ANALISIS STRATEGI SOSIALISASI BAHAYA NARKOTIKA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN PADA GENERASI MUDA
Kata Kunci:
Strategi, Sosialisasi, Narkotika, Ketahanan Diri RemajaAbstrak
Drug abuse among young people is a complex and ongoing social problem, with serious impacts on both individuals and the social fabric. Young people are at a developmental stage that is vulnerable to environmental influences, necessitating preventative and sustainable efforts. This study aims to analyze strategies for socializing the dangers of narcotics in preventing abuse among young people, particularly in building adolescent resilience. This research employed a qualitative approach with a descriptive-analytical approach, conducted through literature review and analysis of supporting data from relevant institutions. The results indicate that socialization strategies implemented through face-to-face, media-based, and participatory approaches play a significant role in increasing preventive awareness among young people. However, the effectiveness of socialization is still influenced by the communication patterns used, the credibility of the communicator, and the support of the social environment. Socialization also has limitations if used as a sole strategy without integration with the role of family, the environment, and social policies. Therefore, a comprehensive and sustainable socialization strategy is needed that emphasizes strengthening adolescent resilience as an effort to prevent drug abuse.
Penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan berkelanjutan, dengan dampak serius terhadap individu maupun tatanan sosial. Generasi muda berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga memerlukan upaya pencegahan yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosialisasi bahaya narkotika dalam pencegahan penyalahgunaan pada generasi muda, khususnya dalam membangun ketahanan diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis data pendukung dari lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sosialisasi yang dilakukan melalui pendekatan tatap muka, berbasis media, dan partisipatif memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran preventif generasi muda. Namun, efektivitas sosialisasi masih dipengaruhi oleh pola komunikasi yang digunakan, kredibilitas komunikator, serta dukungan lingkungan sosial. Sosialisasi juga memiliki keterbatasan apabila dijadikan sebagai strategi tunggal tanpa integrasi dengan peran keluarga, lingkungan, dan kebijakan sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi sosialisasi yang komprehensif dan berkelanjutan dengan menekankan penguatan ketahanan diri remaja sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.



