ANALISIS KESELARASAN NILAI-NILAI BUDAYA MANDAILING (DALIHAN NA TOLU) DENGAN PRINSIP-PRINSIP PERBANKAN SYARIAH
Kata Kunci:
Dalihan Na Tolu, Budaya Mandailing, Perbankan Syariah, Kearifan Lokal, Literasi Keuangan SyariahAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pengembangan ekonomi syariah agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Salah satu kearifan lokal masyarakat Mandailing adalah Dalihan Na Tolu yang mengandung nilai keadilan, musyawarah, tanggung jawab, penghormatan, dan kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan nilai-nilai budaya Dalihan Na Tolu dengan prinsip-prinsip perbankan syariah serta implikasinya terhadap penguatan literasi dan pengembangan perbankan syariah di masyarakat Mandailing. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan budaya Dalihan Na Tolu, ekonomi Islam, serta perbankan syariah. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, membandingkan, dan menginterpretasikan berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Dalihan Na Tolu memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip-prinsip perbankan syariah, seperti keadilan (al-'adl), amanah, transparansi, musyawarah (syura), tolong-menolong (ta'awun), dan kemaslahatan (maslahah). Keselarasan tersebut berpotensi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah, meningkatkan literasi keuangan syariah, serta mendukung pengembangan produk dan layanan perbankan syariah yang lebih adaptif terhadap karakteristik budaya lokal. Dengan demikian, Dalihan Na Tolu dapat menjadi modal sosial dan budaya yang strategis dalam mendukung pengembangan perbankan syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
This study is motivated by the importance of integrating local cultural values into the development of the Islamic financial system to enhance public acceptance and participation. One of the indigenous cultural philosophies of the Mandailing community is Dalihan Na Tolu, which embodies the values of justice, deliberation, responsibility, mutual respect, and social solidarity. This study aims to analyze the alignment between the values of Dalihan Na Tolu and the principles of Islamic banking, as well as their implications for strengthening Islamic financial literacy and promoting the development of Islamic banking within the Mandailing community. The research employed a qualitative library research approach. Data were collected from books, scientific journals, and relevant academic publications concerning Dalihan Na Tolu, Islamic economics, and Islamic banking. The data were analyzed using content analysis by identifying, classifying, comparing, and interpreting information from various credible sources. The findings indicate that the values embedded in Dalihan Na Tolu are closely aligned with the fundamental principles of Islamic banking, including justice (al-'adl), trustworthiness (amanah), transparency, consultation (shura), mutual assistance (ta'awun), and public benefit (maslahah). This alignment has the potential to strengthen public trust in Islamic financial institutions, improve Islamic financial literacy, and support the development of Islamic banking products and services that are culturally adaptive and socially relevant. Therefore, Dalihan Na Tolu can serve as an important socio-cultural asset in fostering an inclusive, sustainable, and community-oriented Islamic banking system.




