ANALISIS RISIKO DAN KEAMANAN PENGGUNAAN SISTEM CASH IN ADVANCE PADA TRANSAKSI PERDAGANGAN NTERNASIONAL PERUSAHAAN EKSPOR INDONESIA
Kata Kunci:
Cash In Advance, Risiko Transaksi Internasional, Keamanan Pembayaran, EksporAbstrak
Cash in Advance (CIA) merupakan metode pembayaran internasional di mana importir harus melunasi biaya sebelum barang dikirim. Bagi eksportir, cara ini paling aman karena menghapus risiko gagal bayar dan memindahkan beban risiko kredit ke importir. Namun, penerapannya tetap menghadirkan tantangan seperti risiko hukum, keamanan transaksi, dan operasional yang bisa memengaruhi hubungan dagang jangka panjang (Administrasi Perdagangan Internasional , 2022). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menilai risiko dan keamanan CIA dalam ekspor Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa meski CIA efektif mengurangi risiko kredit, masih ada potensi masalah lain seperti pengiriman dan aspek hukum. Studi global juga menemukan bahwa CIA sering digunakan perusahaan ketika menghadapi keterbatasan akses kredit. Kesimpulannya, CIA memang memberi perlindungan lebih bagi eksportir, tetapi tetap membutuhkan strategi mitigasi risiko serta sistem pembayaran yang aman agar kepercayaan mitra dagang dan keberlanjutan bisnis tetap terjaga



