IMPLEMENTASI PELAYANAN PERIZINAN BERUSAHA TERINTEGRASI SECARA ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN KARIMUN

Penulis

  • Sisilia Wedhia Wati Universitas Terbuka
  • Akadun UNSAP
  • Subekti Nurmawati Universitas Terbuka

Kata Kunci:

Implementasi, Online Single Submission Risk Based Approach

Abstrak

Online single submission risked based approach merupakan platform penyelenggaraan
perizinan berusaha berbasis digital berupa aplikasi terintegrasi yang berbasis web untuk perizinan
berusaha non Usaha Mikro kecil (UMK) dan Usaha Mikro Kecil (UMK). Aplikasi ini diharapkan
mendukung implementasi perizinan jenis usaha mikro kecil yang bergerak disektor Industri
Rumah Tangga Pangan (IRTP) yakni berupa hasil produksi olahan pangan menggunakan peralatan
manual sampai dengan semi otomatis dan dipasarkan ke masyarakat baik secara langsung maupun
melalui supermarket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi pelayanan
perizinan berusaha terintegrasi secara Online Single Submission (OSS) pada Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun, serta faktor pendorong dan faktor
penghambat. Penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Sumber data
berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara
dan dokumentasi. Sumber data berasal dari informan secara purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan Implementasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Online Single
Submission (OSS) dapat ditinjau berdasarkan 3 indikator berdasarkan teori Charles O’Jones terdiri
dari; organization, interpretation, dan application pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun sudah menjalankan program tersebut dengan baik, tetapi
perlu dilakukan peningkatan kemampuan pegawai melalui Bimtek dan pelatihan terkait
penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT), juga pendidikan dan
Pelatihan penggunaan aplikasi secara khusus kepada para ibu rumah tangga dalam penggunaan
aplikasi layanan Perizinan agar dapat melakukan pelayanan Perizinan secara mandiri.

The online single submission risk-based approach is a platform for administering digital
based business licensing in the form of an integrated web-based application for non- Micro Small
Businesses (MSB) and Micro Small Businesses (MSB) business licensing. This application is expected to
support the implementation of licensing for types of micro and small businesses operating in the
Home Food Industry sector, namely in processed food products using manual to semi-automatic
equipment and marketed to the public either directly or through supermarkets. This research aims to
determine the implementation of integrated business licensing services via Online Single Submission
(OSS) at the Karimun Regency Investment and One-Stop Integrated Services Service, as well as the
driving and inhibiting factors. This research uses a qualitative method with a descriptive approach.
The data sources used primary data and secondary data. Data collection techniques are observation,
interviews, and documentation. The data was sourced from informants using purposive sampling. The
research results that the Implementation of Integrated Business Licensing Services Online Single
Submission (OSS) can be reviewed based on 3 indicators based on Charles O'Jones' theory consisting
of; organization, interpretation, and application at the Karimun Regency Investment and One-Stop
7
Implementasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Online Single Submission (OSS) pada
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun
Integrated Services Service has implemented the program well, but it is necessary to increase
employee capabilities through Bimtek and training related to the issuance of Home Industrial Food
Production Certificates, so it is also hoped that there will be education and training on the use of
applications specifically for housewives who are Home Food Industry Business Actors in using
Licensing service applications so that they can carry out Licensing services independently.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-15