ANALISIS SLIPS OF THE TONGUE (KESELEO LIDAH) PADA PRESENTER BERITA SAAT SITUASI TEKANAN TINGGI
Kata Kunci:
Slips Of The Tongue, Psikolinguistik, Presenter Berita, Tekanan Tinggi, Produksi BahasaAbstrak
Kesalahan ucapan merupakan fenomena psikolinguistik yang sering terjadi dalam produksi ucapan, bahkan di kalangan pembicara profesional seperti pembaca berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan linguistik serta menganalisis pengaruh tekanan kognitif dan situasional terhadap kinerja verbal pembaca berita selama siaran langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap rekaman siaran berita yang mengandung kesalahan ucapan. Berdasarkan teori produksi bahasa Levelt, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tekanan tinggi seperti batasan waktu yang ketat, instruksi melalui earpiece, dan gangguan teknis mempercepat proses pengkodean fonemik, sehingga memicu kegagalan artikulasi. Jenis kesalahan ucapan yang paling dominan adalah substitusi dan antisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun presenter memiliki kompetensi linguistik yang tinggi, beban kognitif yang berlebihan dalam situasi kritis tetap menjadi pemicu utama ketidaklancaran bicara.
Speech errors are a common psycholinguistic phenomenon in speech production, even among professional speakers such as news anchors. This study aims to identify types of linguistic errors and analyze the influence of cognitive and situational stress on the verbal performance of news anchors during live broadcasts. The method used in this study is descriptive qualitative research employing content analysis of news broadcast recordings containing speech errors. Based on Levelt’s theory of language production, the results indicate that high-pressure factors such as strict time constraints, instructions via earpiece, and technical disruptions accelerate the phonemic encoding process, thereby triggering articulation failures. The most dominant types of speech errors were substitution and anticipation. This study concluded that although presenters possess high linguistic competence, excessive cognitive load in critical situations remains the primary trigger for speech disfluency.



