TANGGUNG JAWAB HUKUM NOTARIS DALAM SENGKETA SERTIPIKAT HAK MILIK ATAS TANAH YANG MENGANDUNG CACAT ADMINISTRATIF

Penulis

  • Aqila Aulia Rachma Universitas Pancasila
  • Annisaa Maymanathan Kamila Universitas Pancasila

Kata Kunci:

Tanggung Jawab Notaris, Sertipikat Tanah Cacat Administrasi, Perlindungan Hukum

Abstrak

Notaris sebagai pejabat umum memiliki kewenangan untuk membuat akta autentik yang berfungsi sebagai alat bukti sempurna dalam berbagai perbuatan hukum, termasuk di bidang pertanahan. Dalam praktiknya, permasalahan sering muncul ketika akta dibuat berdasarkan sertipikat tanah yang mengandung cacat administrasi, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa dan kerugian bagi para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab hukum notaris terhadap penerbitan akta yang berkaitan dengan sertipikat tanah yang cacat administrasi serta mengkaji perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan akibat akta notaris dalam sengketa pertanahan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris dapat dimintai pertanggungjawaban administratif, perdata, maupun pidana apabila terbukti lalai atau dengan sengaja membuat akta berdasarkan sertipikat tanah yang cacat administrasi tanpa menerapkan prinsip kehati-hatian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris dan peraturan pertanahan. Selain itu, perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan dapat ditempuh melalui upaya preventif dan represif, antara lain melalui gugatan perdata, pembatalan akta, keberatan administratif kepada instansi pertanahan, pengawasan oleh Majelis Pengawas Notaris, serta proses pidana apabila ditemukan unsur tindak pidana. Dengan demikian, penerapan prinsip kehati-hatian oleh notaris dan optimalisasi sistem perlindungan hukum menjadi faktor penting dalam mewujudkan kepastian hukum di bidang pertanahan.

A notary, as a public official, is authorized to create authentic deeds that serve as perfect evidence in various legal acts, including those related to land affairs. In practice, legal issues often arise when a deed is executed based on a land certificate containing administrative defects, potentially leading to disputes and losses for the parties involved. This study aims to analyze the forms of legal liability imposed on notaries concerning deeds related to administratively defective land certificates and to examine the legal protection available to parties harmed by notarial deeds in land disputes. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that a notary may bear administrative, civil, and criminal liability if proven negligent or intentionally involved in drafting a deed based on an administratively defective land certificate without applying the principle of prudence as required under the Law on Notarial Office and land regulations. Furthermore, legal protection for injured parties may be pursued through both preventive and repressive legal mechanisms, including civil lawsuits, deed cancellation, administrative objections before land authorities, supervision by the Notary Supervisory Council, and criminal proceedings where criminal elements are present. Therefore, the implementation of prudential principles by notaries and the optimization of legal protection mechanisms are essential to ensuring legal certainty and justice in the field of land law.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29