https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jet/issue/feed Jurnal Eksplorasi Teologi 2026-03-31T02:50:04+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jet/article/view/20576 KEDAULATAN TUHAN SEBAGAI PENGHAKIMAN DAN PEMULIHAN: ANALISIS PERANG KUDUS DALAM KITAB YEREMIA DAN RELEVANSINYA BAGI PELAYANAN PASTORAL 2026-03-13T07:49:03+00:00 Maxsi Tupamahu maxsitupamahu@gmail.com Astrid Agnes Polnaya astridpolnaya@gmail.com <p>Perang dalam Perjanjian Lama sering menimbulkan pertanyaan teologis karena berkaitan dengan tindakan ilahi yang tampak paradoksal dengan karakter Allah yang adil dan penuh kasih. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep teologi perang kudus dalam kitab Yeremia serta menjelaskan manifestasi kedaulatan Tuhan melalui perang sebagai sarana penghakiman dan pemulihan, sekaligus meninjau relevansinya bagi pelayanan pastoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Populasi penelitian mencakup teks-teks Perjanjian Lama yang berkaitan dengan perang kudus, khususnya kitab Samuel dan Yeremia, dengan sampel perikop 1 Samuel 15; Yeremia 7, 25, 27, dan 30–33. Analisis data dilakukan secara deskriptif-teologis dan hermeneutik melalui penafsiran kontekstual serta perbandingan tradisi teologis kedua kitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang dalam Yeremia menjadi instrumen kedaulatan Allah untuk menghukum pelanggaran perjanjian sekaligus membuka jalan bagi pemulihan melalui janji perjanjian baru.</p> <p><em>War in the Old Testament often raises theological questions because it involves divine actions that appear paradoxical to the character of God as just and loving. This study aims to analyze the concept of holy war theology in the Book of Jeremiah and to explain the manifestation of God’s sovereignty through war as a means of judgment and restoration, as well as its relevance for pastoral ministry. This research uses a qualitative approach with a library research method. The population includes Old Testament texts related to holy war, particularly the books of Samuel and Jeremiah, with samples focusing on 1 Samuel 15 and Jeremiah 7, 25, 27, and 30–33. Data were analyzed using descriptive-theological and hermeneutical approaches through contextual interpretation and comparison of the theological traditions of both books. The results show that war in Jeremiah functions as an instrument of God’s sovereignty to judge covenant violations while opening the way for restoration through the promise of a new covenant.</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Teologi