IMPLEMENTASI PRINSIP HALAL, RIBA, GHARAR, DAN MAYSIR PADA UMKM MAKANAN DI KOTA PALEMBANG

Penulis

  • Putri Rahmadyah Universitaas Islam Negri Raden Fatah Palembang
  • Yuleha Universitaas Islam Negri Raden Fatah Palembang
  • Shinta Nur Anggraini Universitaas Islam Negri Raden Fatah Palembang
  • Intan Puji Wara Universitaas Islam Negri Raden Fatah Palembang
  • Maya Panorama Universitaas Islam Negri Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

Halal, Riba, Gharar, Maysir, UMKM Makanan, Palembang, Ekonomi Syariah

Abstrak

Sektor UMKM makanan di Kota Palembang memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi ciri khas kuliner Sumatera Selatan. Meskipun demikian, penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam praktik usaha masih belum sepenuhnya optimal, terutama berkaitan dengan aspek kehalalan produk, penghindaran riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan keempat prinsip tersebut pada aktivitas usaha, sistem permodalan, serta strategi pemasaran UMKM makanan di Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan penyebaran kuesioner kepada lima pelaku usaha kuliner khas Palembang yang dipilih sebagai informan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan prinsip halal telah mengalami perkembangan, walaupun sebagian besar pelaku usaha masih memaknainya sebatas pada penggunaan bahan baku halal. Selain itu, mayoritas UMKM cenderung menghindari praktik riba dengan memanfaatkan modal pribadi maupun bantuan keluarga dibandingkan pinjaman berbunga. Dalam praktik transaksi, unsur gharar ditekan melalui keterbukaan harga dan kejujuran dalam proses penimbangan produk. Sementara itu, kesadaran terhadap larangan maysir tergolong cukup baik, terlihat dari penolakan pelaku usaha terhadap penggunaan sistem undian atau praktik yang bersifat spekulatif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan adanya peningkatan literasi ekonomi syariah bagi pelaku UMKM, perluasan akses terhadap lembaga pembiayaan berbasis syariah, serta penguatan program pendampingan dari instansi terkait agar tercipta usaha kuliner yang lebih sesuai dengan prinsip Islam dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

The food MSME sector in Palembang City plays an important role in supporting regional economic growth while also representing the culinary identity of South Sumatra. However, the implementation of Islamic economic principles in business practices has not been fully optimized, particularly regarding product halalness, the prohibition of riba, gharar, and maysir. This study aims to examine the application of these four principles in business activities, capital systems, and marketing strategies among food MSMEs in Palembang City. This research employed a descriptive qualitative method, with data collected through semi-structured interviews, field observations, and questionnaires distributed to five selected informants operating traditional Palembang culinary businesses. The findings reveal that the implementation of halal principles has improved, although most business owners still interpret halal primarily in terms of raw materials. In addition, the majority of MSMEs tend to avoid riba practices by relying on personal capital and family funding instead of interest-based loans. In transaction practices, elements of gharar are minimized through price transparency and honesty in product measurement. Meanwhile, awareness regarding the prohibition of maysir is relatively high, as reflected in the rejection of lottery systems and speculative practices by business owners. Based on these findings, this study recommends strengthening Islamic economic literacy among MSME actors, expanding access to sharia-based financing institutions, and enhancing assistance programs from relevant institutions in order to create culinary businesses that are more aligned with Islamic principles and capable of sustainable development.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29