ANALISIS KECENDRUNGAN MEMILIH PEMBIAYAAN BANK KONVENSIONAL DIBANDINGKAN PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH

Penulis

  • Arini Alfa Muwaddah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Cahya Agung Mulyana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Preferensi Pembiayaan Syariah, Bank Konvensional, Petani Kelapa Sawit, Literasi Keuangan, Pengambilan Keputusan Pembiayaan

Abstrak

Perkembangan sistem keuangan global mengalami transformasi yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang inklusif dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya di negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim. Meskipun Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 telah memperkuat regulasi perbankan syariah di Indonesia, pemanfaatan pembiayaan syariah pada masyarakat agraris pedesaan masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengungkap alasan petani kelapa sawit di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, lebih memilih pembiayaan bank konvensional, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan tersebut, serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan perbankan syariah. Kajian ini memakai metode deskriptif kualitatif melalui cara wawancara secara mendalam, pengamatan, serta penelaahan dokumen kepada para petani., pegawai bank, dan pemangku kepentingan yang diseleksi secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu (purposif). Temuan kajian mengungkapkan bahwa kemudahan prosedur, kecepatan pencairan dana, aksesibilitas layanan, kebiasaan menggunakan bank konvensional, serta rendahnya literasi mengenai akad syariah lebih dominan memengaruhi keputusan pembiayaan dibandingkan pertimbangan religiusitas. Temuan ini menegaskan bahwa kenyamanan institusional dan keakraban kognitif lebih menentukan preferensi pembiayaan, sehingga diperlukan penguatan literasi keuangan syariah, penyederhanaan prosedur, dan perluasan edukasi berbasis komunitas untuk meningkatkan daya saing perbankan syariah pada sektor agraris

Global financial systems have experienced significant transformation as demand for accessible and ethically aligned banking services continues to grow, particularly in Muslim-majority developing countries. Despite the enactment of Law No. 21 of 2008 on Islamic Banking in Indonesia, the adoption of Islamic financing among rural agrarian communities remains limited. This study investigates the financing preferences of oil palmfarmers in Pasaman District, West Pasaman Regency, aiming to identify the reasons behind their preference for conventional bank financing, the determinants influencing their decisions, and the implications for Islamic banking development. Employing a qualitative descriptive method, the data were gathered by means of in-depth interviews, observation, and documentation involving purposively selected farmers, bank officers, and local agricultural stakeholders. The findings indicate that procedural simplicity, faster fund disbursement, wider service accessibility, established banking habits, and limited literacy regarding Sharia contracts exert stronger influence than religiosity in financing decisions. These results suggest that institutional convenience and cognitive familiarity outweigh normative-religious considerations, while limited outreach further constrains Islamic banking penetration in rural areas. The study extends behavioral finance literature by positioning religiosity as a necessary but insufficient determinant of Islamic financial adoption and highlights the need to strengthen financial literacy, simplify financing procedures, and expand community-based outreach to enhance Islamic banking competitiveness in agrarian economie

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30