https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jhr/issue/feedJurnal Humaniora Revolusioner2026-01-30T15:01:23+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jhr/article/view/19222ANALISIS STRATEGI SOSIALISASI BAHAYA NARKOTIKA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN PADA GENERASI MUDA2026-01-18T08:02:43+00:00Milla Maulidiyah Safrinamillasafrina@gmail.com<p><em>Drug abuse among young people is a complex and ongoing social problem, with serious impacts on both individuals and the social fabric. Young people are at a developmental stage that is vulnerable to environmental influences, necessitating preventative and sustainable efforts. This study aims to analyze strategies for socializing the dangers of narcotics in preventing abuse among young people, particularly in building adolescent resilience. This research employed a qualitative approach with a descriptive-analytical approach, conducted through literature review and analysis of supporting data from relevant institutions. The results indicate that socialization strategies implemented through face-to-face, media-based, and participatory approaches play a significant role in increasing preventive awareness among young people. However, the effectiveness of socialization is still influenced by the communication patterns used, the credibility of the communicator, and the support of the social environment. Socialization also has limitations if used as a sole strategy without integration with the role of family, the environment, and social policies. Therefore, a comprehensive and sustainable socialization strategy is needed that emphasizes strengthening adolescent resilience as an effort to prevent drug abuse.</em></p> <p>Penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan berkelanjutan, dengan dampak serius terhadap individu maupun tatanan sosial. Generasi muda berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga memerlukan upaya pencegahan yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosialisasi bahaya narkotika dalam pencegahan penyalahgunaan pada generasi muda, khususnya dalam membangun ketahanan diri remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis data pendukung dari lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sosialisasi yang dilakukan melalui pendekatan tatap muka, berbasis media, dan partisipatif memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran preventif generasi muda. Namun, efektivitas sosialisasi masih dipengaruhi oleh pola komunikasi yang digunakan, kredibilitas komunikator, serta dukungan lingkungan sosial. Sosialisasi juga memiliki keterbatasan apabila dijadikan sebagai strategi tunggal tanpa integrasi dengan peran keluarga, lingkungan, dan kebijakan sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi sosialisasi yang komprehensif dan berkelanjutan dengan menekankan penguatan ketahanan diri remaja sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Humaniora Revolusionerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jhr/article/view/19271FORMULA 1 SEBAGAI RUANG PERTEMUAN BUDAYA GLOBAL: STUDI TENTANG DIPLOMASI BUDAYA DAN NASIONALISME2026-01-19T11:01:45+00:00September Ceryaseptembercenya@gmail.com<p><em>This study examines Formula 1 (F1) as a phenomenon transcending mere sporting competition, transforming into a convergence space for global cultures and an intercultural diplomatic mechanism. Employing qualitative methodology through case study approaches and critical discourse analysis, this research explores host nations' strategies in leveraging F1 momentum to project national identity, technological supremacy, and modernity as soft power manifestations. Grounded in theoretical frameworks of Cultural Diplomacy (Cummings), Soft Power (Nye), and Cultural Representation (Hall & Anderson), this investigation reveals cross-cultural dynamics at each Grand Prix as reflections of nation branding tactics that consolidate positions within global constellations. Research findings demonstrate that F1 operates as a symbolic arena where cultural diplomacy, nationalist sentiments, and globalization currents interweave intricately in constructing international perceptions of nation-state identity. The study illuminates how these multidimensional interactions establish F1 as a sophisticated platform for cultural negotiation and geopolitical positioning.</em></p> <p>Penulisan ini menganalisis Formula 1 (F1) sebagai fenomena yang melampaui dimensi kompetisi olahraga semata, bertransfromasi menjadi medan pejumpaan lintas budaya global sekaligus mekanisme diplomasi kultural antarbangsa. Mengadopsi metodologi kualitatif melalui pendekatan studi kasus dan kasus pembacaan wacana kritis, riset ini mengeksplorasi strategi negara penyelenggara dalam memanfaatkan momentum F1 untuk memproyeksikan jati diri nasional, supremasi teknologi, dan wajah modernitas sebagai manifestasi kekuatan lunak. Berpijak pada kerangka teoritis Cultural Diplomacy (Cummings), Soft Power (Nye), dan Representasi Budaya (Hall & Anderson), penelitian ini mengungkap dinamika interaksi antarbudaya pada setiap penyelengaraan Grand Prix sebagai refleksi taktik pembentukan citra negara (nation branding) yang memperkokoh kedudukan dalam konstelasi global. Temua riset ini membuktikan bahwa F1 beroperasi sebagai arena simbolis tempat diplomasi kultural, sentiment nasionalisme, dan arus globalisasi bertaut erat dalam mengonstruksi persepsi internasional terhadap identitas sebuah negara-bangsa.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Humaniora Revolusionerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jhr/article/view/19646“EKSISTENSIALISME SEBAGAI KERANGKA PEMAKNAAN HIDUP MANUSIA: ANALISIS FILOSOFIS ATAS KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB”2026-01-29T03:54:36+00:00Jefan D.M Kadjakorokadjakorojefan@gmail.comMaurelia Ratuwaluratuwalulia@gmail.comSarci Faotsarcifaot31@gmail.comAdolfina Ayu Larasakti Toepoe adolfinatoepoe@gmail.comSofrida Orasofridaora@gmail.comMarla Kristin Manumarlamanu1322@gmail.comYohana Ida Gooidayohana47@gmail.comBendelina Atimetabendelinaatimeta@gmail.comIreni Irnawati Pellokila irenepellokila83@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji eksistensialisme sebagai kerangka filosofis dalam pemahaman pemaknaan eksistensi manusia, dengan penekanan pada konsep kebebasan dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemikiran eksistensialisme memandang eksistensi manusia sebagai proses yang dibentuk oleh pilihan-pilihan individu dan pertanggungjawaban personal. Metode yang diterapkan merupakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis filosofis terhadap gagasan-gagasan utama para pemikir eksistensialis. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksistensialisme memposisikan manusia sebagai subjek yang bebas dan tidak ditentukan oleh esensi yang bersifat tetap, melainkan bertanggung jawab dalam membentuk makna eksistensinya melalui keputusan-keputusan yang diambil. Kebebasan dalam eksistensialisme tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab, karena setiap pilihan mengandung konsekuensi eksistensial dan moral. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa eksistensialisme mendorong manusia untuk menjalani kehidupan secara autentik dengan menyadari kebebasannya sekaligus menerima tanggung jawab atas pilihannya. Kesimpulannya, eksistensialisme menawarkan perspektif kritis mengenai keberadaan manusia dengan menegaskan pentingnya kesadaran diri, komitmen personal, dan tanggung jawab dalam pencarian makna eksistensial yang bermakna di tengah tantangan kehidupan modern.</p> <p><em>This article examines existentialism as a philosophical framework for understanding the meaning of human existence, with an emphasis on the concepts of freedom and responsibility. The purpose of this study is to analyze how existentialist thought views human existence as a process shaped by individual choices and personal responsibility. The method applied is a qualitative research through literature review with a philosophical analysis approach to the main ideas of existentialist thinkers. The results of the study indicate that existentialism positions humans as free subjects who are not determined by a fixed essence, but are responsible for shaping the meaning of their existence through the decisions they make. Freedom in existentialism cannot be separated from responsibility, because every choice has existential and moral consequences. This study also reveals that existentialism encourages humans to live authentically by realizing their freedom while accepting responsibility for their choices. In conclusion, existentialism offers a critical perspective on human existence by emphasizing the importance of self-awareness, personal commitment, and responsibility in the search for meaningful existential meaning amidst the challenges of modern life.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Humaniora Revolusioner