IMPLEMENTASI PASAL 3 DALAM PENGEMBANGAN DI MUSEUM RUMAH BUDAYA SUMBA LANGGALERO, KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

Penulis

  • Rosalinda Tania Lero Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukkmo Yogyakarta

Kata Kunci:

Implementasi, Pasal 3 UU No. 18 Tahun 2025, Museum Rumah Budaya Sumba, Pariwisata Berbasis Masyarakat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pasal 3 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 yang mengatur tentang Pembangunan keberlanjutan ynag sejalan dalam pengembangan Museum Rumah Budaya Sumba Langgalero, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pasal 3 menekankan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum telah berperan sebagai sarana pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan adat, seni, dan edukasi budaya. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan dukungan kelembagaan, pendanaan, dan promosi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemerintah, pengelola museum, dan masyarakat untuk mengoptimalkan peran museum dalam pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan.

This study aims to analyze the implementation of Article 3 of Law Number 18 of 2025 which regulates sustainable development in line with the development of the Sumba Langgalero Cultural House Museum, Southwest Sumba Regency. Article 3 emphasizes cultural preservation, community empowerment, and the development of sustainable tourism based on local wisdom. This study uses a qualitative method with a juridical-empirical approach through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that the museum has played a role as a means of cultural preservation, strengthening local identity, and empowering the community through traditional activities, arts, and cultural education. The obstacles found include limited institutional support, funding, and promotion. This study recommends strengthening collaboration between the government, museum managers, and the community to optimize the role of the museum in the development of sustainable cultural tourism.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31