ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT BELUM BERTRANSFORMASI DARI BANK KONVENSIONAL KE BANK SYARIAH

(Studi Kasus: Masyarakat Desa Jambur Tarutung RT 11, Kel. Pasar Kotanopan, Kec. Kotanopan, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara)

Penulis

  • Rosi Kumala Sari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Amsah Hendri Doni UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Bank Konvensional, Bank Syariah, Transformasi Perbankan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dan kendala yang menyebabkan masyarakat Desa Jambur Tarutung RT 11 belum bertransformasi dari penggunaan bank konvensional ke bank syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 20 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan masyarakat belum beralih ke bank syariah, yaitu faktor budaya berupa kebiasaan menggunakan bank konvensional sejak lama, faktor sosial seperti keluarga dan lingkungan sekitar, faktor pribadi yang berkaitan dengan usia, pekerjaan, serta kebutuhan ekonomi, dan faktor psikologis berupa persepsi kemudahan dan kenyamanan layanan bank konvensional turut menyebabkan keputusan masyarakat. Kendala utama yang dihadapi adalah sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dan rendahnya literasi dan minimnya sosialisasi mengenai perbankan syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi masyarakat menuju bank syariah memerlukan peningkatan edukasi dan strategi sosialisasi yang lebih intensif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perbankan syariah dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan layanan yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat desa.

This study aims to analyze the factors and constraints that cause the community of Jambur Tarutung Village RT 11 not to transform from the use of conventional banks to Islamic banks. This study employs a qualitative approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation involving 20 informants selected using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that several main factors contribute to the community’s reluctance to shift to Islamic banks, namely cultural factors in the form of long-standing habits of using conventional banks, social factors such as family and surrounding environment, personal factors related to age, occupation, and economic needs, and psychological factors in the form of perceptions of convenience and comfort in conventional bank services that influence community decisions. The main constraints faced are attitudes toward behavior, subjective norms, and perceived behavioral control, as well as low literacy and limited socialization regarding Islamic banking. This study concludes that community transformation toward Islamic banks requires enhanced education and more intensive socialization strategies. These findings are expected to serve as a basis for Islamic banking institutions in formulating policies and service development strategies that are more in line with the characteristics of rural communities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29