INTERVENSI DAN INSTRUMEN KEBIJAKAN UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KOTA TARUTUNG
Kata Kunci:
Intervensi, Instrument, Kebijakan, Pariwisata, TarutungAbstrak
Tujuan untuk memahami jenis intervensi pemerintah serta alat kebijakan yang diterapkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Tarutung. Pengembangan industri pariwisata menjadi salah satu langkah krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan kesejahteraan penduduk. Tarutung memiliki banyak potensi wisata, termasuk pariwisata religius, warisan budaya Batak dan keindahan alam yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Namun, kemajuan sektor pariwisata juga bisa menyebabkan sejumlah masalah, seperti kerusakan lingkungan, pengelolaan destinasi yang kurang efisien, serta dukungan masyarakat yang minim jika tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, peran pemerintah sangat diperlukan melalui kebijakan yang tepat untuk mendukung terwujudnya pariwisata yang berkelanjutan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori instrumen kebijakan dari Christopher Hood melalui konsep NATO (Nodality, Authority, Treasure, Organization), teori pariwisata berkelanjutan, serta pendekatan pemerintahan kolaboratif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melaksanakan beragam inisiatif untuk mendukung perkembangan pariwisata, seperti penyusunan regulasi, pembangunan infrastruktur wisata, pemasaran destinasi, serta pemberdayaan komunitas lokal melalui kegiatan UMKM dan kelompok sadar wisata. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan budaya setempat dan mendukung kegiatan pariwisata juga berkontribusi pada keberlanjutan destinasi wisata di Kota Tarutung. Meskipun demikian, pengelolaan pariwisata masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya infrastruktur, pengelolaan sampah yang belum optimal dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat mengenai pentingnya pariwisata yang berkelanjutan.
This study aims to understand the types of government interventions and policy tools implemented in the development of sustainable tourism in Tarutung City. Developing the tourism industry is a crucial step in driving regional economic growth and improving the welfare of its residents. Tarutung has a wealth of tourism potential, including religious tourism, Batak cultural heritage, and natural beauty that can be developed sustainably. However, the advancement of the tourism sector can also lead to a number of problems, such as environmental damage, inefficient destination management, and minimal community support if not managed properly. Therefore, the government's role is crucial through appropriate policies to support the realization of sustainable tourism. The methodology used in this study is qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Analysis was conducted using Christopher Hood's theory of policy instruments through the NATO concept (Nodality, Authority, Treasure, Organization), sustainable tourism theory, and a collaborative governance approach. The research findings indicate that the local government has implemented various initiatives to support tourism development, such as the development of regulations, tourism infrastructure development, destination marketing, and empowering local communities through MSME activities and tourism awareness groups. In addition, community participation in maintaining environmental cleanliness, preserving local culture, and supporting tourism activities also contributes to the sustainability of tourist destinations in Tarutung City. However, tourism management still faces several challenges, such as a lack of infrastructure, suboptimal waste management, and low awareness among some residents about the importance of sustainable tourism




