Jurnal Ekonomi Revolusioner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer
id-IDJurnal Ekonomi RevolusionerKEPERCAYAAN, LITERASI, KEUANGAN SYARIAH, DAN PERSEPSI RIBA TERHADAP ADOPSI PAYLATER: STUDI PERBANDINGAN PAYLATER KONVENSIONAL VS ALTERNATIF SYARIAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20611
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan, literasi keuangan syariah, dan persepsi terhadap riba dalam memengaruhi adopsi layanan paylater dengan membandingkan sistem paylater konvensional dan alternatif paylater berbasis syariah. Perkembangan financial technology (fintech) telah menghadirkan berbagai inovasi dalam sistem transaksi digital, salah satunya layanan buy now pay later (paylater) yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh barang atau jasa terlebih dahulu dan melakukan pembayaran secara cicilan pada waktu tertentu. Meskipun menawarkan kemudahan dan akses yang cepat, praktik paylater konvensional sering menimbulkan perdebatan dalam perspektif ekonomi Islam karena adanya unsur tambahan biaya seperti bunga, biaya layanan, dan denda keterlambatan yang berpotensi mengandung unsur riba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap penyedia layanan digital, tingkat literasi keuangan syariah, serta persepsi masyarakat terhadap riba merupakan faktor penting yang memengaruhi keputusan seseorang dalam menggunakan layanan paylater. Selain itu, perkembangan alternatif paylater berbasis syariah dengan menggunakan akad seperti murabahah, ijarah, dan wakalah dapat menjadi solusi untuk menghadirkan sistem pembiayaan digital yang lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan syariah serta pengembangan layanan fintech berbasis syariah menjadi langkah penting untuk mendorong penggunaan layanan keuangan digital yang lebih bijak dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of trust, Islamic financial literacy, and perceptions of riba on the adoption of paylater services by comparing conventional paylater systems and sharia-based paylater alternatives. The development of financial technology (fintech) has created various innovations in digital transaction systems, one of which is the buy now pay later (paylater) service that allows consumers to obtain goods or services first and make payments later through installment systems. Although this service offers convenience, fast access, and flexible payment methods, the practice of conventional paylater often raises debates from the perspective of Islamic economics because it involves additional charges such as interest, service fees, and late payment penalties which may contain elements of riba. This study uses a qualitative approach with a literature study method by reviewing various scientific sources such as journals, books, and previous studies related to the research topic. The results of the study indicate that trust in digital service providers, the level of Islamic financial literacy, and public perceptions of riba are important factors that influence individuals’ decisions to use paylater services. In addition, the development of sharia-based paylater alternatives using contracts such as murabahah, ijarah, and wakalah can be a solution to provide a more transparent, fair, and sharia-compliant digital financing system. Therefore, improving Islamic financial literacy and developing sharia-based fintech services are important steps to encourage the wiser use of digital financial services in accordance with Islamic economic principles.</em></p>Dewi Trisna KhairyahUnique Zafira ZulfanBobby Diansyah ArifinDesi Andriani SilalahiFeby Putri Indah Pratama Siregar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093ANALISIS PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DALAM RANGKA MENGURANGI TINGKAT NON PERFORMING FINANCING (NPF): (STUDI KASUS BMT AGAM MADANI NAGARI KOTO TANGAH)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20666
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Early Warning System (EWS) dalam upaya menekan tingkat Non Performing Financing (NPF) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah. Meskipun EWS telah diterapkan sebagai instrumen deteksi dini risiko pembiayaan, pada praktiknya masih ditemukan pembiayaan bermasalah yang menunjukkan belum optimalnya sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EWS di BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah dilakukan melalui pemantauan keteraturan angsuran, evaluasi kondisi usaha nasabah, serta pendekatan persuasif oleh petugas lapangan. Namun, efektivitas EWS masih belum optimal akibat beberapa kendala, baik internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan sistem teknologi dan kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasabah serta adanya pembiayaan ganda pada lembaga keuangan lain.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of the Early Warning System (EWS) in reducing the level of Non-Performing Financing (NPF) and to identify the factors influencing its effectiveness at BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah. Although EWS has been implemented as an early detection mechanism for financing risk, problematic financing remains evident in practice, indicating that the system has not been optimally applied. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that EWS implementation at BMT Agam Madani Nagari Koto Tangah involves monitoring the regularity of installment payments, evaluating the business conditions of customers, and applying a persuasive approach by field officers. However, the effectiveness of EWS has not yet been optimal due to several internal and external constraints. Internal factors include limitations in technological systems and a lack of competent human resources, while external factors are influenced by customers’ economic conditions and the existence of multiple financing facilities obtained from other financial institutions.</em></p>Rahul DipranataYenti Astarie Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093ANALISIS PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PERBANKAN SYARIAH (Studi Kasus: Masyarakat Jorong Sutijo, Nagari Koto Gadang, Kec. Iv Koto, Kab. Agam)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20647
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan perbankan syariah di Indonesia, yang telah berkembang pesat sebagai alternatif keuangan berbasis prinsip Islam, namun pengetahuan masyarakat tentangnya masih minim, terutama di daerah pedesaan seperti Jorong Sutijo, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Masyarakat di sana mayoritas beragama Islam dengan potensi ekonomi dari pertanian dan perdagangan, tetapi akses ke layanan perbankan syariah terhambat oleh jarak kantor cabang yang jauh dan kurangnya sosialisasi, sehingga mereka lebih akrab dengan bank konvensional seperti Bank BRI. Tujuan utama penelitian adalah mengungkap tingkat pengetahuan dan pemahaman warga tentang perbankan syariah, termasuk prinsip dasar seperti larangan riba, gharar, dan maysir, serta produk seperti tabungan Wadiah dan Mudharabah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer yang dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat, kepala jorong, serta warga setempat, dan didukung oleh studi dokumentasi.Data sekunder diperoleh dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang literasi keuangan syariah nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terbatas pada konsep dasar, di mana mereka mengenali perbankan syariah sebagai sistem tanpa bunga karena riba diharamkan, tetapi belum bisa menjelaskan produk spesifik atau membedakan Tabungan Wadiah sebagai titipan murni dan Tabungan Mudharabah sebagai bagi hasil. Ini dkarenakan aksesibilitas sulit, promosi bank syariah yang minim, dan pengaruh sosial yang lebih memilih bank konvensional.</p> <p><em>This research is motivated by the development of Islamic banking in Indonesia, which has grown rapidly as an alternative financial institution based on Islamic principles, but public knowledge about it is still minimal, especially in rural areas such as Jorong Sutijo, Nagari Koto Gadang, IV Koto District, Agam Regency. The community there is predominantly Muslim with economic potential from agriculture and trade, but access to Islamic banking services is hampered by the distance of branch offices and lack of socialization, so they are more familiar with conventional banks such as Bank BRI. The main objective of the study is to reveal the level of knowledge and understanding of residents about Islamic banking, including basic principles such as the prohibition of usury, gharar, and maysir, as well as products such as Wadiah and Mudharabah savings. This research applies a descriptive qualitative approach with primary data collection conducted through field observations, in-depth interviews with community leaders, village heads, and local residents, and supported by documentation studies. Secondary data was obtained from the Financial Services Authority (OJK) report on national Islamic financial literacy. The results indicate that public knowledge is limited to basic concepts. They recognize Islamic banking as an interest-free system because riba (usury) is prohibited. However, they are unable to explain specific products or differentiate between Wadiah Savings, which are pure deposits, and Mudharabah Savings, which are profit-sharing. This is due to difficult accessibility, minimal promotion of Islamic banks, and social influences favoring conventional banks.</em></p>Sri Don MestiSandra Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093ANALISIS DAMPAK PENYALURAN PEMBIAYAAN AKAD MUDHARABAH BANK SYARIAH INDONESIA DALAM MENGEMBANGKAN USAHA PERTANIAN TOMAT JORONG TANJUNG BALAU, NAGARI PAUH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20642
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Keterbatasan modal masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi petani dalam mengembangkan usaha pertanian, termasuk petani tomat di Nagari Pauh, Jorong Tanjung Balau, yang menyebabkan petani kesulitan dalam memenuhi kebutuhan produksi, seperti pembelian benih unggul, pupuk, pestisida, serta biaya tenaga kerja, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas dan kualitas hasil panen. Perbankan syariah melalui pembiayaan berbasis akad mudharabah diharapkan mampu menjadi solusi permodalan yang adil dan sesuai dengan karakteristik usaha pertanian, karena mengedepankan prinsip bagi hasil, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan dampak penyaluran pembiayaan akad mudharabah terhadap perkembangan usaha pertanian petani tomat, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan pembiayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggali makna, pengalaman, dan pandangan subjek penelitian secara mendalam mengenai penyaluran pembiayaan akad mudharabah serta dampaknya terhadap perkembangan usaha pertanian. Dalam penelitian ini, informan utama adalah para petani tomat yang telah menerima pembiayaan akad mudharabah dari Bank Syariah Indonesia KCP Pasar Aur. Jumlah informan sebanyak 10 orang petani yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria Petani yang Pernah menerima pembiayaan melalui akad mudharabah; Bersedia memberikan informasi terkait penggunaan dana dan perkembangan usahanya. Berdasarkan Hasil penelitian dapat diketahui bahwa penyaluran pembiayaan akad mudharabah berperan penting dalam mendukung perkembangan usaha pertanian. Pembiayaan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas usaha petani yang mampu mengelola dana secara produktif. Adanya kemampuan sebagian petani untuk memperluas lahan tanam, meningkatkan intensitas perawatan tanaman, serta menambah jumlah tenaga kerja yang digunakan selama proses produksi, serta adanya Dampak positif dari pembiayaan tersebut juga terlihat pada aspek sosial ekonomi petani dengan meningkatnya pendapatan, petani menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan usaha pertanian dan lebih termotivasi untuk mempertahankan bahkan mengembangkan usahanya di masa mendatang. Meskipun pemanfaatan pembiayaan belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala dalam mengelola dana pembiayaan tersebut.</p> <p><em>This research is motivated by the fact that limited capital is still the main problem faced by farmers in developing agricultural businesses, including tomato farmers in Nagari Pauh, Jorong Tanjung Balau, which causes farmers to have difficulty in meeting production needs, such as purchasing superior seeds, fertilizers, pesticides, as well as labor costs, resulting in low productivity and quality of harvest. Sharia banking through mudharabah contract-based financing is expected to be a fair capital solution and in accordance with the characteristics of agricultural businesses, because it prioritizes the principle of profit sharing, so that it can encourage increased productivity and welfare of farmers. This research aims to analyze the role and impact of the distribution of mudharabah contract financing on the development of tomato farmers' agricultural businesses, as well as identifying the obstacles faced in utilizing this financing. This research uses a descriptive qualitative approach. This approach was chosen because it is able to explore the meaning, experiences and views of research subjects in depth regarding the distribution of mudharabah contract financing and its impact on the development of agricultural businesses. In this research, the main informants are tomato farmers who have received mudharabah contract financing from Bank Syariah Indonesia KCP Pasar Aur. The number of informants was 10 farmers who were selected using purposive sampling based on the criteria of farmers who had received financing through mudharabah agreements; Willing to provide information regarding the use of funds and business development. Based on the research results, it can be seen that the distribution of mudharabah contract financing plays an important role in supporting the development of agricultural businesses. This financing has a positive impact on increasing the business capacity of farmers who are able to manage funds productively. The ability of some farmers to expand their planting area, increase the intensity of plant care, and increase the number of workers used during the production process, as well as the positive impact of this financing can also be seen in the socio-economic aspects of farmers with increased income, farmers become more confident in running agricultural businesses and more motivated to maintain and even develop their businesses in the future. Although the use of financing is not yet fully optimal because there are still obstacles in managing these financing funds.</em></p>Dian RahmadaniAndis Febrian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093PENGARUH ARUS KAS DAN LABA BERSIH TERHADAP HARGA SAHAM PADA BANK CENTRAL ASIA TBK PERIODE 2016 – 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20705
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh arus kas operasi dan laba bersih terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk selama periode 2016–2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode regresi linear berganda, dimana data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan publikasi resmi pasar modal, serta telah melalui pengujian asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model, sehingga menghasilkan temuan bahwa secara parsial arus kas operasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham meskipun menunjukkan arah hubungan positif, sedangkan laba bersih terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan yang mencerminkan bahwa investor lebih merespons informasi profitabilitas sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, dan secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,752 yang menunjukkan bahwa 75,2% variasi harga saham dapat dijelaskan oleh model penelitian, sehingga dapat disimpulkan bahwa laba bersih merupakan faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi pergerakan harga saham perusahaan.</p> <p><em>This study aims to empirically analyze the effect of operating cash flow and net income on stock prices of PT Bank Central Asia Tbk during the period 2016–2025 using a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The data used are secondary data obtained from annual financial statements and official capital market publications, which have been tested through classical assumption tests to ensure the feasibility of the model. The results indicate that, partially, operating cash flow does not have a significant effect on stock prices, although it shows a positive relationship. In contrast, net income has a positive and significant effect, indicating that investors tend to respond more to profitability information as a basis for investment decision-making. Simultaneously, both variables have a significant effect on stock prices, with a coefficient of determination (R²) of 0.752, indicating that 75.2% of stock price variation can be explained by the model. Therefore, it can be concluded that net income is the more dominant factor influencing stock price movements.</em></p>Tulus Purbo WasesoShabil BaihaqiMuhamad RizaldiHilhamd ArpiantoEka Apri Wahyu Saputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093ANALISIS IMPLEMENTASI MITIGASI RESIKO DALAM PENYALURAN DANA KUR TAHUN 2024 (Studi Kasus : BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20648
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu upaya strategis perbankan dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dalam praktiknya penyaluran pembiayaan KUR tidak terlepas dari berbagai resiko, terutama resiko gagal bayar yang dipengaruhi oleh kondisi usaha nasabah, rendahnya literasi keuangan syariah, serta penggunaan dana yang belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mitigasi resiko dalam penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak internal BSI KCP Bukittinggi Pasar Aur yang terlibat langsung dalam penyaluran dan pengelolaan pembiayaan KUR serta nasabah penerima pembiayaan KUR sebagai informan mengenai pemahaman penggunaan dana, pengalaman dalam menjalankan usaha. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur telah menerapkan berbagai strategi mitigasi resiko, seperti analisis kelayakan pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian (5C), verifikasi data nasabah, monitoring pasca pencairan, serta pendekatan komunikasi intensif terhadap nasabah pembiayaan bermasalah. Namun, implementasi mitigasi resiko tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih ditemui kendala, seperti keterbatasan pengawasan penggunaan dana dan faktor eksternal yang memengaruhi kemampuan bayar nasabah.</p> <p><em>This research is motivated by the distribution of People's Business Credit (KUR) funds, which is one of the banking strategic efforts to support the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, in practice, the distribution of KUR financing is not free from various risks, especially the risk of default which is influenced by the customer's business conditions, low Islamic financial literacy, and the use of funds that are not fully in accordance with the financing objectives. This study aims to analyze the implementation of risk mitigation in the distribution of People's Business Credit (KUR) funds at Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur, as well as identify challenges and obstacles faced in its implementation. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research informants consist of internal parties of Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur who are directly involved in the distribution and management of KUR financing and customers receiving KUR financing as informants regarding their understanding of the use of funds, experience in running a business. Based on the research and discussion results, it is known that Bank Syariah Indonesia KCP Bukittinggi Pasar Aur has implemented various risk mitigation strategies, such as financing feasibility analysis with the principle of prudence (5C), customer data verification, post-disbursement monitoring, and an intensive communication approach to problem financing customers. However, the implementation of this risk mitigation is not yet fully optimal due to still encountered obstacles, such as limited supervision of fund use and external factors that affect customer repayment capacity.</em></p>Dwi YuliaYenty Astarie Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093PERAN BMT AGAM MADANI KOTO TANGAH DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI PASAR PAKAN KAMIS DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SGDS 8
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jer/article/view/20646
<p>saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif serta penciptaan lapangan kerja, terutama pada sektor ekonomi lokal. Namun, pelaku UMKM di Pasar Pakan Kamis masih menghadapi berbagai kendala struktural, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi keuangan, dan lemahnya pengelolaan usaha. Kehadiran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah diharapkan mampu menjadi solusi alternatif melalui penyediaan pembiayaan yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada peran BMT Agam Madani Koto Tangah dalam pemberdayaan UMKM di Pasar Pakan Kamis serta keterkaitannya dengan pencapaian SDGs 8 yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan penciptaan pekerjaan layak. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk peran BMT melalui pembiayaan dan pendampingan usaha serta kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas, pendapatan, dan keberlanjutan usaha UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pengelola BMT dan pelaku UMKM. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran empiris yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Agam Madani Koto Tangah berperan dalam menyediakan akses pembiayaan syariah yang relatif mudah dan terjangkau. Pembiayaan tidak hanya menjadi tambahan modal, tetapi juga meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab finansial pelaku UMKM. Selain itu, pendampingan usaha berkontribusi terhadap stabilitas dan keberlanjutan usaha, meskipun pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan sosialisasi dan sistem pendampingan yang belum terstruktur secara maksimal.</p> <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in promoting inclusive economic growth and creating employment opportunities, particularly within local economic sectors. However, MSME actors in Pasar Pakan Kamis continue to face various structural challenges, including limited access to capital, low financial literacy, and weak business management practices. The presence of Baitul Maal wat Tamwil (BMT) as a sharia-based microfinance institution is expected to provide an alternative and effective solution through fair and sustainable financing mechanisms. This study examines the role of BMT Agam Madani Koto Tangah in empowering MSMEs in Pasar Pakan Kamis and its relevance to achieving SDG 8, which focuses on inclusive economic growth and decent work opportunities. The objective is to analyze the forms of BMT’s role through financing and business mentoring, as well as its contribution to improving productivity, income, and business sustainability among MSMEs. The research employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving BMT management and MSME actors. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive empirical understanding. The findings indicate that BMT Agam Madani Koto Tangah provides relatively accessible and affordable sharia-based financing. The financing not only serves as additional business capital but also promotes financial discipline and responsibility among MSME actors. Furthermore, business mentoring contributes to business stability and sustainability, although its implementation remains less than optimal due to limited outreach and the absence of a structured mentoring system.</em></p>Andri Oktananda PutraIiz Izmuddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ekonomi Revolusioner
2026-03-302026-03-3093