PENGARUH CAR, UMUR PERUSAHAAN, BOPO, DAN RISIKO KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2022-2024
Kata Kunci:
CAR, Umur Perusahaan, BOPO, Risiko Kredit, ProfitabilitasAbstrak
Dalam beberapa tahun terakhir, profitabilitas perbankan mengalami tekanan yang cukup signifikan akibat meningkatnya risiko operasional dan finansial. Kenaikan kredit bermasalah, tingginya BOPO, serta ketidakmampuan sebagian bank dalam menjaga efisiensi menyebabkan turunnya kemampuan menghasilkan laba. Kondisi ini menunjukkan bahwa profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kecukupan modal, stabilitas operasional, serta efektivitas manajemen risiko dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Metode pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sejumlah data yang menghasilkan 110 sampel perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi moderasi dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang berarti kecukupan modal mampu meningkatkan kinerja keuangan bank. Umur perusahaan juga terbukti berpengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa semakin matang usia bank, semakin besar kemampuannya menghasilkan laba. Sebaliknya, BOPO memiliki pengaruh negatif dan signifikan, menegaskan bahwa ketidakefisienan biaya operasional menurunkan profitabilitas. Sementara itu, risiko kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA karena bank mampu mengantisipasi fluktuasi NPL melalui manajemen risiko yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profitabilitas bank sangat dipengaruhi oleh kecukupan modal, kematangan usia perusahaan, dan efisiensi operasional. Namun, risiko kredit tidak menjadi faktor dominan dalam memengaruhi profitabilitas selama pengelolaannya dijalankan dengan baik. Temuan ini memberikan pemahaman penting mengenai faktor-faktor strategis yang memengaruhi kinerja keuangan perbankan.
In recent years, the profitability of the banking sector has faced significant pressure due to increasing operational and financial risks. Rising non-performing loans, high BOPO ratios, and the inability of several banks to maintain operational efficiency have weakened their capacity to generate profits. These conditions indicate that profitability is strongly influenced by capital adequacy, operational stability, and the effectiveness of risk management in supporting the banking intermediation function. This study examines all banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2022–2024 period. The sample was selected using purposive sampling based on predetermined criteria, resulting in 110 company samples. The analytical method employed in this research is moderated regression analysis using SPSS 26. The findings reveal that CAR has a positive and significant effect on profitability, indicating that adequate capital improves banks’ financial performance. Firm age also significantly affects profitability, suggesting that more established banks possess greater operational experience and capabilities in generating profit. Conversely, BOPO has a negative and significant effect, confirming that operational inefficiency reduces profitability. Meanwhile, credit risk does not significantly affect ROA, as banks are able to manage fluctuations in non-performing loans through effective risk management practices. Overall, the study concludes that bank profitability is strongly driven by capital adequacy, firm maturity, and operational efficiency. However, credit risk does not serve as a dominant determinant of profitability when managed properly. These findings provide valuable insights into the strategic factors influencing financial performance within the banking industry.



