ANTARA KARIER DAN PERNIKAHAN: DILEMA GENERASI Z DALAM TINJAUAN FILSAFAT HUKUM KELUARGA ISLAM

Penulis

  • Nadila Ulandari Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai (INSAN)
  • Salsa Mayzahra Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai (INSAN)
  • Putri Mawarda Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai (INSAN)
  • Gunawan Ar Ridho Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai (INSAN)
  • Ahmad Syabas Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai (INSAN)

Kata Kunci:

Generasi Z, Hukum Keluarga Islam, Karier, Kemaslahatan, Maqāṣid Al-Syarī‘Ah, Pernikahan

Abstrak

Fenomena pergeseran orientasi hidup pada Generasi Z menunjukkan kecenderungan untuk lebih mengutamakan karier dibandingkan pernikahan, meskipun dalam perspektif Hukum Keluarga Islam (HKI), pernikahan tetap dipandang sebagai institusi yang memiliki nilai sosial sekaligus spiritual yang penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis dilema tersebut melalui pendekatan filsafat hukum Islam dengan fokus pada maqāṣid al-syarī‘ah, menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada dasarnya tidak terdapat pertentangan antara karier dan pernikahan dalam Islam, melainkan keduanya dapat berjalan beriringan secara seimbang untuk mencapai kemaslahatan hidup. Dalam konteks tema “Antara Karier dan Pernikahan: Dilema Generasi Z dalam Tinjauan Filsafat Hukum Keluarga Islam,” pilihan Generasi Z tidak seharusnya dipahami secara dikotomis, karena dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, karier dan pernikahan justru saling melengkapi dalam menjaga agama, jiwa, dan keturunan. Oleh sebab itu, kuatnya orientasi terhadap karier tetap dapat selaras dengan komitmen pernikahan selama berlandaskan prinsip keseimbangan, skala prioritas, dan kemaslahatan, sehingga dilema yang muncul lebih berkaitan dengan pengelolaan nilai dan waktu daripada konflik ajaran Islam itu sendiri.

The phenomenon of shifting life orientations in Generation Z shows a tendency to prioritize career over marriage, although from the perspective of Islamic Family Law (IHL), marriage is still seen as an institution that has important social and spiritual values. This study aims to analyze this dilemma through an Islamic legal philosophy approach with a focus on maqāṣid al-syarī‘ah, using qualitative methods based on literature studies. The results of the study indicate that there is basically no conflict between career and marriage in Islam, but rather both can go hand in hand in balance to achieve the benefit of life. In the context of the theme "Between Career and Marriage: The Dilemma of Generation Z in the Review of Islamic Family Law Philosophy," Generation Z's choices should not be understood dichotomously, because within the framework of maqāṣid al-syarī‘ah, career and marriage actually complement each other in preserving religion, life, and offspring. Therefore, a strong orientation towards career can still be in harmony with a commitment to marriage as long as it is based on the principles of balance, priority scale, and benefit, so that the dilemma that arises is more related to the management of values and time than a conflict between Islamic teachings themselves.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29