TRADISI RU’KETU DALAM RITUAL KEMATIAN ORANG SABU

(STUDI KASUS: MAKNA DAN SIMBOLISME DI DESA RAENYALE, KECAMATAN SABU BARAT, KABUPATEN SABU RAIJUA)

Penulis

  • Yunianti Rade Modjo Universitas Nusa Cendana
  • Lenny Sofia Bire Manoe Universitas Nusa Cendana
  • Imanta I.Perangin Angin Universitas Nusa Cendana
  • Christine E. Meka Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Ru’ketu, Ritual Kematian, Makna Simbolik, Masyarakat Sabu, Antropologi Simbolik

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna dan simbolisme dalam tradisi ru’ketu pada ritual kematian masyarakat Sabu di Desa Raenyale,Kecamatan Sabu Barat,Kabupaten Sabu Raijua.Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji makna simbolik yang terkandung dalam ru’ketu,mendeskripsikan proses pelaksanaannya,serta menjelaskan alasan keberlanjutan tradisi tersebut di tengah perubahan sosial,budaya,dan pengaruh agama.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara mendalam,dan dokumentasi,dengan melibatkan tokoh adat,keluarga,dan masyarakat setempat sebagai informan.Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada perspektif antropologi simbolik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ru’ketu memiliki makna yang kompleks dan berlapis.Secara simbolik, ru’ketu melambangkan kehadiran orang yang meninggal melalui representasi benda seperti rambut,pakaian,atau barang pribadi lainnya,yang berfungsi sebagai penghubung antara dunia manusia dan dunia roh.Secara sosial,tradisi ini memperkuat solidaritas, mempererat hubungan kekerabatan,serta menjadi sarana menjaga harmoni dalam komunitas.Secara religius,ru’ketu diyakini sebagai media untuk mengantarkan arwah menuju alam leluhur agar memperoleh tempat yang layak dalam kehidupan setelah kematian.Selain itu,tradisi ini juga berfungsi sebagai identitas budaya dan memori kolektif masyarakat Sabu.Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan pengaruh agama formal,tradisi ru’ketu tetap dipertahankan karena memiliki nilai budaya yang kuat serta mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan makna esensialnya.

This study aims to provide an in-depth analysis of the meaning and symbolism embedded in the ru’ketu tradition within the death ritual of the Sabu community in Raenyale Village,West Sabu District,Sabu Raijua Regency.The main focus of this research is to examine the symbolic meaning of ru’ketu,to describe its ritual process, and to explain its persistence amid ongoing social, cultural, and religious changes.This study employs a qualitative approach using a case study method.Data were collected through observation,in-depth interviews,and documentation,involving traditional leaders,family members,and local community participants as informants.The data were analyzed using a descriptive qualitative method based on the perspective of symbolic anthropology.The findings reveal that the ru’ketu tradition embodies complex and multi-layered meanings.Symbolically, ru’ketu represents the presence of the deceased through symbolic objects such as hair,clothing,or personal belongings,functioning as a bridge between the human world and the spiritual realm.Socially, the tradition strengthens kinship ties,reinforces social solidarity,and maintains communal harmony.Religically, ru’ketu is believed to serve as a medium for guiding the spirit of the deceased toward the ancestral realm,ensuring a proper transition to the afterlife.Furthermore, this tradition functions as a form of cultural identity and collective memory of the Sabu community.Despite the pressures of modernization and the influence of formal religion,the ru’ketu tradition continues to be preserved due to its strong cultural values and its adaptive capacity without losing its essential meaning.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30