KAJIAN PANDANGAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH TERHADAP EKSISTENSI DESA JAMBLANG SEBAGAI DESA WISATA DI ERA MODERN

(STUDY OF LOCAL COMMUNITY AND GOVERNMENT VIEWS ON THE EXISTENCE OF JAMBLANG VILLAGE AS A TOURISM VILLAGE IN THE MODERN ERA)

Penulis

  • Roswati Universitas Kristen Maranatha
  • Amanda Muliati Universitas Kristen Maranatha

Kata Kunci:

Desa Jamblang, Desa Wisata, Heritage, Eksistensi, Potensi

Abstrak

Desa Jamblang berlokasi di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pada
tahun 2019, Pemerintah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, menyatakan Desa
Pecinan Jamblang menjadi Desa Wisata. Hal ini dinyatakan karena Desa Jamblang memiliki banyak
potensi, salah satunya adalah kekayaan heritage bangunan bergaya Tionghoa yang sudah berdiri
sejak 1480. Beberapa tragedi seperti pengangkatan rel kereta api dan masa Orde Baru tidak sedikit
berdampak pada penurunan eksistensi Desa Jamblang. Berbagai pandangan dari pemerintah dan
masyarakat muncul setelah 5 tahun Desa Jamblang memiliki status Desa Wisata. Saat ini Desa
Jamblang harus menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensinya di era modern.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan wawancara, dan observasi
lokasi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan pandangan dari kedua belah pihak atas
pengembangan berkelanjutan dan cita-cita Desa Jamblang di masa depan.

Jamblang Village is located in Jamblang District, Cirebon Regency, West Java. In 2019, the
Department of Culture and Tourism of Cirebon Regency declared Jamblang Village as a Tourism Village.
This was declared because Jamblang Village has a lot potential, one of which is the heritage of Chinese
style buildings that have been established since 1480. Several tragedies such as the removal of the
railroad and the New Order Era had a significant impact on the existence of Jamblang Village. After 5
years, Jamblang Village has the status of a Tourism Village, various perceptions have emerged from the
government and the community. Currently, Jamblang Village has to face challenges in maintaining its
existence in the modern era. The research method used is qualitative method with interviews, and
location observation. The result of this research is to summarize the views of both parties on the
sustainable development and future goals of Jamblang Village.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-14