ABSOLUTISME KEKHALIFAHAN PADA MASA ABU ABBAS ASSAFFAH

Penulis

  • Sylvia Angelica (STAI) Al- Kifayah Riau, Indonesia
  • Ellya Roza (STAI) Al- Kifayah Riau, Indonesia
  • Waldi Saputra (STAI) Al- Kifayah Riau, Indonesia

Kata Kunci:

Abu Abbas As-Saffah, Absolutisme, Daulah Abbasiyah

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam tentang Absolutisme kekhalifahan Dinasti
Abbasiyah pada masa Abu Abbas As-saffah. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abu Abbas As-saffah
yang berarti penumpah darah karena dinasti ini didirikan dengan darah yang bergelimang di kota
Bagdad. Pemerintahan Abu Abbas As-Saffah menandai era baru dalam sejarah Islam dengan
berdirinya Daulah Abbasiyah menggantikan Bani Umayyah. Penelitian ini juga bertujuan untuk
menganalisis karakter kekuasaan absolut yang diterapkan oleh As-Saffah sebagai khalifah pertama.
As-Saffah menerapkan kebijakan tangan besi yang tegas untuk mensterilkan kekuasaan dari
ancaman lawan politik, khususnya keturunan Bani Umayyah, yang membuatnya mendapatkan
julukan As-Saffah (penumpah darah). Melalui pendekatan deskriptif-historis, studi ini menemukan
bahwa absolutisme yang dilakukan As-Saffah merupakan upaya konsolidasi kekuasaan yang krusial
di masa transisi. Kekuasaan absolut ini ditandai dengan langkah militer yang agresif dan
penghancuran sisa-sisa dinasti sebelumnya. Meskipun memerintah dalam waktu singkat (4 tahun),
kebijakan As-Saffah berhasil menegakkan legitimasi kekhalifahan yang memadukan otoritas politik
dan agama secara ketat, di mana rakyat diwajibkan patuh mutlak. Absolutisme pada masa ini
bertujuan menciptakan stabilitas, meskipun melalui tindakan kekerasan yang terukur untuk
mengamankan Dinasti Abbasiyah yang baru berdiri.

This article aims to examine in more depth the absolutism of the Abbasid Caliphate during
the reign of Abu Abbas As-Saffah. The Abbasid Dynasty was founded by Abu Abbas AsSaffah, meaning "bloodshedder," as this dynasty was founded with bloodshed in the city of
Baghdad. Abu Abbas As-Saffah's reign marked a new era in Islamic history with the
establishment of the Abbasid State, replacing the Umayyad dynasty. This research also aims
to analyze the character of the absolute power exercised by As-Saffah as the first caliph.
As-Saffah implemented a firm, iron-fisted policy to sterilize his power from the threat of
political opponents, particularly those of the Umayyad dynasty, earning him the nickname
As-Saffah (the bloodshedder). Through a descriptive-historical approach, this study finds
that As-Saffah's absolutism was a crucial effort to consolidate power during the transitional
period. This absolute power was characterized by aggressive military action and the
destruction of the remnants of the previous dynasty. Even though he ruled for a short time
(4 years), As-Saffah's policies succeeded in upholding the legitimacy of the caliphate which
strictly combined political and religious authority, where the people were obliged to obey
absolutely. Absolutism during this period aimed to create stability, even through measured
acts of violence to secure the newly established Abbasid dynasty.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30