PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO UNTUK ORGANISASI BERBASIS DIGITAL: SINERGI MULTIDISIPLIN DAN KETAHANAN SIBER

Penulis

  • Nadia Arsita Handayani UIN STS Jambi
  • Elni Dwi Putri UIN STS Jambi
  • Mia Faradila UIN STS Jambi
  • Riska Fitria Rahmadani UIN STS Jambi
  • Illiya Faiza UIN STS Jambi
  • Reffy Angellina UIN STS Jambi

Kata Kunci:

Manajemen Risiko, Transformasi Digital, Kepemimpinan Adaptif, Keamanan Siber, Learning Agility

Abstrak

Transformasi digital (DT) telah meningkatkan risiko dengan kompleksitas yang cepat meningkat di era Industri 4. 0. Situasi ini mengharuskan organisasi beralih dari manajemen risiko yang reaktif ke pendekatan yang lebih proaktif, terpadu, dan berfokus pada ketahanan siber. Artikel ini bertujuan untuk merancang kerangka kerja manajemen risiko (MR) yang komprehensif melalui integrasi studi dari berbagai disiplin ilmu. Analisis ini menekankan pentingnya sinergi antara Hukum (untuk kepatuhan dan pengelolaan risiko kontraktual), Teknik Industri (untuk metode analisis, prinsip efisiensi, dan lean), serta Teknologi Informasi (TI) (untuk aspek keamanan dan standar sistematis). Kerangka kerja ini sangat penting untuk mengurangi ancaman cyber-physical di era Industri 4. 0, risiko dalam rantai pasok digital, serta pelanggaran kebijakan. Keberhasilan dalam penerapan sangat dipengaruhi oleh faktor manusia, terutama Kepemimpinan Adaptif dan kultur yang mendukung Learning Agility serta Psychological Safety. Kerangka yang diusulkan menggabungkan model tata kelola (GCG) dan standar teknis (ISO 31000, COBIT, NIST) untuk memastikan transparansi finansial, ketahanan siber fisik, serta kemampuan organisasi untuk beradaptasi.

Digital Digital transformation (DT) has increased risks with rapidly increasing complexity in the era of Industry 4.0. This situation requires organizations to shift from reactive risk management to a more proactive, integrated, and cyber-resilient approach. This article aims to design a comprehensive risk management (RM) framework through the integration of studies from various disciplines. This analysis emphasizes the importance of synergy between Law (for compliance and contractual risk management), Industrial Engineering (for analysis methods, efficiency principles, and lean), and Information Technology (IT) (for security aspects and systematic standards). This framework is crucial for mitigating cyber-physical threats in the Industry 4.0 era, risks in the digital supply chain, and policy violations. Successful implementation is highly influenced by human factors, particularly Adaptive Leadership and a culture that supports Learning Agility and Psychological Safety. The proposed framework combines governance models (GCG) and technical standards (ISO 31000, COBIT, NIST) to ensure financial transparency, cyber-physical resilience, and organizational adaptability.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30