PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, FINANCING TO DEPOSIT RATIO, DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PENDAPATAN OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2020-2024

Penulis

  • Della Fitriah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Gusrianti Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Dana Pihak Ketiga, Financing to Deposit Ratio, BOPO, Return on Assets, Bank Umum Syariah

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan beberapa unsur terhadap tingkat hasil yang diperoleh pada lembaga keuangan di Indonesia selama kurun waktu 2020–2024. Kajian ini menggunakan pendekatan berbasis angka dengan memanfaatkan informasi yang telah tersedia dari laporan tahunan yang dipublikasikan secara resmi oleh setiap lembaga. Penentuan objek dilakukan melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria tertentu sehingga diperoleh 14 lembaga dengan total 66 data pengamatan yang memiliki jumlah data tidak sama pada setiap objek. Pengolahan informasi dilakukan menggunakan teknik pengujian statistik melalui bantuan perangkat lunak pengolah data, kemudian dipilih bentuk analisis yang paling sesuai berdasarkan beberapa tahapan pengujian. Selanjutnya, penilaian dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing unsur maupun pengaruh keseluruhannya terhadap hasil yang menjadi fokus kajian. Temuan menunjukkan bahwa salah satu unsur tidak memperlihatkan hubungan yang berarti terhadap hasil yang diamati, sedangkan dua unsur lainnya memiliki hubungan berlawanan arah serta menunjukkan pengaruh yang nyata. Apabila seluruh unsur dipertimbangkan secara bersamaan, semuanya terbukti memberikan pengaruh terhadap hasil yang dikaji, sebagaimana terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000124 yang berada di bawah batas ketentuan 0,05. Di samping itu, nilai kemampuan penjelasan model sebesar 24,68% memperlihatkan bahwa sebagian kecil perubahan hasil dapat diterangkan oleh unsur-unsur yang digunakan dalam kajian ini, sementara sekitar 75,32% sisanya dipengaruhi oleh berbagai keadaan lain yang tidak dibahas.

This inquiry was undertaken to ascertain the extent to which several underlying elements shape institutional performance within Indonesia’s financial sector throughout the 2020–2024 interval. A quantitative inquiry was adopted, drawing upon archival information extracted from officially published annual reports released by each institution. The observational units were selected through predetermined eligibility criteria, yielding fourteen institutions and sixty-six observations characterized by an unbalanced panel structure. The empirical examination employed statistical estimation procedures assisted by specialized analytical software, after which the most appropriate estimation framework was determined through a sequence of comparative diagnostic assessments. Subsequent examination was directed toward identifying both the individual and the collective contribution of the selected determinants to the outcome under consideration. The findings revealed that one determinant exhibited no statistically meaningful association with the observed outcome, whereas the remaining two demonstrated a significant inverse relationship. When evaluated concurrently, the entire set of determinants exerted a statistically significant influence on the investigated outcome, as evidenced by a probability value of 0.000124, substantially below the conventional threshold of 0.05. Furthermore, the explanatory capacity of the estimated framework reached 24.68%, indicating that slightly less than one quarter of the observed variation in the outcome could be attributed to the incorporated determinants, while the remaining 75.32% was plausibly associated with additional circumstances lying beyond the analytical scope of the present inquiry.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30