implementation of the cooperative learning model of the think pair share (TPS) type on student learning outcomes in the subject of economics of class X at SMAN 1 Titehena in the 2025/2026 Academic Year. This study uses a causal associative research type with a quantitative approach. The population in this study were all students of class X of SMAN 1 Titehena in the 2025/2026 Academic Year. The sampling technique used a census technique with a total of 60 students as respondents. Data collection techniques used were questionnaires and documentation. The data analysis technique used simple linear regression analysis with a significance level of 5%. The results of the study indicate that the implementation of the cooperative learning model of the think pair share (TPS) type has a positive and significant effect on student learning outcomes. This is evidenced by the tₕᵢₜᵤₙg value of 5.750 which is greater than tₜₐᵦₑₗ of 1.671 (5.750 &gt; 1.671) and a significance value of 0.000 which is smaller than 0.05 (0.000 &lt; 0.05). The regression equation obtained is Y = 24.731 + 0.410X with a coefficient of determination (R²) of 0.363, which indicates that the application of the think pair share (TPS) type cooperative learning model contributes 36.3% to student learning outcomes. Thus, it can be concluded that the application of the think pair share (TPS) type cooperative learning model has a positive and significant effect on student learning outcomes in the subject of economics for class X at SMAN 1 Titehena in the 2025/2026 academic year.</em></p> Maria Uba Sarabiti, Reinaldis Masi, Maria Anita Titu Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24315 Thu, 16 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MEDIA PUZZLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS V SDN 3 KAPAR TABALONG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23797 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas V SDN 3 Kapar melalui penggunaan media puzzle. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle mampu meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa. Pada tahap pra siklus diperoleh rata-rata nilai 74,64% dengan ketuntasan belajar sebesar 50%. Pada siklus I rata-rata nilai meningkat menjadi 87,35% dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Pada siklus II rata-rata nilai kembali meningkat menjadi 92,21% dengan kategori sangat baik. Penilaian sikap siswa yang meliputi kerja sama dan keaktifan juga mengalami peningkatan dari 89,28% pada siklus I menjadi 92,85% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas V SDN 3 Kapar.</p> <p><em>This Classroom Action Research aimed to improve the descriptive text writing skills of fifth-grade students at SDN 3 Kapar through the use of puzzle media. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 14 students, consisting of 8 female students and 6 male students.Data were collected through observation sheets, writing tests, and documentation. The results showed that the use of puzzle media significantly improved students' descriptive writing skills. In the pre-cycle stage, the average student score was 74.64%, with only 50% of students achieving mastery learning. After implementing puzzle media in Cycle I, the average score increased to 87.35%, with classical learning mastery reaching 100%. In Cycle II, the average score further increased to 92.21%, indicating a very good category. Students' attitudes, including cooperation and activeness, also improved from 89.28% in Cycle I to 92.85% in Cycle II. The findings indicate that puzzle media can enhance students' participation, cooperation, confidence, and ability to organize ideas into descriptive texts. Therefore, puzzle media is an effective learning tool for improving descriptive writing skills in elementary school students.</em></p> Maimunah, Isna Kasmilawati, Rahidatul Laila Agustina Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23797 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN METODE CERITA BERANTAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV SDN 3 KAPAR TABALONG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23792 <p>Keterampilan berbicara merupakan kompetensi inti yang harus dikembangkan dalam pembelajran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, namun kenyataannya&nbsp; menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan berbicara dengan lancar dan percaya diri karena dominasi metode ceramah yang kurang memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih berbicara secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV melalui penerapan metode cerita berantai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 16 siswa kelas IV SDN 3 Kapar Tabalong. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan berbicara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan klasikal yang konsisten dari 37,5% pada kondisi awal menjadi 87,5% dengan rata-rata nilai kelas 83,87 pada akhir Siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa metode cerita berantai efektif menciptakan pembelajran yang aktif dan kolaboratif sehingga mampu meningkatkan keberanian, kelancaran, dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.</p> <p><em>Speaking skills are a core competency that must be developed in Indonesian language learning in elementary schools. However, many students still struggle to speak fluently and confidently due to the dominance of the lecture method, which provides little opportunity for active speaking practice. This study aims to improve the speaking skills of fourth-grade students through the application of the story-telling method in Indonesian language learning. The study used Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 16 fourth-grade students at SDN 3 Kapar Tabalong. Data collection was conducted through observation, speaking skills tests, and documentation. The results showed a consistent increase in classical mastery from 37.5% at the beginning to 87.5%, with an average class score of 83.87 at the end of Cycle II. These findings demonstrate that the story-telling method is effective in creating active and collaborative learning, thereby increasing students' courage, fluency, and confidence in speaking.</em></p> Gusti Annisa Nur Aziza, Isna Kasmilawati Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23792 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPS MA’ARIF NU 2 BLU’RAN KARANG PENANG SAMPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24756 <p>Model pembelajaran yang menarik sangat penting untuk membantu siswa memahami pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana guru menerapkan model pembelajaran Generative Learning. kendala yang dihadapi di kelas, serta dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan Pendidikan agama islam siswa di SMPS Ma'arif NU 2 Blururan Karang Penang Sampang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui Teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru mata Pelajaran Pendidikan agama islam, dan perwakilan siswa sebagai informan kunci. Data tersebut kemudian dianalisis melalui tiga tahap: memilah data (reduksi), menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan agama islam menerapkan empat langkah utama Generative Learning, yaitu: (1) memancing pengetahuan awal siswa (recall), (2) mengubungkan materi baru dengan pemahaman siswa (integration), (3) mengajak siswa menyusun peta konsep/rangkuman (organization), dan (4) mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari (elaboration). Penerapan cara belajar ini terbukti membuat siswa lebih cepat memahami materi PAI dan mengingatnya lebih lama. Kendati demikian, sekolah masih menghadapi tantangan berupa beragamnya kemampuan awal agama siswa serta terbatasnya fasilitas media digital di daerah pedesaan.</p> <p><em>An engaging learning model is essential to help students thoroughly understand Islamic Religious Education (PAI) lessons. This study aims to explain how teachers implement the Generative Learning model, the classroom obstacles encountered, and its impact on enhancing students' Islamic religious knowledge at SMPS Ma'arif NU 2 Blururan Karang Penang Sampang. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was directly conducted through interview techniques, observation, and documentation involving the principal, Islamic Religious Education subject teachers, and representative students as key informants. The data were subsequently analyzed through three stages: data reduction, data display, and drawing conclusions. The results indicate that Islamic Religious Education teachers implement four main steps of Generative Learning, namely: (1) stimulating students' prior knowledge (recall), (2) connecting new material with students' understanding (integration), (3) guiding students to construct mind maps/summaries (organization), and (4) relating the material to daily life (elaboration). The implementation of this learning approach is proven to enable students to comprehend PAI material faster and retain it longer. Nevertheless, the school still faces challenges such as the varying initial religious backgrounds of students and the limited digital media facilities in rural areas</em></p> Irodatus Sholihah, Ummu Kulsum, Abd. Haris, Supandi Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24756 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED PROBLEMS DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MA’ARIF 1 PAMEKASAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23757 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran Fiqih. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah melalui penerapan model pembelajaran Open ended problems yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan berbagai alternatif solusi terhadap suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Open ended problems dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMP Ma’arif 1 Pamekasan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah, guru Fiqih, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Open ended problems pada mata pelajaran Fiqih dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyajian masalah terbuka, pemahaman masalah, eksplorasi berbagai alternatif solusi, diskusi dan presentasi hasil, serta penarikan kesimpulan. Penerapan model ini mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa yang ditunjukkan melalui kemampuan memahami masalah, menganalisis berbagai alternatif penyelesaian, memberikan argumentasi yang logis, serta mengaitkan solusi dengan dalil dan ketentuan hukum Islam. Faktor pendukung implementasi model ini meliputi kompetensi guru, keaktifan siswa, serta dukungan sekolah terhadap pembelajaran inovatif. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan siswa dalam memahami masalah, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya keberanian sebagian siswa dalam mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Open ended problems efektif diterapkan dalam pembelajaran Fiqih karena mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kritis, dan bermakna.</p> Nurul Laili, Ummu Kulsum, Moh. Subhan, Supandi Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23757 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA BOOKLET MATERI SIKLUS HIDUP HEWAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERPIKIR KREATIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24438 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran booklet pada materi siklus hidup hewan guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas III SD Negeri 1 Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 26 siswa kelas III yang memperoleh perlakuan pembelajaran menggunakan media booklet. Data hasil belajar dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan bantuan program Jamovi. Hasil uji normalitas menunjukkan data pretest (p = 0,131) dan posttest (p = 0,053) berdistribusi normal (p &gt; 0,05). Rata-rata skor pretest siswa sebesar 60,3 meningkat menjadi 81,7 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 0,54 yang tergolong kategori sedang. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t = -12,5; df = 25; p &lt; 0,001) dengan effect size yang sangat besar (Cohen's d = -2,44). Dapat disimpulkan bahwa media booklet materi siklus hidup hewan yang dikembangkan melalui model ADDIE efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus mendukung keterampilan berpikir kreatif siswa di sekolah dasar.</p> <p><em>This study aims to develop a booklet as a learning medium on the life cycle of animals to enhance the creative thinking skills of third-grade students at SD Negeri 1 Dongos, Kedung Subdistrict, Jepara Regency. The research design used was Research and Development (R&amp;D) based on the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects consisted of 26 third-grade students who received instruction using the booklet learning material. Learning outcome data were collected through pretests and posttests, then analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the paired-sample t-test with the assistance of Jamovi. The results of the normality test indicated that the pretest data (p = 0.131) and posttest data (p = 0.053) were normally distributed (p &gt; 0.05). The students’ average pretest score of 60.3 increased to 81.7 on the posttest, with an N-Gain of 0.54, which falls into the moderate category. The t-test results showed a significant difference between the pretest and posttest scores (t = -12.5; df = 25; p &lt; 0.001) with a very large effect size (Cohen’s d = -2.44). It can be concluded that the booklet on the life cycle of animals, developed using the ADDIE model, is effective in improving learning outcomes while also fostering students’ creative thinking skills in elementary school.</em></p> Vera Widiasari Febrianingrum, Aan Widiyono Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/24438 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST DI MA AL-ULA LARANGAN SLAMPAR TLANAKAN PAMEKASAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23806 <p>Pembelajaran Al-Qur’an Hadist merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam pendidikan agama Islam yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik terhadap sumber utama ajaran Islam serta membentuk sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan beberapa kendala, seperti penggunaan model pembelajaran yang cenderung bersifat konvensional sehingga menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menarik, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran Picture and Picture dalam meningkatkan keberhasilan belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di MA Al-Ula Larangan Slampar Tlanakan Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala madrasah, guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadist, dan siswa MA Al-Ula Larangan Slampar Tlanakan Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan media gambar membantu siswa memahami materi secara lebih konkret, meningkatkan daya ingat, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan. Model ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mengurutkan, menganalisis, dan menjelaskan gambar sesuai dengan materi yang dipelajari. Dengan demikian, model pembelajaran Picture and Picture dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan keberhasilan belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist.</p> <p><em>Learning the Qur’an and Hadith is one of the important subjects in Islamic education that aims to provide students with an understanding of the main sources of Islamic teachings and to develop attitudes and behaviors based on Islamic values. However, the learning process still faces several challenges, such as the use of conventional learning models that cause students’ involvement in learning activities to remain low. Therefore, an innovative learning model is needed to create an active, interesting, and meaningful learning environment. This study aims to determine the implementation of the Picture and Picture learning model in improving students’ learning achievement in the Qur’an and Hadith subject at MA Al-Ula Larangan Slampar Tlanakan Pamekasan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the head of the madrasah, the Qur’an and Hadith teacher, and students of MA Al-Ula Larangan Slampar Tlanakan Pamekasan. The results of the study indicate that the implementation of the Picture and Picture learning model can improve students’ involvement in the learning process. The use of picture-based media helps students understand learning materials more concretely, enhances memory, trains critical thinking skills, and creates a more active and enjoyable learning atmosphere. This model also provides opportunities for students to observe, arrange, analyze, and explain pictures related to the learning materials. Therefore, the Picture and Picture learning model can be an alternative learning strategy to improve students’ learning achievement in the Qur’an and Hadith subject.</em></p> Dianatul Islamiyah, Moh Subhan, Supandi, Ummu Kulsum Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23806 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DAN PEMANFAATAN SCAFFOLDING PADA OPERASI BILANGAN BULAT DAN PECAHAN DI SMP NEGERI 13 MAKASSAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23795 <p>Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi bilangan bulat dan pecahan masih sering ditemukan, meliputi kesalahan konseptual, prosedural, dan teknik yang berdampak pada rendahnya pemahaman dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kesalahan siswa, menganalisis bentuk pemanfaatan scaffolding, serta mengukur perubahan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain explanatory sequential. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 13 Makassar, dipilih secara purposive sampling berdasarkan tingkat kesalahan. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik, wawancara mendalam, dan observasi pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa siswa dengan kesalahan rendah cenderung mengalami kesalahan teknik, siswa kesalahan sedang dominan kesalahan prosedural, sedangkan siswa kesalahan tinggi mengalami ketiga jenis kesalahan secara bersamaan. Penerapan scaffolding yang disesuaikan dengan tingkat kesalahan terbukti efektif mengurangi kesalahan dan meningkatkan hasil belajar dengan rata-rata peningkatan N-Gain sebesar 0,62 (kategori sedang).</p> <p><em>Students’ errors in solving integer and fraction operations are still common, including conceptual, procedural, and technical errors that affect understanding and learning outcomes. This study aims to describe types of students’ errors, analyze the use of scaffolding, and measure changes in learning outcomes before and after treatment. This research employed a mixed methods approach with an explanatory sequential design. The subjects were seventh-grade students at SMP Negeri 13 Makassar, selected using purposive sampling based on error levels. Data were collected through diagnostic tests, in-depth interviews, and classroom observations. Results showed that students with low errors tended to make technical mistakes, those with moderate errors mostly made procedural errors, while students with high errors exhibited all three types repeatedly. The implementation of scaffolding adapted to error levels effectively reduced mistakes and improved learning outcomes, with an average N-Gain of 0.62 (moderate improvement).</em></p> Andi Nur Annisa Pratiwi S, Awi Dassa, Ahmad Zaki Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23795 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 DEIKSIS BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS DALAM FILM KUALI HANGUS KAJIAN PRAGMATIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23774 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis dalam film Kuali Hangus menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data berupa tuturan yang mengandung deiksis dalam dialog film, yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 92 kutipan dialog yang mengandung lima jenis deiksis, yaitu deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Deiksis persona ditemukan sebanyak 76 data, deiksis tempat 20 data, deiksis waktu 18 data, deiksis wacana 5 data, dan deiksis sosial 8 data. Jumlah keseluruhan temuan mencapai 127 data karena satu kutipan dialog dapat memuat lebih dari satu jenis deiksis. Deiksis persona menjadi jenis yang paling dominan karena sering digunakan dalam interaksi antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam film Kuali Hangus tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk acuan tuturan, tetapi juga mencerminkan hubungan sosial dan nilai budaya masyarakat Melayu Sambas.</p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>This study aims to describe the forms and functions of deixis in the film Kuali Hangus using a pragmatic approach. The research employed a descriptive qualitative method. The data consisted of utterances containing deixis in the film dialogues, collected through observation and note-taking techniques. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, while validity was ensured through theory triangulation. The findings revealed 92 dialogue excerpts containing five types of deixis: person, place, time, discourse, and social deixis. Person deixis was found in 76 data, place deixis in 20 data, time deixis in 18 data, discourse deixis in 5 data, and social deixis in 8 data. The total number of deictic expressions reached 127 because a single dialogue excerpt could contain more than one type of deixis. Person deixis was the most dominant type due to its frequent use in character interactions. The findings indicate that deixis in Kuali Hangus functions not only as a reference marker in communication but also as a reflection of social relationships and the cultural values of the Sambas Malay community.</em></p> Tasya, Saptiana Sulastri, Eti Ramaniyar Hak Cipta (c) 2026 Inovasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran https://oaj.jurnalhst.com/index.php/ipp/article/view/23774 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000