OPTIMALISASI PROSES DRILL DAN TAP EMPAT LUBANG SIDE FRAME TIPE 110/138
Kata Kunci:
Optimalisasi Proses, Drill Dan Tap, PDCA, Fishbone Diagram, Efisiensi Produksi, Desain Jig, Penurunan Cycle TimeAbstrak
Penelitian ini difokuskan pada optimalisasi durasi proses serta konsistensi mutu pada aktivitas pengeboran dan pengetapan untuk empat titik lubang pada rangka sisi (side frame) tipe 110 dan 138. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus berbasis kerangka kerja PDCA, yang diperkuat dengan analisis diagram Fishbone dan metode 5 Why. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan, pencatatan waktu siklus (cycle time), serta wawancara dengan operator terkait. Temuan analisis mengindikasikan bahwa inefisiensi proses bersumber dari tiga faktor utama, yaitu posisi jig yang kurang presisi, parameter mesin yang belum optimal, dan masih adanya tahapan pengerjaan manual. Upaya perbaikan dilakukan melalui modifikasi rancangan jig, kalibrasi ulang parameter mesin, serta penyesuaian metode kerja agar keempat lubang dapat diproses secara otomatis tanpa intervensi manual. Implementasi perbaikan berhasil menurunkan waktu proses dari 85 menit menjadi 75 menit per unit, atau setara peningkatan efisiensi sebesar 11,76%, disertai peningkatan konsistensi mutu hasil dan berkurangnya beban kerja operator. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan perbaikan berbasis PDCA efektif digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses sekaligus menjaga stabilitas kualitas pada aktivitas drill dan tap.
This study focuses on optimizing process duration and quality consistency in the drilling and tapping operations performed on four hole points of a side frame type 110 and 138. The research adopts a case study approach grounded in the PDCA framework, reinforced by Fishbone diagram analysis and the 5 Why method. Data were gathered through direct field observation, cycle time recording, and interviews with the relevant operators. The analysis indicates that process inefficiency stemmed from three main factors: imprecise jig positioning, suboptimal machine parameters, and the persistence of manual work stages. Corrective actions involved redesigning the jig, recalibrating the machine parameters, and adjusting the work method so that all four holes could be processed automatically without manual intervention. The implemented improvements reduced the process time from 85 minutes to 75 minutes per unit, equivalent to an 11.76% efficiency gain, alongside improved quality consistency and a reduced operator workload. These findings confirm that PDCA-based improvement is effective in enhancing process efficiency while maintaining quality stability in drill and tap activities.




