DAMPAK WANPRESTASI TERHADAP SENGKETA JUAL BELI SAHAM TANPA KESEPAKATAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) DI PT. KELUARGA SAKINAH GROUP

Penulis

  • Aisyah Shafa Pramasari UPN Veteran Jawa Timur
  • Hervina Puspitosari UPN Veteran Jawa Timur

Kata Kunci:

Sengketa, Jual, Saham, Dan Pemegang Saham

Abstrak

Perseroan Terbatas merupakan kegiatan usaha yang berbadan hukum terdiri atas persekutuan
modal yang didirikan atas dasar suatu perjanjian antar para pihaknya untuk menjalankan kegiatan usaha
dengan modal dasar yang terbagi atas saham. PT sebagai subjek hukum yang salah satu kegiatannya adalah
dalam jual beli saham yang diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas. Perselisihan terkait jual beli saham dapat saja timbul, sehingga permasalahan yang diangkat sebagai
penelitian bertujuan untuk mendalami mekanisme yang dapat dilakukan penyelesaian perselisihan dalam jual
beli saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada PT Keluarga Sakinah Group di
Caruban melalui penelitian empiris yang melibatkan pengumpulan data studi lapangan di PT Keluarga
Sakinah Group. Jual beli saham dianggap tidak sah karena tidak terpenuhi syarat objektif dan subjektif suatu
perjanjian yang menimbulkan ketidakpastian dalam dokumen perusahaan dan menghambat proses operasional
seperti penerbitan sertifikat kepemilikan saham oleh notaris. Studi ini menunjukkan bahwa terlebih dahulu
menawarkan mekanisme yang fleksibel dan efisien untuk menyelesaikan perselisihan agar menjaga reputasi
perusahaan, dan menjaga kepercayaan pemegang saham yaitu melalui non-litigasi, namun apabila tidak
berhasil maka dapat dilakukan melalui litigasi dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Penelitian ini
menyoroti pentingnya mematuhi persyaratan hukum dan perlunya solusi yang adil dalam sengketa transaksi
saham.

A capital partnership established on the basis of an agreement between investors to carry
out business activities with authorized capital divided into shares. PT as a legal subject, one of its
activities is the sale and purchase of shares which is regulated based on Law Number 40 of 2007
concerning Limited Liability Companies. Disputes related to the sale and purchase of shares can
arise, so the problem raised as research aims to explore the mechanism by which a marriage can be
resolved in the sale and purchase of shares without the approval of the General Meeting of
Shareholders (GMS) at PT Keluarga Sakinah Group in Caruban through empirical research
involving the collection of studies field data at PT Keluarga Sakinah Group. Buying and selling
shares is not considered valid because the objective and subjective requirements of an agreement
are not fulfilled, which creates violations in company documents and hampers operational processes
such as the issuance of share ownership certificates by a notary. This study shows that first offering
a flexible and efficient mechanism to resolve disturbances in order to protect company property and
maintain shareholder trust, namely through non-litigation, but if this is not successful, it can be done
through litigation by filing a lawsuit in court. This research highlights the importance of complying
with legal requirements and the need for fair solutions in enforcing share transactions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-29