IMPLEMENTASI INTEGRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KLINIK DENGAN PLATFORM SATUSEHAT MENGGUNAKAN STANDAR HL7 FAST HEALTHCARE INTEROPERABILITY RESOURCES (FHIR)
Kata Kunci:
Interoperabilitas, HL7 FHIR, SATUSEHAT, Rekam Medis Elektronik, Sistem Informasi Manajemen KlinikAbstrak
Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong kebutuhan akan interoperabilitas data antar fasilitas pelayanan kesehatan melalui platform SATUSEHAT yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk mewujudkan pertukaran data yang terstandarisasi, platform tersebut mengadopsi standar Health Level Seven Fast Healthcare Interoperability Resources (HL7 FHIR) sebagai dasar komunikasi antar sistem informasi kesehatan. Namun, banyak sistem informasi manajemen klinik masih menggunakan struktur data internal yang berbeda sehingga memerlukan mekanisme integrasi agar mampu berkomunikasi dengan platform nasional secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan integrasi antara sistem informasi manajemen klinik dengan platform SATUSEHAT menggunakan standar HL7 FHIR. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan interoperabilitas, pemetaan struktur basis data lokal ke dalam resource FHIR, implementasi mekanisme autentikasi OAuth 2.0, pengembangan proses sinkronisasi data master (Location, Patient, dan Practitioner), serta integrasi data pelayanan klinis yang mencakup Encounter, Condition, dan Observation. Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme pencatatan log sinkronisasi dan penanganan kesalahan untuk meningkatkan keandalan proses pertukaran data. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan transformasi dan sinkronisasi data rekam medis elektronik ke platform SATUSEHAT sesuai standar HL7 FHIR. Mekanisme pencarian identitas sebelum pembuatan resource berhasil meminimalkan duplikasi data, sedangkan penerapan kode ICD-10, LOINC, dan UCUM meningkatkan kesesuaian semantik data klinis. Implementasi OAuth 2.0 serta mekanisme logging mendukung keamanan, keterlacakan, dan keandalan proses integrasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan standar HL7 FHIR dapat meningkatkan interoperabilitas sistem informasi kesehatan serta mendukung implementasi rekam medis elektronik yang terintegrasi pada ekosistem kesehatan nasional.


