EKSPLORASI KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP TRADISI PENYEMBUHAN DENGAN SEMBUR AIR SIRIH PINANG KUNYAH DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Penulis

  • Maria Anggelina Haekase Universitas Nusa Cendana
  • Marni Marni Universitas Nusa Cendana
  • Helga J. N. Ndun Universitas Nusa Cendana
  • Imelda F. E. Manurung Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Tradisi Sembur Sirih Pinang, Persepsi, Kepercayaan, Konstruksi Sosial, Pelayanan Kesehatan

Abstrak

Tradisi penyembuhan dengan sembur air sirih pinang kunyah masih sangat kuat di Kabupaten Timor Tengah Utara. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan ini berdampak pada keterlambatan penanganan medis. Hal ini terjadi karena pasien cenderung baru datang ke fasilitas kesehatan setelah kondisi penyakitnya memburuk atau kritis, sehingga diperlukan pendekatan pelayanan yang peka budaya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik, kepercayaan, persepsi, dan konstruksi sosial masyarakat terhadap tradisi penyembuhan dengan sembur air sirih pinang kunyah. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang ditentukan melalui teknik non-probability dengan jenis purposive sampling, dan teknik analisis data menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode sembur air sirih pinang kunyah (pul) bertahan sebagai kearifan lokal dalam budaya suku Atoin Pah Meto, didukung oleh keyakinan spiritual penyembuh yang merasa mendapatkan restu dari nenek moyang dan kuasa dari Tuhan. Masyarakat memilih pengobatan tradisional karena menganggap pengobatan medis tidak memberikan hasil yang diharapkan atau menimbulkan efek samping. Praktik pengobatan tradisional ini memberikan efek yang positif, rasa lega, serta kenyamanan batin yang dirasakan langsung oleh pasien. Sementara itu, kepercayaan masyarakat terhadap tradisi penyembuhan ini masih sangat kuat dan konstruksi sosial terhadap keputusan untuk menggunakan praktik penyembuhan ini terbentuk melalui interaksi sosial dari keluarga, tetangga, dan kerabat terdekat

The traditional healing practice involving the spraying of chewed betel quid mixture remains deeply rooted in North Central Timor Regency. The community's heavy reliance on this method often leads to delays in seeking professional medical care. Patients frequently visit healthcare facilities only after their conditions have deteriorated or become critical, highlighting the need for a culturally sensitive approach to service delivery. This study aims to explore the practices, beliefs, perceptions, and social constructs surrounding this traditional healing method. A qualitative phenomenological research design was employed. Data were gathered through in-depth interviews with informants selected via purposive sampling (a non-probability technique), and the data were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that the practice of spraying chewed betel quid mixture (pul) persists as a form of local wisdom within the Atoin Pah Meto culture, sustained by the healers' spiritual conviction that they possess blessings from their ancestors and power from God. Community members opt for this traditional treatment because they perceive medical treatment as ineffective or prone to causing side effects. This traditional practice yields positive outcomes, providing patients with immediate relief and a sense of inner comfort. Furthermore, public faith in this healing tradition remains strong, and the decision to utilize it is shaped by social interactions involving family, neighbors, and close relatives

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30