NILAI-NILAI AGAMA HINDU DALAM TRADISI NGEMBAK GENI NYAKAN DIWANG DESA BANYUATIS KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG

Penulis

  • Gede Prabudinatha Gautama Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Kata Kunci:

Nyepi, Tradisi Nyakan Diwang, Nilai-Nilai Agama Hindu, Desa Banyuatis

Abstrak

Latar belakang masyarakat Desa Pakraman Banyuatis Kecamatan Banjar Kabupaten
Buleleng hingga saat ini masih melaksanakan tradisi nyakan diwang. Mereka meyakini bahwa
nyakan diwang selain merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh para leluhurnya,
juga sebagai bentuk pembersihan rumah terutama penyepian dapur setiap keluarga di Desa
tersebut.. Tradisi ini diyakini bahwa dengan nyakan diwang maka masyarakat desa akan terbebas
dari leteh (kotor). Pelaksanaan dari tradisi nyakan diwang dilaksanakan serangkaian dengan Hari
Raya Nyepi yakni sehari setelah Sipeng (Nyepi) berlangsung yaitu pada saat Ngembak Geni.
Usaha-usaha masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi ini, salah satunya adalah melalui
peningkatan pemahaman masyarakat melalui pendidikan, baik informal, formal maupun
nonformal. Pendidikan ini dapat berlangsung di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun di
masyarakat dalam pergaulan sehari-hari. Melalui pendidikan ini diharapkan seluruh masyarakat
Desa Pakraman Banyuatis Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng dari usia muda hingga tua tetap
mempertahankan tradisi nyakan diwang ini sebagai salah satu tradisi warisan leluhur yang perlu
dilestarikan.

The people of Banyuatis Village, Banjar District, Buleleng Regency, to this day still carry
out the tradition of nyakan diwang. They believe that nyakan diwang is not only a tradition handed
down from generation to generation by their ancestors, but also a form of cleaning the house,
especially cleaning the kitchen of each family in the village. This tradition is believed to mean that by
nyakan diwang the village community will be free from leteh (dirty). The implementation of the
Nyepi Diwang tradition is carried out in series with Nyepi Day, namely the day after Sipeng (Nyepi)
takes place, namely during Ngembak Geni. One of the community's efforts to maintain this tradition
is by increasing community understanding through education, both informal, formal and non
formal. This education can take place at school, in the family environment, or in the community in
daily interactions. Through this education, it is hoped that the entire community of Banyuatis
Village, Banjar District, Buleleng Regency, from young to old ages, will continue to maintain the
nyakan diwang tradition as one of the ancestral heritage traditions that needs to be preserved.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-18