ANALISIS STRATEGI PROMOSI DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT MENJADI ANGGOTA BMT AGAM MADANI NAGARI KOTO TUO
Kata Kunci:
Strategi Promosi, Advertising, Publicity, Personal Selling, Minat Masyarakat, BMT Agam MadaniAbstrak
BMT Agam Madani Nagari Koto Tuo merupakan lembaga keuangan syariah yang memberikan layanan keuangan berbasis prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala dalam meningkatkan jumlah anggota dan mengevaluasi strategi promosi yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara pengurus BMT dan masyarakat Nagari Koto Tuo, serta data sekunder dari buku, jurnal, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama meliputi rendahnya minat masyarakat, persaingan dengan lembaga keuangan yang memiliki jangkauan lebih luas, dan keterbatasan sumber daya manusia untuk promosi. Strategi promosi yang diterapkan terdiri atas advertising, publicity, dan personal selling; dari ketiganya personal selling paling dominan karena efektif membangun komunikasi langsung, meningkatkan pemahaman, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Rekomendasi meliputi peningkatan edukasi dan sosialisasi, optimalisasi media digital dan konvensional, penguatan personal selling, peningkatan kompetensi SDM, serta upaya membangun citra dan kepercayaan publik.
BMT Agam Madani Nagari Koto Tuo is a sharia-compliant financial institution that provides financial services based on sharia principles. This study aims to identify obstacles in increasing membership and to evaluate the promotional strategies employed. The research used a descriptive qualitative approach, with primary data collected through interviews with BMT management and residents of Nagari Koto Tuo, and secondary data from books, journals, and related documents. The results indicate main obstacles including low public interest, competition from financial institutions with wider service coverage, and limited human resources for promotion. The promotional strategies applied include advertising, publicity, and personal selling; among these, personal selling is the most dominant because it effectively builds direct communication, enhances public understanding, and fosters trust. Recommendations include increasing education and socialization efforts, optimizing digital and conventional media for promotion, strengthening personal selling, improving staff competencies, and building positive public image and trust.




