HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PASIEN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG ANGGREK 2 RS PRIMA MEDIKA PEMALANG
Kata Kunci:
Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan, Diet Rendah GaramAbstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan sering disebut sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala awal yang jelas. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah melalui penerapan diet rendah garam. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalankan diet tersebut masih rendah, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi di Ruang Anggrek 2 RS Prima Medika Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Anggrek 2 RS Prima Medika Pemalang sebanyak 81 orang, dengan sampel sebanyak 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi (HK-LS) dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam (DSRQ-MMAS 8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 39 responden (58,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan pasien, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet rendah garam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam mengelola hipertensi.



