https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jep/issue/feed Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2026-09-29T16:46:48+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jep/article/view/26444 PENERAPAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS RESENSI ANTOLOGI PUISI PADA MURID KELAS X RPL SMK NEGERI 10 SURABAYA 2026-09-08T03:21:36+00:00 Siti Rohmatin wesrohmatin@gmail.com R Panji Hermoyo panjihermoyo@um-surabaya.ac.id Luluk Rohmawati lulukrohmawati04@guru.sma.belajar.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid dalam menulis resensi antologi puisi melalui penerapan media pembelajaran digital, yaitu Scrapbook digital, Kahoot, dan Padlet, dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi, terbatasnya partisipasi, dan hasil belajar yang belum memuaskan dari siswa Kelas X dalam mengulas antologi puisi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan 36 siswa kelas X RPL 2 di SMK Negeri 10 Surabaya pada tahun ajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja menulis ulasan, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Penerapan media pembelajaran digital berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar meningkat dari 63,89% (23 dari 36 siswa) pada tahap awal menjadi 77,78% (28 siswa) pada Siklus I dan mencapai 100% (36 siswa) pada Siklus II. Penggunaan scrapbook digital, yang didukung oleh kahoot dan padlet, juga meningkatkan keterlibatan, motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi ulasan antologi puisi, sehingga menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media digital ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat secara efektif meningkatkan prestasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran menulis ulasan sastra. Namun, penelitian ini terbatas pada satu kelas di satu sekolah menengah kejuruan dan hanya berfokus pada materi ulasan antologi puisi. Penelitian lebih lanjut yang melibatkan sampel lebih besar, jenjang pendidikan berbeda, dan beragam genre sastra disarankan untuk mengkaji efektivitas media pembelajaran digital secara lebih luas.</p> <p><em>This study aims to improve students' learning outcomes in writing poetry anthology reviews through the implementation of digital learning media, namely digital Scrapbook, Kahoot, and Padlet, in Indonesian language learning. The study was motivated by the low literacy skills, limited participation, and unsatisfactory learning outcomes of Grade X students in reviewing poetry anthologies. This study employed collaborative Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection. The research was conducted in two cycles involving 36 students of Class X RPL 2 at SMK Negeri 10 Surabaya during the 2026/2027 academic year. Data were collected through observation, review-writing performance tests, and documentation, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative technique. The implementation of digital learning media successfully improved students' learning outcomes. Learning mastery increased from 63,89% (23 of 36 students) in the preliminary stage to 77.78% (28 students) in Cycle I and reached 100% (36 students) in Cycle II. The use of Digital Scrapbook, supported by Kahoot and Padlet, also enhanced students' engagement, motivation, participation, and understanding of poetry anthology review materials, resulting in a more interactive and student-centered learning process. The findings indicate that integrating digital media into Indonesian language instruction can effectively enhance students' achievement and engagement in learning literary review writing. However, this study was limited to one class in a single vocational high school and focused only on poetry anthology review material. Further studies involving larger samples, different educational levels, and various literary genres are recommended to examine the broader effectiveness of digital learning media.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jep/article/view/26480 PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR MELALUI KEGIATAN JUMAT BERSIH DI DUSUN PERIPIN, KECAMATAN ENTIKONG, KABUPATEN SANGGAU 2026-09-09T05:50:37+00:00 Fransisco Adam adamtp84@gmail.com Vika Hendriyani hendriyaniv@gmail.com V.b Dayang Yangliang daydayang8@gmail.com Efina efinafena@gmail.com Angga Bistari anggabistari22@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kesadaran dalam mencegah penyebaran penyakit menular melalui kegiatan Jumat Bersih di Dusun Peripin, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan tahapan observasi, pelaksanaan kerja bakti, edukasi kesehatan, serta evaluasi deskriptif. Kegiatan meliputi pengumpulan sampah, pembersihan jalan dan saluran air, pengurangan genangan, pemeriksaan wadah penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta edukasi mencuci tangan pakai sabun. Hasil kegiatan menunjukkan kondisi lingkungan sasaran menjadi lebih bersih dan tertata, saluran air lebih lancar, sampah dan beberapa wadah yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk berhasil dibersihkan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan meningkat. Mencuci tangan merupakan tindakan membersihkan tangan dengan air mengalir dan sabun untuk menghilangkan kotoran serta mengurangi mikroorganisme yang dapat berpindah melalui tangan. Kebiasaan mencuci tangan berkaitan erat dengan pencegahan penyakit menular karena tangan dapat menjadi media perpindahan kuman, terutama pada penularan penyakit melalui kontak dan jalur fekal-oral, serta berkontribusi dalam mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan. Dengan demikian, Jumat Bersih tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kegiatan ini belum dapat membuktikan penurunan angka kejadian penyakit karena tidak menggunakan pengukuran epidemiologis.</p> <p><em>This community service activity aimed to increase community awareness of environmental cleanliness and infectious disease prevention through Clean Friday activities in Peripin Hamlet, Entikong District, Sanggau Regency. The activity used a community-based participatory approach consisting of observation, communal cleaning, health education, and descriptive evaluation. Activities included collecting waste, cleaning roads and drainage channels, reducing standing water, checking water containers that could become mosquito breeding sites, and educating residents about handwashing with soap. The results showed cleaner and more orderly target areas, improved drainage flow, removal of waste and potential mosquito breeding containers, and increased community participation. Handwashing is the practice of cleaning hands with running water and soap to remove dirt and reduce microorganisms that can be transferred through the hands. It is closely related to infectious disease prevention because hands can act as a vehicle for pathogen transmission, particularly through contact and fecal-oral routes, and hand hygiene can also help reduce the risk of respiratory infections. Therefore, Clean Friday activities can improve the physical environment while serving as a contextual health education medium for sustainable clean and healthy living behaviors. The activity could not establish a reduction in disease incidence because no epidemiological measurements were conducted.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jep/article/view/27065 AN ANALYSIS OF STUDENTS' RESPONSES TOWARD THE USE OF ELSA SPEAK APPLICATION IN PRACTICING ENGLISH SPEAKING SKILLS BASED ON CEFR DESCRIPTORS 2026-09-17T06:47:22+00:00 Hana Nabila hananabila091@gmail.com Ida Maulida idamaulida@unsub.ac.id Mimin Aminah miminaminah@unsub.ac.id <p><em>Speaking is a crucial skill in English language learning. In the Society 5.0 era, some students still struggle with vocabulary pronunciation, which diminishes their confidence particularly when giving presentations in class. While various technology based learning tools and mobile applications offering unique speaking practice features have been developed, their actual utilization remains limited. This study aims to analyze student responses to using the ELSA Speak application to improve their English speaking skills. Employing a qualitative descriptive approach with method content, the study involved 28 tenth grade students from SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang, with six students selected for interviews via purposive sampling. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews, supplemented by pre-test and post-test results on speaking skills based on CEFR descriptors. The findings indicate that students responded positively to the ELSA Speak application, as it helped enhance their vocabulary and speaking fluency while boosting their confidence. Furthermore, the application's feedback feature enabled students to independently correct pronunciation errors. These findings demonstrate that ELSA Speak is an effective learning tool for supporting English speaking practice and increasing student engagement in the learning process.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan