ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI DALAM PENGEMBANGAN EKSPOR PRODUK UMKM DI KOTA PALOPO

Penulis

  • Nur Harmiyati Universitas Mega Buana Palopo
  • Arianto Dangkeng Universitas Mega Buana Palopo
  • Hardianti Pertiwi Universitas Mega Buana Palopo

Kata Kunci:

Umkm, Ekspor, Kendala, Solusi, Palopo

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kendala serta solusi yang dilakukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan ekspor produk di Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi UMKM meliputi keterbatasan modal, peralatan produksi sederhana, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta minimnya pengetahuan terkait prosedur ekspor. Selain itu, faktor eksternal seperti kurangnya informasi dan pendampingan dari pemerintah, keterbatasan akses pasar internasional, dan tingginya biaya logistik turut menjadi hambatan signifikan. Meski demikian, pelaku UMKM berusaha mengatasi tantangan ini dengan mengikuti pelatihan, memperbaiki kualitas kemasan, memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan institusi keuangan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekspor, meskipun implementasi program dinilai belum merata dan kurang optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antar pemangku kepentingan secara berkelanjutan agar UMKM Kota Palopo mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

This study aims to analyze the various constraints and solutions implemented by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in developing product exports in Palopo City. The method used was in-depth interviews with MSME actors from various business sectors. The results show that the main internal obstacles faced by MSMEs include limited capital, simple production equipment, low human resource quality, and lack of knowledge regarding export procedures. External factors such as lack of information and guidance from the government, limited access to international markets, and high logistics costs also pose significant challenges. Nevertheless, MSMEs strive to overcome these obstacles by participating in training programs, improving product packaging quality, utilizing social media for promotion, and collaborating with third parties. Local government, educational institutions, and financial agencies are considered to have an important role in supporting export development, although the implementation of such programs is still uneven and suboptimal. Therefore, sustainable synergy among stakeholders is needed to help MSMEs in Palopo expand their market reach to the international level.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30