BENTUK TANGGUNG GUGAT WANPRESTASI CV X ATAS JASA PENGURUSAN IZIN PENGUSAHAAN AIR TANAH

(STUDI KASUS DI PT X KABUPATEN GRESIK)

Penulis

  • Nikita Zazkhia Nur Annisah Cinta Korompis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Waluyo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Kata Kunci:

Tanggung Gugat, Wanprestasi, Izin Air Tanah, Keadaan Kahar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung gugat wanprestasi CV X sebagai perusahaan penyedia jasa perizinan terhadap PT X sebagai perusahaan manufaktur dalam jasa pengurusan izin pengusahaan air tanah serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pemenuhan tanggung gugat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan staf legal PT X dan studi dokumen internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa dipicu oleh disrupsi regulasi pada tahun 2022 yang mengalihkan kewenangan perizinan dari pemerintah daerah ke pusat, sehingga menciptakan keadaan kahar (force majeure). Bentuk tanggung gugat yang dilakukan CV X adalah penyelesaian prestasi tanpa biaya tambahan melalui mekanisme negosiasi dan kompromi di luar pengadilan. Hambatan utama mencakup disrupsi regulasi, ketidaksiapan data teknis objek perizinan, dan buruknya manajemen komunikasi antar pihak.

This study aims to analyze the form of liability for breach of contract by CV X, a licensing service provider, toward PT X, a manufacturing company, in the provision of groundwater use permit services, as well as to identify the obstacles that arise in fulfilling such liability. This study employs an empirical legal method with a legislative and conceptual approach. Data were collected through interviews with PT X’s legal staff and a review of internal documents. The findings indicate that the dispute was triggered by regulatory disruption in 2022, which transferred licensing authority from local governments to the central government, thereby creating a force majeure situation. The form of liability undertaken by CV X was the fulfillment of obligations without additional costs through out-of-court negotiation and compromise mechanisms. The main obstacles included regulatory disruption, the lack of readiness of technical data regarding the licensing object, and poor communication management among the parties.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30