https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/issue/feedJurnal Ekonomi Manajemen2026-01-30T14:33:55+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18885ANALISIS TEKNIK PASAR DAN PEMASARAN PADA SABITECOFFESHOP DI AMBON2026-01-11T05:35:23+00:00Noel Angwarmassenuelimanuel225@gmail.comMaryo I Wenno315maryoiwenno@gmail.comPrillia Kapitanonakapitan16@gmail.comViky H Salawonosalawonovicky140@gmail.comFeliks Salamorfelikssalamor@gmail.comKristos Supriyantoelsonhaumahu63@gmail.comChristina Sososutiksnoguest@jurnalhst.comPranatalindo Simanjuntakguest@jurnalhst.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis cara sabite memasarkan produknya terutama dalam Teknik pasar dan pemasaran yang digunakan. Sabite merupakan salah satu umkm yang berada di kota ambon yang berkembang di sektor makan dan minuman.penelitian yang dipakai menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa sabite sebenarnya sudah menerapkan segmentasi, targeting, dan positioning. Secara tepat serta sudah menggunakan social media sebagai media untuk memasarkan produk dan dan menarik konsumen. Meskipun sudah bagus secara strategi pemasaran yang dipakai namun hanya saja ditengah perubahan yang dinamis ini perlu adaptasikan lagi kebuthan dan strategi yang baru dan sesuai dengan tren yang ada branding yang dibangun masih cukup lemah karena ini masih awal sabite berdiri pembentukan loyalitas pelanggan, memperkuat kesadaran merek mereka serta mengadaptasikan lagi berbagi strategi baru lainnya yang ada dan berkembang pada saat ini untuk meningkatkan daya saing bisnisnya.</p> <p><em>This study aims to analyze how Sabite Coffee Shop markets its products, particularly focusing on the market techniques and marketing strategies applied. Sabite is one of the micro, small, and medium enterprises (MSMEs) located in Ambon City that operates in the food and beverage sector. This research employs a descriptive method with a qualitative approach, utilizing observation, interviews, and documentation as data collection techniques.The results indicate that Sabite has implemented market segmentation, targeting, and positioning appropriately, and has utilized social media as a marketing tool to promote its products and attract consumers. Although the marketing strategies applied can be considered effective, the dynamic changes in the business environment require Sabite to continuously adapt its strategies to meet evolving market needs and current trends. Moreover, the brand identity of Sabite is still relatively weak as the business is in its early stage of development. Therefore, efforts to build customer loyalty, strengthen brand awareness, and adopt innovative and up-to-date marketing strategies are necessary to enhance its business competitiveness.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18487PENGARUH DIGITALISASI PEMBAYARAN DAN MODAL USAHA TERHADAP BUSINESS SUSTAINABILITY PADA UMKM PECEL LELE IBU ENI DI CIKARANG SELATAN DIMEDIASI BRAND IMAGE2026-01-03T02:37:38+00:00Intan Nurfajriintannurfajri780@gmail.comNia Nur Maulidamaulidania05@gmail.comIntan Nur Wahyuniintannurwah39@gmail.comRetno Purwani Setyaningrumretno.purwani.setyaningrum@pelitabangsa.ac.id<p>Keberlanjutan usaha (business sustainability) merupakan tantangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah perkembangan ekonomi digital dan persaingan usaha yang semakin ketat. Perubahan pola transaksi konsumen serta keterbatasan sumber daya mendorong UMKM untuk mengadopsi digitalisasi pembayaran dan mengelola modal usaha secara efektif agar mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya. Selain faktor operasional dan keuangan, citra merek juga menjadi aspek penting yang memengaruhi persepsi konsumen dan keberlanjutan usaha UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi pembayaran dan modal usaha terhadap keberlanjutan usaha pada UMKM Pecel Lele Ibu Eni di Cikarang Selatan dengan brand image sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen UMKM yang menjadi responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Selain itu, digitalisasi pembayaran dan modal usaha juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image. Brand image terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha serta mampu memediasi pengaruh digitalisasi pembayaran dan modal usaha terhadap keberlanjutan usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengelolaan keuangan dan operasional, tetapi juga oleh keberhasilan pelaku usaha dalam membangun citra merek yang positif di mata konsumen. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan sistem pembayaran digital yang efektif, pengelolaan modal usaha yang tepat, serta upaya memperkuat brand image merupakan strategi penting bagi UMKM untuk menjaga dan meningkatkan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.</p> <p><em>Business sustainability has become a critical issue for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) amid rapid digital economic development and increasing business competition. Changes in consumer transaction behavior and limited business resources encourage MSMEs to adopt digital payment systems and manage business capital effectively in order to maintain business continuity. In addition to financial and operational factors, brand image also plays an important role in shaping consumer perceptions and supporting business sustainability. This study aims to analyze the effect of payment digitalization and business capital on business sustainability in the Pecel Lele Ibu Eni MSME in South Cikarang, with brand image as a mediating variable. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to MSME consumers as research respondents. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the assistance of SmartPLS software. The results indicate that payment digitalization and business capital have a positive and significant effect on business sustainability. Furthermore, payment digitalization and business capital also have a positive and significant effect on brand image. Brand image has a positive and significant effect on business sustainability and is proven to mediate the relationship between payment digitalization, business capital, and business sustainability. These findings suggest that MSME sustainability is not solely determined by financial and operational management, but also by the ability of business owners to build a positive brand image among consumers. This study implies that effective implementation of digital payment systems, proper management of business capital, and efforts to strengthen brand image are essential strategies for MSMEs to achieve long-term business sustainability.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18776PERAN INFRAKSTRUKTUR JALAN TERHADAP PRTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN MMIKA2026-01-08T12:01:24+00:00Maria Magdalena Kamokatakatimaria@gmail.comSelviana Edowayselviedoway@gmail.comSevenny C Thaibsevennythaib@gmail.com<p>Infrastruktur jalan memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung mobilitas penduduk. Kabupaten Mimika sebagai salah satu daerah strategis di Provinsi Papua Tengah memerlukan ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai guna menunjang berbagai aktivitas perekonomian, khususnya pada sektor pertambangan, perdagangan, dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, yang tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi, pemerataan pembangunan, serta kemudahan akses antarwilayah. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur jalan yang berkelanjutan perlu menjadi prioritas pemerintah daerah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika.</p> <p><em>Road infrastructure plays a significant role in promoting regional economic growth by enhancing regional connectivity, facilitating the distribution of goods and services, and improving population mobility. Mimika Regency, as a strategic region in Papua Province, requires adequate road infrastructure to support various economic activities, particularly in the mining, trade, and service sectors. This study aims to analyze the role of road infrastructure in economic growth in Mimika Regency. The research employs a descriptive approach using secondary data obtained from relevant institutions. The findings indicate that the development and improvement of road infrastructure have a positive impact on regional economic growth, as evidenced by increased economic activities, more equitable regional development, and improved interregional accessibility. Therefore, sustainable road infrastructure development should be prioritized by local governments to promote economic growth and enhance community welfare in Mimika Regency.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/19656PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP APLIKASI TRAVELOKA: ANALISIS SENTIMEN DAN ASPEK KUALITAS LAYANAN2026-01-29T07:19:29+00:00Camelia Rizki Agrinacamelia@unpad.ac.idSulwani Husna Afrizalsulwani@unpad.ac.id<p>Ulasan pengguna pada platform aplikasi perjalanan digital merupakan sumber electronic word of mouth (e-WOM) yang penting dalam membentuk persepsi dan keputusan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna aplikasi perjalanan digital di Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis sentimen berbasis rating. Data yang dianalisis merupakan data sekunder berupa 6.298 ulasan pengguna yang dikumpulkan dari Google Play Store dalam periode enam bulan terakhir. Rating pengguna diklasifikasikan sebagai proksi sentimen, yaitu sentimen negatif (rating 1–2), netral (rating 3), dan positif (rating 4–5). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi distribusi sentimen, perbandingan sentimen positif dan negatif, intensitas ketidakpuasan pengguna, serta pola respons pengelola aplikasi terhadap ulasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif mendominasi ulasan pengguna, mengindikasikan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap layanan aplikasi perjalanan digital. Namun demikian, sentimen negatif tetap muncul secara konsisten dan sebagian besar diekspresikan dalam bentuk rating terendah, yang mencerminkan ketidakpuasan ekstrem. Selain itu, pengelola aplikasi menunjukkan pola respons yang proaktif dan selektif, terutama terhadap ulasan dengan sentimen negatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan ulasan daring sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan dan manajemen reputasi digital pada sektor pariwisata berbasis aplikasi.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18703WARISAN BUDAYA SUNDA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI EKONOMI KREATIF MAHASISWA2026-01-07T08:42:36+00:00Andes Setianugrahaandes.setianugraha@gmail.comIvan Gunawan Nurhidayatgunawanivan142@gmail.comNatasya Amalia Ramadhaniamaliaramadhani000@gmail.comDevani Sri Hanifahdvnsrhnfh05@gmail.comAzriya Hasya Aprillianiazriyahasya27@gmail.comNely Firdada Lisianelyfirdada@gmail.comHarry Sevril Jhon Jato S.harrysevriljhonjato@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana warisan budaya Sunda dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa. Kekayaan budaya Sunda, seperti kerajinan tradisional, musik daerah, motif desain visual, serta kuliner khas, memberikan peluang besar untuk menciptakan produk dan layanan kreatif yang bernilai ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi sederhana pada objek budaya, serta wawancara terbatas dengan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan unsur budaya Sunda mampu memperkuat identitas produk, meningkatkan daya tarik pasar, dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan, baik secara luring maupun daring. Selain berkontribusi pada ekonomi mahasiswa, integrasi budaya lokal dalam inovasi produk juga turut mendukung pelestarian budaya di era modern. Dengan demikian, warisan budaya Sunda merupakan aset penting yang dapat diolah menjadi sumber ide kreatif sekaligus peluang ekonomi bagi generasi muda.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/19103PENGARUH PROMOSI MEDIA SOSIAL DAN TESTIMONI INFLUENCER DI PLATFORM TIKTOK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE MAHASISWA STIE PEMUDA SURABAYA2026-01-16T01:29:26+00:00Siti Musyafirin Anggita Sarisitimusyafirin@gmail.com<p>Pengaruh promosi media sosial dan testimoni influencer di platform tiktok terhadap keputusan pembelian produk skincare mahasiswa stie pemuda surabaya. Tugas Akhir progam studi Accounting and Tax STIE PEMUDA. Dibimbing oleh pembimbing Dr. H. Nuryadi, S.Sos., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana promosi melalui media sosial dan testimoni dari influencer di platform TikTok memengaruhi keputusan pembelian produk skincare. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi adalah menggunakan metoda kuantitatif. Hasil penelitian yang dilaksanakan menjelaskan bahwa promosi melalui media sosial dan testimoni dari influencer di platform TikTok memengaruhi keputusan pembelian produk skincare mahasiswa STIE PEMUDA Surabya.</p> <p><em>The Influence of Social Media Promotion and Influencer Testimonials on TikTok Toward Skincare Product Purchase Decisions of STIE Pemuda Surabaya Students, Final Project of the Accounting and Tax Study Program STIE Pemuda Surabaya, supervised by Dr. H. Nuryadi, S.Sos., M.M. This research aims to analyze how social media promotion and influencer testimonials on the TikTok platform affect the purchase decisions of skincare products. The type of research used in this thesis is quantitative. The results of the study explain that social media promotion and influencer testimonials on TikTok influence the skincare purchase decisions of STIE Pemuda Surabaya students.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18645PERAN DEPARTEMEN GENERAL AFFAIR DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL PERUSAHAAN PADA PT. INTERBAT2026-01-06T08:31:17+00:00Rafiqah Afif Zahra22042010310@student.upnjatim.ac.idR. Yuniardi Rusdiantorusdiyanto.adbis@upnjatim.ac.id<p>Departemen General Affair (GA) memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan melalui pengelolaan fasilitas, aset, layanan umum, serta koordinasi kebutuhan internal perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Departemen General Affair dalam mendukung operasional perusahaan pada PT. Interbat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Departemen General Affair berperan dalam pengelolaan sarana dan prasarana, pemeliharaan fasilitas perusahaan, pengadaan kebutuhan operasional, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Peran tersebut secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi terhadap efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan. Dengan adanya pengelolaan General Affair yang baik, operasional perusahaan dapat berjalan lebih optimal dan mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, Departemen General Affair perlu dikelola secara profesional agar mampu memberikan dukungan maksimal terhadap aktivitas operasional PT. Interbat.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18953PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, LEVERAGE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2023-20242026-01-13T01:54:56+00:00Putri Azhra Sitepuputriazhra251@gmail.comOk Sofyan Hidayatokdayat@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate social responsibility, leverage dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2023–2024. Populasi penelitian berjumlah 228 perusahaan manufaktur, dengan sampel sebanyak 78 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa corporate social responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dan kebijakan dividen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, keseluruhan variabel berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, yang ditunjukan oleh nilai signifikansi sebesar 0,001. Nilai adjusted R2 0,120 yang menunjukan bahwa variabel-variabel penelitian ini mampu menjelaskan atau mempengaruhi nilai perusahaan sebesar 12%, dan sisanya sebesar 88% dipengaruhi oleh variabel lain. Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur akuntansi dan keuangan terkait faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna meningkatkan nilai perusahaan serta menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of corporate social responsibility, leverage, and dividend policy on firm value in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2023–2024. The research population consists of 228 manufacturing companies, with a sample of 78 companies selected using the purposive sampling method. The analysis technique used is multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The research results show that corporate social responsibility has a positive and significant effect on firm value, while leverage has a negative and significant effect on firm value, and dividend policy has a positive but insignificant effect on firm value. Simultaneously, all variables have a significant effect on firm value, indicated by a significance value of 0.001. The adjusted R² value of 0.120 indicates that these research variables are able to explain or affect 12% of firm value, while the remaining 88% is influenced by other variables. This research is expected to enrich accounting and finance literature related to factors that influence firm value in manufacturing companies in Indonesia. In addition, this research is expected to provide practical contributions to companies in formulating appropriate policies to enhance company value, as well as serve as a consideration for investors in making investment decisions.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18544PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADA UKM “Pandawa Parfume”2026-01-04T07:21:17+00:00Syahrel Revansyahsyahrelrevansyah87@gmail.comAdhit Risqullah Dzikraaditriaqullah91@gmail.comAndika Saputraandikasaputra.office@gmail.comAkbar Bagus Prakusoakbarbgz99@gmail.com<p>Program Kewirausahaan Mahasiswa (PKM) pada UKM “Pandawa Parfume” dirancang sebagai strategi pengembangan usaha yang efektif, di mana mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Mahardhika Surabaya menerapkan ilmu kewirausahaan untuk memproduksi parfum jenis Eau de Perfume (EDP) dengan varian seperti Hextreme, Hexium, Hexara, dan Hextaria, yang menawarkan ketahanan aroma 4-6 jam, kemasan menarik, serta harga terjangkau. Melalui proses produksi sederhana menggunakan bibit parfum, alkohol, fixative, dan botol spray, didukung modal Rp 2.500.000 dari kampus, usaha ini berhasil mencapai penjualan 100 botol dengan pendapatan Rp 3.500.000, laba bersih Rp 1.000.000, titik impas (BEP) cepat, dan periode pengembalian modal (PBP) 0,71 tahun, sambil menerapkan strategi pemasaran 4P via media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Shopee untuk menargetkan mahasiswa serta masyarakat Surabaya. Program ini tidak hanya menghasilkan luaran ekonomi, tetapi juga meningkatkan soft skills tim seperti kerja sama dan manajemen, dengan potensi ekspansi melalui inovasi varian dan kolaborasi UMKM untuk keberlanjutan usaha.</p> <p><em>The Student Entrepreneurship Program (PKM) at the “Pandawa Parfume” UKM was designed as an effective business development strategy, where students of the Management Study Program of STIE Mahardhika Surabaya applied entrepreneurial knowledge to produce Eau de Perfume (EDP) perfumes with variants such as Hextreme, Hexium, Hexara, and Hextaria, which offer 4-6 hours of fragrance durability, attractive packaging, and affordable prices. Through a simple production process using perfume seeds, alcohol, fixative, and spray bottles, supported by capital of IDR 2,500,000 from the campus, this business succeeded in achieving sales of 100 bottles with revenue of IDR 3,500,000, net profit of IDR 1,000,000, a fast break-even point (BEP), and a payback period (PBP) of 0.71 years, while implementing a 4P marketing strategy via social media such as Instagram, TikTok, and Shopee to target students and the people of Surabaya. This program not only produces economic outcomes, but also improves team soft skills such as cooperation and management, with the potential for expansion through variant innovation and MSME collaboration for business sustainbility .</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18801THE ROLE OF BMH IN ENHANCING ECONOMIC SELF-RELIANCE AMONG PERSONS WITH DISABILITIES IN LAWANG SUBDISTRICT, MALANG2026-01-09T06:10:16+00:00Muhammad Khuzenalkhuzain@gmail.comAhmad Fathonitonydemak10@stail.ac.id<p>Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan, pekerjaan, dan layanan sosial yang berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi. Keterbatasan sarana prasarana, kebijakan yang belum sepenuhnya inklusif, serta stigma masyarakat memperkuat ketimpangan sosial. Di Kecamatan Lawang, pemberdayaan berbasis komunitas telah dilakukan, namun memerlukan dukungan berkelanjutan. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) berperan dalam pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui program pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan layanan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran BMH dalam meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BMH meningkatkan motivasi, keterampilan, dan partisipasi ekonomi penyandang disabilitas, meskipun masih menghadapi kendala keterbatasan modal, aksesibilitas, dan rendahnya partisipasi masyarakat.</p> <p><em>Persons with disabilities in Indonesia still face various barriers in accessing education, employment, and social services, which contribute to low levels of economic self-reliance. Limited infrastructure, policies that are not yet fully inclusive, and societal stigma further reinforce social inequality. In Lawang Subdistrict, community-based empowerment initiatives have been implemented, but they require sustained support. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) plays a role in empowering persons with disabilities economically through skills training programs, business mentoring, and social services. This study aims to analyze the role of BMH in enhancing the economic self-reliance of persons with disabilities and to identify supporting and inhibiting factors. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation. The findings indicate that BMH programs increase the motivation, skills, and economic participation of persons with disabilities, although challenges remain, including limited capital, accessibility constraints, and low community participation.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18716ANALISIS HUBUNGAN REGULATOR DAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OJK, BI, DAN DSN-MUI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA2026-01-07T13:17:01+00:00Mirzah Ikmaliyahikmaliyahmirzah22@gmail.comElvira Mey Rozaelvirameyrozastr880@gmail.comAsty Amandaastyamanda09@gmail.comIsmailismail@fai.uisu.ac.id<p>Artikel ini menganalisis dinamika regulasi yang membentuk perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia dengan menyoroti hubungan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan telaah dokumen regulasi, publikasi akademik, serta laporan kelembagaan. Hasil menunjukkan bahwa OJK memiliki peran utama dalam pengawasan dan perlindungan konsumen, BI memperkuat kebijakan moneter dan infrastruktur sistem pembayaran, sedangkan DSN-MUI memastikan kepatuhan syariah melalui penerbitan fatwa yang menjadi dasar operasional lembaga keuangan syariah. Interaksi ketiga regulator tersebut membentuk model tata kelola kolaboratif yang penting bagi integritas ekosistem keuangan syariah nasional. Namun demikian, tumpang tindih regulasi, rendahnya literasi syariah, dan percepatan inovasi digital menjadi tantangan yang menuntut harmonisasi dan penyempurnaan kebijakan secara berkelanjutan. Studi ini menegaskan pentingnya koordinasi regulatif yang terintegrasi untuk memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri keuangan syariah di Indonesia.</p> <p><em>Services Authority (OJK), Bank Indonesia (BI), and the National Sharia Council (DSN-MUI). Using a qualitative descriptive approach based on regulatory documents, academic articles, and institutional reports, this study highlights how these regulators contribute to governance quality, compliance enforcement, and financial system stability. Findings show that OJK plays a central supervisory role, BI enhances monetary policy and payment system infrastructure, and DSN-MUI ensures adherence to sharia principles through binding fatwas. Their interaction forms a collaborative governance model essential for sustaining the integrity of the Islamic finance ecosystem. However, regulatory overlaps, low sharia literacy, and the rapid emergence of digital innovations pose challenges that require harmonization and continuous policy refinement. The study underscores the importance of integrated regulatory coordination to strengthen competitiveness and ensure sustainable growth of Indonesia’s Islamic financial industry.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/19286PENGARUH SELF REWARD DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI ERA MODERN2026-01-20T05:17:04+00:00Firna Octavia Sakinahfirna.124020329@ugj.ac.idIndah Fatma Rosmayantiindah.124020340@ugj.ac.idAnnisa Fitrianiannisa.124020344@ugj.ac.idEteh Resa Asyifaeteh.resa.asyifa@ugj.ac.id<p>Kinerja karyawan merupakan aspek penting yang menentukan keberhasilan perusahaan, termasuk di era modern ini. Perubahan sistem kerja yang cepat serta meningkatnya tuntutan pekerjaan menuntut karyawan untuk mampu mengelola motivasi diri dan keseimbangan kehidupan kerja dengan baik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh self reward dan work-life balance terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan karyawan aktif dengan masa kerja minimal 6 bulan, berusia antara 18 hingga 40 tahun, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, work-life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan self reward dan work-life balance berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian penghargaan kepada diri sendiri serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena itu, hasil peningkatan self reward dan work-life balance dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan.</p> <p><em>Employee performance is a crucial aspect determining a company's success, especially in this modern era. Rapid changes in work systems and increasing job demands require employees to effectively manage their motivation and work-life balance. This study aims to analyze the influence of self-reward and work-life balance on employee performance. This study used a quantitative approach with a survey method. Data were obtained by distributing questionnaires to 100 respondents, who were active employees with a minimum of 6 months of service, aged 18 to 40 years. Data were then analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that self-reward had a positive and significant effect on employee performance. Furthermore, work-life balance also had a positive and significant effect on employee performance. Simultaneously, self-reward and work-life balance significantly influenced employee performance. These findings indicate that self-reward and a balance between work and personal life play a significant role in improving employee performance. Therefore, improving self-reward and work-life balance can be an important factor in improving employee performance.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18683EFEKTIVITAS PENYALURAN KUR SYARIAH DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN USAHA MIKRO: 2026-01-07T04:11:24+00:00Muhammad Shofiyuz Zakymaszaky212@gmail.comMohammad Lukmanul Hakimhakimluqman49@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dalam mendukung pengembangan usaha mikro, dengan studi kasus pada Barbershop 78 Surabaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis, yaitu memperkaya literatur akademik dalam bidang pembiayaan syariah serta memberikan rekomendasi bagi pemilik usaha, pihak bank syariah, dan pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program KUR Syariah. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pemilik Barbershop 78, karyawan, pelanggan, serta pihak bank syariah yang menyalurkan pembiayaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran KUR Syariah di Barbershop 78 Surabaya berjalan dengan efektif. Dana pembiayaan digunakan secara produktif untuk menambah fasilitas usaha seperti kursi hidrolik dan alat cukur modern, memperbaiki sarana tempat usaha agar lebih nyaman, serta meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Dari sisi finansial, omzet usaha mengalami peningkatan signifikan setelah memperoleh tambahan modal, dan dari sisi tenaga kerja, usaha ini mampu merekrut karyawan baru sehingga memperluas lapangan kerja. Selain itu, kepuasan pelanggan meningkat seiring dengan bertambahnya kualitas pelayanan dan fasilitas. Faktor internal seperti komitmen pemilik, keterampilan manajerial, dan inovasi usaha, serta faktor eksternal berupa dukungan bank syariah, lokasi strategis, dan kebijakan pemerintah, semuanya menjadi penentu keberhasilan penyaluran. Dengan demikian, KUR Syariah tidak hanya memperkuat keberlangsungan usaha mikro tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor UMKM di Indonesia.</p> <p><em>This study aims to examine the effectiveness of the distribution of Islamic People’s Business Credit (KUR Syariah) in supporting the development of micro-enterprises, with a case study on Barbershop 78 Surabaya. The research is expected to provide both theoretical and practical contributions by enriching the academic discourse on Islamic micro-finance and offering recommendations for business owners, Islamic banks, and government policymakers to optimize the implementation of the KUR Syariah program. The research employed a descriptive qualitative approach. The subjects consisted of the owner of Barbershop 78, employees, customers, and representatives of the Islamic bank providing the financing. Data were collected through in-depth interviews, direct observations, and documentation. To ensure the validity of the findings, the study applied source triangulation and method triangulation, thereby enhancing the credibility of the results. The findings reveal that the distribution of KUR Syariah at Barbershop 78 Surabaya has been effective. The financing has been utilized productively to purchase modern barbering equipment such as hydraulic chairs and professional tools, renovate the workspace for greater customer comfort, and improve the quality of services offered. Financially, the business has experienced a substantial increase in monthly revenues, and socially, it has created new job opportunities by hiring additional employees. Moreover, customer satisfaction has grown in line with the improved quality of services. Internal factors such as the owner’s strong commitment, managerial competence, and innovation, along with external factors such as bank support, a strategic business location, and government policies, all contributed to this effectiveness. Thus, KUR Syariah has not only sustained the continuity of micro-enterprises but also played a crucial role in strengthening the contribution of SMEs to Indonesia’s economic development.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/19098PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN PROPORSI DEWAN KOMISIARIS WANITA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN2026-01-15T13:45:14+00:00Lili Wahyuniwahyunilili011978@gmail.comEra Sonitaerasonita@uinbukittinggi.ac.idReza Armeviararmevia@gmail.comAufali Firhamdiaufalifirhamdi@gmail.comDifani Fatikasaridifanifatikas@gmsil.comFredella Azaria Kafriantiazariafredella@gmsil.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran suatu perusahaan dan proporsi kepemimpinan wanita dalam struktur dewan komisiaris perusahaan terhadap nilai perusahaan. Populasi penelitian diambil dari data sekunder yang berasal dari perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2024. Pengambilan sampel digunakan dengan Metode Purposive Sampling. Jumlah Sampel adalah 43 perusahaan dengan 129 Observasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel menggunakan software SPSS versi 29. Hasil Penelitian bahwa Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,045 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. proporsi dewan komisaris wanita (Gender Diversity) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini tercermin dari nilai signifikansi sebesar 0,546 yang lebih besar dari 0,05 dengan koefisien regresi bernilai negatif.</p> <p><em>This study investigates the impact of firm size and the proportion of female representation on the board of commissioners on firm value. The research utilizes secondary data from banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange over the period 2022–2024. A purposive sampling technique was employed, resulting in a sample of 43 firms and 129 firm-year observations. Panel data regression analysis was conducted using SPSS version 29. The empirical findings indicate that firm size has a positive and statistically significant effect on firm value, as demonstrated by a significance level of 0.045, which is below the 0.05 threshold. In contrast, female representation on the board of commissioners (Gender Diversity) does not exhibit a statistically significant effect on firm value, as indicated by a significance value of 0.546 and a negative regression coefficient.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemenhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jekma/article/view/18637PENGARUH PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH, AUDIT KINERJA , DAN TRANSPARANSI TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (OPD) DI PEMERINTAHAN KOTA MEDAN2026-01-06T07:25:04+00:00Rizky Bayu Anandarzkybayu1@gmail.comTapi Rumondang Sari Siregartapirumondang@unimed.ac.id<p>Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan rendahnya akuntabilitas keuangan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Medan, yang ditandai oleh maraknya kasus korupsi, penyelewengan dana, dan lemahnya transparansi pengelolaan keuangan daerah. Hal ini didorong oleh kurangnya penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), audit kinerja yang efektif, serta transparansi yang memadai, sehingga mengakibatkan pengelolaan anggaran yang tidak akuntabel dan rentan terhadap penyimpangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan SAKD, audit kinerja, dan transparansi terhadap akuntabilitas keuangan, dengan harapan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang lebih baik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian keuangan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Medan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 responden. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode sampling jenuh. Penelitian ini diuji menggunakan program IBM SPSS v.31 untuk menguji analisis data deskriptif, asumsi klasik, analisis regresi berganda, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan, sistem akuntansi keuangan daerah, audit kinerja, dan transparansi berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas keuangan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Medan dengan koefisien determinasi 61,9%. Secara parsial, sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas keuangan dengan nilai koefisien 0,420 dan signifikasi 0,002, yang menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan daerah yang baik dapat meningkatkan akurasi pelaporan dan pengendalian keuangan. Audit kinerja juga berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas keuangan dengan nilai koefisien 0,350 dan signifikasi 0,018, yang mengindikasikan bahwa audit yang efektif mampu mengidentifikasi ketidakefisienan dan memperkuat pengawasan. Namun, transparansi tidak berpengaruh signifkan terhadap akuntabilitas keuangan dengan koefisien 0,049 dan signifikasi 0,597, yang menunjukkan bahwa transparansi saja belum cukup untuk meningkatkan akuntabilitas tanpa dukungan mekanisme pengawasan lainnya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan implementasi sistem akuntansi keuangan daerah dan audit kinerja untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan di OPD Kota Medan.</p> <p><em>The problem in this study is related to the low level of Financial Accountability in the Regional Apparatus Organizations (OPD) of the Medan City Government, which is characterized by rampant cases of corruption, misappropriation of funds, and weak transparency in regional financial management. This is driven by the lack of implementation of the Regional Financial Accounting System (SAKD), effective Performance Audits, and adequate Transparency, resulting in unaccountable budget management and susceptibility to irregularities. The purpose of this study is to analyze the effect of the implementation of SAKD, Performance Audits, and Transparency on Financial Accountability, with the hope of providing recommendations for improving better regional financial governance.The population in this study was all finance employees in Regional Apparatus Organizations (OPD) in the Medan City Government. The sample size was 64 respondents. The sampling method used was saturated sampling. This study was tested using IBM SPSS v.31 to test descriptive data analysis, classical assumptions, multiple regression analysis, coefficient of determination, and hypothesis testing.The results of this study indicate that simultaneously, the regional financial accounting system, performance audit, and transparency have a significant effect on financial accountability in the Regional Apparatus Organization (OPD) of the Medan City Government with a coefficient of determination of 61.9%. Partially, the regional financial accounting system has a significant effect on financial accountability with a coefficient value of 0.420 and a significance of 0.002, indicating that the implementation of a good regional financial accounting system can improve the accuracy of financial reporting and control. Performance audits also have a significant positive effect on financial accountability with a coefficient value of 0.350 and a significance of 0.018, indicating that effective audits are able to identify inefficiencies and strengthen oversight. However, transparency does not have a significant effect on financial accountability with a coefficient of 0.049 and a significance of 0.597, indicating that transparency alone is not enough to improve accountability without the support of other oversight mechanisms. This study recommends improving the implementation of the regional financial accounting system and performance audits to improve financial accountability in the OPD of Medan City.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Manajemen