REVITALISASI PANGAN TRADISIONAL: PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS OLAHAN KACANG TANAH DI KECAMATAN NAGAWUTUNG, KABUPATEN LEMBATA
Kata Kunci:
Pemberdayaan Masyarakat, Kacang Ampyang,, Kemandirian EkonomiAbstrak
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bentuk pengabdian yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Duawutun, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, dengan sasaran ibu-ibu PKK sebagai kelompok yang memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi keluarga. Program pemberdayaan dirancang menggunakan pendekatan berbasis aset masyarakat dengan memanfaatkan komoditas lokal berupa kacang tanah yang selama ini hanya dijual dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi terbatas. Melalui kegiatan ini, kacang tanah diolah menjadi produk pangan tradisional berupa kacang ampyang sebagai upaya peningkatan nilai tambah dan diversifikasi pangan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pengolahan kacang tanah menjadi kacang ampyang, serta pengenalan dasar pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh peserta dalam setiap tahapan proses. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah kacang tanah menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual. Selain itu, kegiatan ini mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha serta membuka peluang pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis potensi lokal. Dampak kegiatan tidak hanya dirasakan pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan peran perempuan dalam aktivitas produktif desa. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kacang tanah menjadi kacang ampyang dapat menjadi alternatif model pengabdian yang aplikatif, berkelanjutan, dan relevan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa berbasis kearifan lokal secara mandiri serta mendorong kemandirian ekonomi komunitas secara berkelanjutan dan inklusif di wilayah pedesaan.
Community empowerment is one form of service that aims to increase capacity, independence, and the well-being of the community through the sustainable use of local resources. This community service activity is being carried out in Duawutun Village, Nagawutung District, Lembata Regency, targeting housewives as a group that plays a strategic role in strengthening family economics. The empowerment program was designed using a community asset-based approach, utilizing the local commodity of peanuts, which were previously sold in their raw form, limiting their economic value. Through this program, peanuts are processed into traditional food products such as kacang ampyang to increase their value and diversify local food products. The implementation method of the program includes a socialization stage, training, and direct practice of processing peanuts into ampyang, as well as an introduction to the basics of packaging and marketing products. The activity is carried out in a participatory manner, involving all participants in each stage of the process. The results of the program demonstrate an increase in the knowledge and skills of the PKK women in processing peanuts into products with commercial value. Additionally, the program encouraged entrepreneurship and opened opportunities for the development of micro, small, and medium enterprises based on local potential. The impact of the activity is not only felt in the economic aspect, but also in the strengthening of the role of women in productive activities in the village. Thus, empowering the community through processing peanuts into ampyang can be an alternative, applicable, and sustainable model of community service to improve the well-being of rural communities based on local wisdom, as well as promote economic independence for communities in a sustainable and inclusive way in rural areas.




