ANALISIS KEBIJAKAN PENYITAAN MOKE DI NTT DARI PERSPEKTIF ETIKA UTILITARIANISME
Kata Kunci:
Kebijakan, Moke, Budaya, Etika UtilitarianismeAbstrak
Moke merupakan salah jenis minuman tradisional yang memiliki kandungan alkohol. Eksistensi moke dalam masyarakat budaya di NTT, memiliki makna yang dalam dan luas. Selain sebagai minuman yang bernilai ekonomis, moke juga merupakan materi pelestarian budaya, di mana posisinya sangat sentral dalam masyarakat adat. Meskipun demikian, efek alkohol yang memabukkan dalam moke justru menjadi penyakit sosial baru dalam masyarakat. Minimnya kontrol diri masyarakat dalam mengonsumsi moke mengakibatkan moke kehilangan nilainya. Menyikapi hal ini, Polda NTT mengeluarkan kebijakan penyitaan moke di seluruh wilayah NTT. Kebijakan ini menimbulkan kontroversial dalam masyarakat dan menilai kebijakan tersebut sebagai tidak tepat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan penyitaan moke dari perspektif etika utilitarianisme. Manfaatnya untuk menemukan korelasi atas moke sebagai penyakit sosial dan moke sebagai materi sentral dalam budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan menyimpu bahwa kebijakan moke di NTT tidak dilakukan atas dasar penelitian yang dalam tetapi menggeneralisasi kasus mabuk untuk membenarkan kebijakan tersebut.



