ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TEKNOLOGI SEBELUM DAN SESUDAH IPO YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

(Studi Kasus Pada PT Goto Gojek Tokopedia Tbk)

Penulis

  • Yudha Sadry Mezsas Purba Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Audrey M. Siahaan Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Halomoan S. Sihombing Universitas HKBP Nommensen Medan

Kata Kunci:

Kinerja Keuangan, Initial Public Offering (IPO), Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, Return On Assets, Perusahaan Teknologi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan teknologi sebelum dan sesudah Initial Public Offering (IPO) pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk periode 2020–2024. IPO merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperoleh tambahan modal dari masyarakat, yang secara teori diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan serta meningkatkan kinerja keuangan. Namun, fenomena empiris menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan mengalami peningkatan kinerja setelah IPO. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perubahan kinerja keuangan sebelum dan sesudah IPO. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung dan membandingkan rasio keuangan sebelum IPO (2020–2021) dan sesudah IPO (2023–2024). Rasio yang digunakan meliputi rasio likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR), rasio solvabilitas dengan Debt to Equity Ratio (DER), rasio aktivitas dengan Total Asset Turnover (TATO), serta rasio profitabilitas dengan Return on Assets (ROA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum IPO perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi dengan CR di atas 2, serta DER yang relatif rendah. Setelah IPO, CR mengalami sedikit penurunan namun tetap berada pada kategori likuid, sedangkan DER sempat meningkat pada tahun 2023 dan kembali menurun pada tahun 2024. Rasio aktivitas (TATO) menunjukkan peningkatan signifikan setelah IPO yang mencerminkan efisiensi penggunaan aset yang semakin baik. Sementara itu, rasio profitabilitas (ROA) masih menunjukkan nilai negatif, meskipun mengalami perbaikan pada tahun 2024. Secara keseluruhan, IPO memberikan dampak terhadap perubahan struktur keuangan dan efisiensi aset, namun belum sepenuhnya mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan secara konsisten.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-12