MENELAAH PENYEBAB STUNTING DI DESA DUANUR DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA

Penulis

  • Rizki Afrizal Universitas Muhammadiyah Maumere

Kata Kunci:

Stunting, Sosial Budaya, Desa Duanur, Malnutrisi, Kesehatan Anak

Abstrak

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang mencerminkan malnutrisi kronis pada anak-anak, dengan prevalensi tinggi di daerah pedesaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penyebab stunting di Desa Duanur, Adonara Barat,NTT, dari perspektif sosial budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis bagaimana faktor sosial seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan, serta elemen budaya seperti tradisi makanan dan keyakinan kesehatan, berkontribusi terhadap stunting. Hasil menunjukkan bahwa sekitar 30% anak di desa ini mengalami stunting, yang dipengaruhi oleh pola makan tradisional dan struktur sosial yang membatasi akses gizi. Rekomendasi meliputi intervensi berbasis komunitas yang sensitif budaya.

Stunting is a global health problem reflecting chronic malnutrition in children, with a high prevalence in rural Indonesia. This study aims to examine the causes of stunting in Duanur Village, West Adonara, East Nusa Tenggara (NTT), from a socio-cultural perspective. Using a qualitative approach with a case study method, this study analyzes how social factors such as poverty and inequality, as well as cultural elements such as food traditions and health beliefs, contribute to stunting. Results indicate that approximately 30% of children in this village experience stunting, influenced by traditional diets and social structures that limit access to nutrition. Recommendations include culturally sensitive, community-based interventions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30