ANALISIS DAMPAK POSITIF DAN DAMPAK NEGATIF DARI PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA DI SEKTOR PERTANIAN, SERTA PELUANG, ANCAMAN, TANTANGAN DAN SOLUSI DARI KEBIJAKAN IMPOR BERAS DARI MYANMAR

Penulis

  • Ayumia Hutasoit niversitas Pelita Bangsa

Kata Kunci:

Perdagangan Internasional, Keunggulan Komparatif, Ketahanan Pangan,, Stabilitas Harga, ebijakan Perdagangan Seimbang.

Abstrak

Indonesia sebagai negara agraris menempatkan beras sebagai komoditas utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, keterbatasan produksi domestik mendorong pemerintah untuk membuka kebijakan impor beras, salah satunya dari Myanmar. Fenomena ini mencerminkan dinamika perdagangan internasional, di mana negara saling melengkapi kebutuhan melalui mekanisme ekspor-impor sesuai prinsip keunggulan komparatif. Kajian ini bertujuan menganalisis pengaruh impor beras dari Myanmar terhadap perekonomian Indonesia, dengan menyoroti dampak positif, dampak negatif, tantangan, peluang, serta solusi kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa impor beras berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus memperkuat hubungan dagang antarnegara. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan berupa tekanan terhadap petani lokal, potensi ketergantungan pada pasokan luar negeri, serta dilema antara proteksi dan liberalisasi perdagangan.Solusi yang ditawarkan mencakup peningkatan produktivitas pertanian, modernisasi teknologi budidaya, serta kebijakan perdagangan yang seimbang antara kepentingan konsumen dan perlindungan produsen. Dengan demikian, perdagangan internasional tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat daya saing ekonomi dan ketahanan pangan berkelanjutan.

As an agrarian country, Indonesia regards rice as a key commodity in maintaining national food security. However, limitations in domestic production have prompted the government to adopt rice import policies, including imports from Myanmar. This phenomenon reflects the dynamics of international trade, in which countries complement each other’s needs through export-import mechanisms in accordance with the principle of comparative advantage.This study aims to analyze the impact of rice imports from Myanmar on the Indonesian economy, highlighting the positive and negative impacts, challenges, opportunities, and policy solutions. The analysis reveals that rice imports play a role in maintaining supply and price stability while strengthening bilateral trade relations. However, this policy also poses challenges, including pressure on local farmers, the potential for reliance on foreign supplies, and the dilemma between trade protection and liberalization.The proposed solutions include increasing agricultural productivity, modernizing farming technology, and implementing trade policies that balance consumer interests with producer protection. Thus, international trade serves not only as a means of meeting food needs but also as an opportunity to strengthen economic competitiveness and sustainable food security.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29