STATEGI PENGEMBANGAN USAHA TEPE BERBASIS ANALISIS BCG MATRIX DAN LOGICAL FRAMEWORK APPROACH : STUDI KASUS USAHA TEMPE MURNI NB WAK TRIS NAGAN, KABUPATEN NAGAN RAYA
Kata Kunci:
Usaha Tempe, Bcg Matrix, Logical Framework Approach (Lfa), Strategi Pengembangan, UmkmAbstrak
Dengan menggunakan Pendekatan Kerangka Logis (Logical Framework Approach/LFA) dan Matriks BCG, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana pengembangan Usaha Tempe Murni NB Wak Tris Nagan di Kabupaten Nagan Raya. Wawancara dan observasi digunakan sebagai metode penelitian deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun usaha tempe memiliki pangsa pasar lokal yang solid, usaha ini masih berada pada posisi Cash Cow dan menghadapi tantangan operasional dan manajemen. Implementasi LFA menawarkan arah yang realistis untuk peningkatan efisiensi, kualitas produk, dan keberlanjutan UMKM.
Utilizing the Logical Framework Approach (LFA) and BCG Matrix, this study aims to analyze the development plan for Usaha Tempe Murni NB Wak Tris Nagan in Nagan Raya Regency. Interviews and observations were used as qualitative descriptive research methods. The study's findings indicate that while the tempe business has a solid local market share, it is still in a Cash Cow position and struggles with operational and management challenges. The implementation of LFA offers a realistic direction for the improvement of the efficiency, product quality, and sustainability of SMEs.



