ANALISIS PELUANG, ANCAMAN, DAN STRATEGI PERDAGANGAN SARANG BURUNG WALET INDONESIA SERTA PENGARUH KEBIJAKAN PERDAGANGAN TAHUN 2025 (STUDI KASUS EKSPOR KE TIONGKOK)
Kata Kunci:
Sarang Burung Walet, Ekspor, Daya Saing, Strategi Perdagangan, TiongkokAbstrak
Sarang burung walet merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor peternakan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Indonesia sebagai produsen utama dunia menghadapi peluang besar dalam perdagangan internasional, khususnya ke pasar Tiongkok sebagai importir utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, ancaman, serta strategi perdagangan sarang burung walet Indonesia dengan mempertimbangkan dinamika kebijakan perdagangan dan daya saing global. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, serta berbagai literatur ilmiah terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang sangat kuat, tercermin dari nilai indeks spesialisasi perdagangan yang mendekati satu serta nilai daya saing (RCA dan RSCA) yang tinggi. Permintaan global yang didominasi oleh pasar Tiongkok menjadi peluang utama, namun juga menimbulkan ketergantungan pasar yang cukup tinggi. Di sisi lain, tantangan utama meliputi ketatnya regulasi negara tujuan ekspor, isu keamanan pangan, standar kualitas, serta dominasi ekspor melalui negara perantara seperti Hong Kong. Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan meliputi penguatan hilirisasi produk, peningkatan standar kualitas dan keamanan pangan, diversifikasi pasar ekspor, serta optimalisasi ekspor langsung ke negara tujuan utama. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki posisi strategis dalam perdagangan global sarang burung walet, diperlukan kebijakan dan strategi yang terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi ketergantungan pasar guna mencapai keberlanjutan ekspor jangka panjang.
Swiftlet nests are one of the flagship commodities of the livestock subsector, possessing high economic value and making a significant contribution to the country’s foreign exchange earnings. As the world’s leading producer, Indonesia faces significant opportunities in international trade, particularly in the Chinese market as the primary importer. This study aims to analyze the opportunities, challenges, and trade strategies for Indonesian swiftlet nests by considering the dynamics of trade policy and global competitiveness. The method used is a descriptive-analytical approach utilizing secondary data from the Central Statistics Agency, the Ministry of Agriculture, and various relevant scientific literature. The analysis results indicate that Indonesia possesses a very strong comparative advantage, reflected in a trade specialization index value approaching one and high competitiveness scores (RCA and RSCA). Global demand, dominated by the Chinese market, presents a major opportunity but also leads to significant market dependence. On the other hand, the main challenges include strict regulations in export destination countries, food safety issues, quality standards, and the dominance of exports through intermediary countries such as Hong Kong. Therefore, strategies that can be implemented include strengthening product downstreaming, improving quality and food safety standards, diversifying export markets, and optimizing direct exports to major destination countries.




