PENERAPAN AMETODE AL-MIFTAH LIL ULUM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATSARUS SALAFIYAH SEJATI CAMPLONG SAMPANG

Penulis

  • Maulidatul Jannah Universitas Islam Madura
  • Moh. Afiful Hair Universitas Islam Madura

Kata Kunci:

Al-Miftah, Kitab Kuning, Nahwu, Sharaf, Santri

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Al-Miftah dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning santri di Pondok Pesantren Atsarus Salafiyah Sejati Camplong Sampang, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data berupa pengasuh pesantren, ustadz pengampu, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Al-Miftah dilakukan secara bertahap melalui modul jilid 1–4 yang memuat kaidah dasar nahwu dan sharaf serta dilengkapi nadzom berlagu. Berdasarkan hasil wawancara, metode ini membantu santri menghafal kaidah, memahami kedudukan kata, menentukan harakat, dan menerapkan kaidah dalam membaca kitab kuning. Nadzom berlagu juga membuat pembelajaran lebih menarik sehingga meningkatkan perhatian dan motivasi santri. Faktor pendukung meliputi antusiasme santri, bimbingan ustadz, desain metode yang sederhana, serta lingkungan pesantren yang mendukung. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dasar santri, keterbatasan waktu belajar, dan keterbatasan media pendukung. Dengan demikian, metode Al-Miftah dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning santri.

This study aims to describe the implementation of the Al-Miftah method in improving students’ ability to read kitab kuning at Pondok Pesantren Atsarus Salafiyah Sejati, Camplong, Sampang, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its application. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with sources including the pesantren’s caretakers, teaching ustadz, and students. The findings reveal that the Al-Miftah method is implemented gradually through modules (levels 1–4) covering basic nahwu and sharaf rules, complemented by rhythmic nadzom. Based on interviews, this method helps students memorize grammatical rules, understand word positions, determine diacritical marks, and apply rules in reading kitab kuning. The use of rhythmic nadzom also makes learning more engaging, thereby increasing students’ attention and motivation. Supporting factors include students’ enthusiasm, guidance from ustadz, the simplicity of the method’s design, and a conducive pesantren environment. Inhibiting factors include differences in students’ basic abilities, limited study time, and lack of supporting media. Thus, the Al-Miftah method can serve as an alternative approach to enhance students’ ability to read kitab kuning.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31